SHODAQOH

sedakah,zakat,memberi,faqir,miskin

sedekah-untuk-kaya

Shadaqah itu adalah mengeluarkan sebagian harta selain dari zakat yang wajib dikeluarkan dan memberi nafkah. Hukumnya adalah sunnah dan agama Islam menghimbau umatnya untuk melaksanakan shadaqah selain dari zakat dan infaq. Karena setiap harta yang dikeluarkan untuk shadaqah maka harta itu berkata kepada pemiliknya: “Dulu aku sedikit, sekarang aku menjadi banyak dengan shadaqah (dari segi pahalanya). Dulu aku adalah sesuatu yang akan sirna, dan sekarang aku kekal (menjadi amal baik untuknya). dulu engkau menjagaku maka sekarang aku yang menjagamu (dari segala macam hal).”
Kadangkala shadaqah hukumnya wajib, yaitu shadaqah kepada orang yang kelaparan atau kehausan, dan kadangkala hukumnya haram yaitu jika kita shadaqah kepada orang yang kita ketahui dia akan mempergunakannya untuk bermaksiat.

A. Keutamaan Shadaqah
Keutamaan shadaqah banyak sekali disebutkan dalam firman Allah maupun hadits Rasulullah SAW. Diantaranya :

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ I ”الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَة كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ“ (رواه الترمذي)
Dari Mu’adz bin jabal RA berkata:bersabda Rasulullah SAW: “Shadaqah ilu memadamkan dosa (menghapusnya) sebagaimana air memadamkan api. ” (H.R, Turmudzi)
عَنْ عُقْبَة بِنْ عَامِر رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ I ”كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ“ (رواه أحمد)
Rasulullah SAW bersabda: “Setiap orang berada dalam naungan shadaqahnya sehingga Allah SWT menyelesaikan hisab manusia.” (H.R. Ahmad)

Di dalam hadits Qudsi Allah berfirman:
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ I عَنِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ”يَابْنَ آدَمْ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ“ (متفق عليه)
Allah berfirman: “Wahai anak Adam, infaqkan hartamu, maka Aku akan membalasnya dengan memberimu nafkah”. ( H.R. Muttafaqun Alaih)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ I ”مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةِ“ (رواه مسلم)
Tidak akan berkurang suatu harta dengan bershadaqah. (H.R. Muslim)

B. Keutamaan Shadaqah Secara Diam-diam
Jika shadaqah jtu dilaksanakan dengan rahasia, maka pahalanya akan berlipat ganda sampai 70 kali lipat. Dan juga menjauhkan orang itu dari sifat riya’ Rasulullah SAW juga bersabda:
عَن عَبْدِ اللهِ بْنِ جَعْفَر قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ I ”أَنَّ الصَّدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِ“ (رواه الطبراني)
Bahwasanya shadaqah secara diam-diam dapat memadamkan marah Allah SWT. (H.R. Thabrani)

Dan Rasulullah SAW menghitung orang yang bershadaqah secara diam-diam, termasuk dari tujuh orang yang akan diberi naungan nanti di hari kiamat,
Adapun contoh shadaqah secara diam-diam, seperti jika kita menjual barang kepada seorang fakir barang yang harganya asalnya Rp 20.000,00 kita jual kepadanya menjadi Rp 10.000,00 atau menambah timbangannya secara diam-diam atau meletakkan shadaqah itu di rumahnya secara diam-diam dan lain-lain. Dan jika yang bershadaqah itu adalah orang yang mempunyai pengaruh serta banyak pengikutnya maka menampakkan shada-qahnya lebih baik, jika dimaksudkan supaya ditiru dengan syarat dapat menjaga diri dari sifat riya’

C. Adab Bershadaqah
Jika bershadaqah sesuai dengan tuntunan syariat, maka akan lebih banyak pahala yang didapatkan. Adapun adab-adab yang dituntun oleh syari’at adalah sebagai berikut:
1. Bershadaqah dengan harta yang halal karena jika bershadaqah dengan harta yang haram tidak ada gunanya, bahkan akan menjerumuskannya ke neraka.
2. Bershadaqah secara diam-diam, kecuali bagi orang yang menjadi panutan, maka shadaqah secara terang-terangan lebih baik baginya.
3. Bershadaqah dengan harta yang dia sukai,

