Sebab-Sebab Seseorang Mendapatkan Harta Waris

harta, waris, warisan, uang, meninggal, wafat, rumah, sebab, keluarga, anak

harta, waris, warisan, uang, meninggal, wafat, rumah, sebab, keluarga, anakSegala sesuatu pasti ada sebabnya, begitu pula dalam perolehan harta waris. Harus ada sebab antara si mayit dengan ahli warisnya. Jika ada sebab, maka dia mewarisi dan jika tidak ada sebab maka bukan termasuk ahli waris. Adapun sebab-sebab tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Adanya Hubungan Kerabat Antara Keduanya.

Sebab pertama seorang berhak mendapat harta waris dari si mayit, adalah adanya hubungan kerabat antara si mayit dengan orang tersebut, maka ayah dan ibu berhak mendapatkan harta waris jika anaknya meninggal. Karena mereka berdua adalah kerabatnya, yaitu orang tuanya, begitu pula sebaliknya sang anak berhak mewarisi harta orang tuanya karena dia adalah anaknya, dan begitu seterusnya. Kesimpulannya bahwa kerabat adalah ayah, ibu dan siapapun yang ada hubungan dengan mayit lewat keduanya seperti saudara, paman, dan lain-lain. Begitu pula anak laki-laki atau perempuan dan siapapun yang ada hubungan kerabat dengan mayit lewat mereka. Seperti cucu, cicit dari anak laki-laki, dan lain-lain.

  1. Adanya Hubungan Suami Istri Antara Keduanya.

Sebab yang kedua seorang mendapat harta waris dari si mayit adalah adanya hubungan suami istri antara keduanya, baik yang meninggal sang suami maupun sang istri. Asalkan akad nikahnya sesuai dengan prosedur agama dan dianggap sah walaupun keduanya tidak atau belum melakukan hubungan intim, maka keduanya saling mewarisi. Lain halnya jika akad nikahnya dianggap tidak sah oleh agama misalnya perkawinan tanpa wali, tanpa saksi atau kawin mut’ah. Maka keduanya tidak saling mewarisi.

 

Apakah istri yang dicerai berhak mendapat harta waris dari mantan suaminya ?

Jika seorang suami menceraikan istrinya lalu sebelum selesai iddahnya, suami tersebut meninggal dunia, apakah istri itu berhak mendapat harta waris dari mantan suaminya ? Jawabannya diperinci sebagai berikut : jika tercerai dengan talak raj’i (mentalak istri dengan talak satu atau dua) lalu suami meninggal dunia sebelum sang istri selesai dari iddahnya, maka istri tersebut berhak mendapat harta waris dari mantan suaminya. Dan jika suaminya meninggal setelah si istri selesai melaksanakan iddah atau sang istri di talak dengan talak bain sughroh maupun kubro (talak satu atau dua tapi selesai iddahnya begitu pula jika dicerai sebelum disetubuhi,atau diceraikan dengan cara talak khulu’ (dengan imbalan), maka istri tersebut tidak berhak mendapatkan harta waris dari mantan suaminya.

  1. Hubungan Wala’

Sebab yang ketiga seseorang berhak mendapatkan harta waris adalah adanya hubungan wala’ antara keduanya. Yang dimaksudkan dengan wala’ di sini adalah seseorang berhak mendapatkan asobahnya si mayit karena dia adalah bekas tuan dari si mayit yang pernah dia merdekakan. Maka jika ada bekas hamba sahaya meninggal dunia tanpa meninggalkan seorang ahli warispun, atau meninggalkan ahli waris akan tetapi termasuk ahli furud (ahli waris yang berhak mendapatkan   harta   waris   secara   fard)   maka   agama memutuskan semua harta warisnya atau sisa pengambilan ahli furud diberikan kepada mantan tuannya tersebut sebagai balas jasa atas kebaikannya terhadap bekas budaknya itu dengan memerdekakannya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*