Pengertian zakat dan hikmahnya

zakat

Zakat adalah salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan. Dinamakan zakat karena sesuai dengan tujuan dari kewajiban zakat itu sendiri, karena harta akan tumbuh dan bertambah jika dikeluarkan zakatnya. Dan berkah dengan sebab do’a orang yang berhak mendapatkannya. Serta mensucikannya dari dosa, dan zakat memujinya de¬ngan penyaksiannya nanti di hari kiamat akan kebenaran imannya.
Pengertian zakat secara syariat adalah mengeluarkan harta tertentu (binatang ternak, emas, perak dan lain-lain) dengan cara tertentu (sesuai dengan syari’at) yang diberikan kepada orang-orang tertentu (yaitu 8 golongan).
Diwajibkannya zakat terhadap kaum muslimin tentu mempunyai hikmah-hikmah terterntu, dan hikmah yang paling besar adalah hal itu merupakan kepedulian Islam dalam pengentasan kemiskinan. Oleh karenanya Allah SWT menyebutkan zakat di dalam Al Qur’an sebanyak 30 kali, dengan kalimat zakat, dan lebih 80 tempat dengan nama lain.
Oleh karenanya jika penduduk Indonesia yang kaya menge¬luarkan zakat mereka niscaya pemerintah tidak akan sibuk de¬ngan program pengentasan kemiskinan.
Hikmah lain mengeluarkan zakat adalah menjauhkan diri dari sifat kikir, tamak, cinta dunia, dan mendhalimi hak para fakir miskin. Dan juga hal itu merupakan upaya untuk membersihkan harta itu sendiri dan mengembangkannya sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
حَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ (رواه الطبراني)
Jagalah harta kalian dengan mengeluarkan zakat.
(H.R. Thabrani).

Rasulullah SAW juga bersabda:
مَا ضَاعَ مَالٌ فِي بَرٍّ أَوْ بَحْرٍ إِلاّ بِمَنْعِ الزَّكَاةِ (رواه الطبراني)
Tidak musnah suatu harta baik di daratan maupun di lautan, kecuali karena ditahan zakatnya (tidak dikeluarkan). (H.R. Thabrani)

Sebagaimana diceritakan bahwasanya ada seorang nasrani yang mendengar hadits di atas tersebut lalu dia mengeluarkan zakatnya, seraya berkata, “Jika benar Muhammad dalam perkataannya pasti akan terbukti dalam hartaku, serta mitra bisnisku akan selamat. Dan jika selamat maka aku akan beriman dan masuk Islam, dan jika ternyata tidak benar, maka aku akan mendatanginya dengan pedang untuk membunuhnya” Lalu datang surat dari mitra bisnisnya yang memberitahukan bahwa dia dirampok dan mereka mengambil semua harta dan segala yang ada padanya. Maka spontan dia berkata, ”Muhammad telah berbohong dalam perkataannya. (jagalah hartamu dengan zakat) dan aku telah melaksanakan zakatnya, tapi hartaku tidak terjaga”. Lalu dia keluar dengan pedang terhunus untuk membunuh Rasulullah SAW. Tak lama kemudian datang surat kedua dari mitra bisnisnya yang memberitahukan bahwasanya “Kamu jangan risau karena sesungguhnya aku berada paling depan dari rombongan lalu para kaum menggiring unta-untaku, lalu aku menempatkannya di suatu tempat. lalu bergeraklah rombongan, dan mereka dirampok, sedangkan aku selamat. Begitu juga unta-untaku dan semua barang-barang yang ada padaku”. Lalu dia berkata “Benar Muhammad dalam perkata¬annya, sungguh dia benar-benar seorang Nabi.” Lalu dia datang kepada Nabi dan masuk Islam.
Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah zakat yang tidak terjangkau oleh pengetahuan kita.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*