4. Tidak menganggap banyak harta yang telah dishadaqahkan walaupun memang banyak.
5. Memberikan shadaqah itu dengan wajah yang berseri-seri dan perasaan yang senang.
6. Tidak bermaksud dengan shadaqahnya kecuali semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT
7. Memberikan shadaqahnya kepada orang yang lebih utama menerimanya seperti orang alim, orang shalih, kerabat, tetangga dan lain-lain.
8. Bershadaqah di waktu sehatnya, karena lebih besar pahalanya dibanding dia bershadaqah pada waktu sakit.
9. Menghindari sifat manni yaitu menghitung-hitung kebaikannya dan mengingatnya. dan tandanya mengharapkan balas budi, mengharapkan rasa terima kasih dari yang diberi shadaqah dan jika dia melakukan hal tersebut akan membatalkan pahalanya.

10. Seyogyanya dalam bershadaqah diniatkan untuk kedua orang tuanya jika sudah meninggal dunia karena pahala shadaqahnya akan disampaikan kepada keduanya, tanpa mengurangi pahalanya dalam bershadaqah itu.

D. Waktu-waktu dan Tempat-tempat yang Digandakan Pahala Shadaqah di Dalamnya
Ada waktu-waktu tertentu dan tempat-tempat tertentu di mana jika bershadaqah pada waktu dan tempat itu akan dilipatgandakan pahalanya, tapi bukan berarti selain tempat dan waktu tertentu itu kita tidak bershadaqah. tapi karena waktu dan tempat tertentu itu lebih afdhal dan lebih dianjurkan oleh syari’at untuk
bershadaqah.
Adapun waktu-waktu itu adalah sebagai berikut:
1. Bershadaqah di bulan Ramadhan, karena bulan itu sebaik-baiknya bulan, dan pada bulan itu orang-orang sibuk dengan melakukan ketaatan dari pada puasa, shalat dan lain-lain. Sehingga sedikit waktu untuk bekerja dan mereka lebih membutuhkan kepada shadaqah pada bulan ini, dan lebih besar pahalanya bershadaqah pada 10 hari yang akhir dari hari-hari lainnya.
2. Dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah terutama bershada¬qah kepada para haji di tanah suci.
3. Pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
4. Pada hari Jum’at.
5. Pada hari ‘Asyura (10 Muharram).
6. Ketika menimpa kaum muslimin paceklik.
7. Ketika orang itu sangat membutuhkannya.
8. Ketika bepergian.
9. Ketika kita sedang sakit.
10. Setelah melakukan maksiat.
11. Ketika gerhana.
Adapun tempat-tempat yang disunnahkan kita agar banyak bershadaqah adalah sebagai berikut:
1. Di tanah haram Makkah Al Mukarramah, karena segala perbuatan baik di situ digandakan sampai 100.000 kali lipat.
2. Di tanah haram Madinah, di mana perbuatan baik digandakan sampai 100 kali lipatnya.
3. Di Baitul Maqdis

E. Hukum Shadaqah kepada Keluarga Rasulullah SAW
Shadaqah tidak sama dengan zakat, karena shadaqah adalah harta yang bersih sedangkan zakat adalah kotoran manusia. Sebagaimana hal tersebut ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Oleh karena itu boleh bershadaqah kepada keluarga Rasulullah SAW dan juga boleh diberikan kepada orang kaya dan orang kafir.

1 Comment on SHODAQOH

  1. Partisipasi dan amal jariyah dalam perluasan dan pembangunan masjidil
    haram dan masjid Nabawi

    1. Niat Ibadah ( dari Allah,Karena Allah dan untuk Allah)
    2. Membawa beberapa batu kerikil kecil yang Haq dari tanah air
    3. Point no 2 dapat dibawa sendiri/ dititipkan kepada Jamaah yang akan
    berangkat Umroh dan Haji
    4. Batu kerikil diletakkan diarea yg sedang dibangun/di Cor semen
    5. Atau dititipkan kepada pekerja pembangunan agar diletakkan ditempat
    tersebut
    6. Mudah-mudahan Allah Ridho dengan apa yang kita kerjakan

    * Umumnya waqaf qur’an
    * Tidak ada kotak amal di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
    * Mungkin Batu kerikil tidak berarti untuk sebagian orang,akan tetapi
    jika diletakkan di kedua Masjid tersebut,paling tidak batu kerikil ini
    akan menjadi bagian terkecil dari bangunan tersebut.
    * Moment Perluasan dan Pembangunan Masjidil haram dan Masjid Nabawi

Leave a comment

Your email address will not be published.

*