Definisi Haji dan Umroh

haji-1Pengertian tentang Ibadah Haji

Menunaikan Ibadah Haji adalah rukun Islam yang kelima. Ibadah Haji juga diwajibkan oleh Allah atas umat yang terdahulu, bahkan tidak ada seorang Nabi pun yang diangkat oleh Allah kecuali telah menunaikan Ibadah Haji. Orang pertama yang menunaikan Ibadah Haji adalah Sayyidina Adam As. Beliau telah menunaikannya sebanyak 40 kali dengan berjalan kaki.
Kewajiban Haji menurut Madzhab Syafii diwajibkan pada tahun ke-6 Hijriyah. Oleh karenanya Ibadah Haji dalam Madzhab Imam Syafii kewajibannya adalah Alat Tarokhi (tidak wajib dengan segera) karena Nabi Muhammad SAW tidak menunaikannya setelah Fathu Makkah pada tahun ke-8 Hijriyah, akan tetapi diakhirkan sampai ke tahun ke-10 Hijriyah. Ini menunjukkan bahwa kewajiban Haji adalah kewajiban Alat Tarokhi Walaupun demikian jika seseorang sudah memenuhi syarat untuk menunaikan Ibadah Haji, maka dia wajib berniat untuk menunaikannya di waktu yang akan datang dan jika tidak berniat maka dia berdosa, tetapi jika dia meninggal sebelum menunaikannya (setelah memenuhi syarat), maka dia meninggal dalam keadaan maksiat, walaupun dia telah berniat menunaikannya dan wajib atas ahli warisnya untuk menyewa orang untuk melakukan Haji Badal.
Kewajiban Haji menjadi Alal Faur (wajib dengan segera) dalam empat perkara :
1. Apabila dia takut kehilangan hartanya
2. Apabila takut binasa karena penyakit
3. Apabila dia yakin akan mati tidak lama lagi
4. Apabila dia bernadzar

Definisi Ibadah Haji dan Umroh

  1. Ibadah Haji adalah berniat ke Baitullah (Masjidil Harom) dalam bulan tertentu untuk menunaikan Ibadah Tawaf, Sa’i dan Wuquf di padang Arofah dengan mengikuti syarat-syarat dan kewajiban didalamnya.
  2. Ibadah Umroh adalah berziarah ke baitullah (Masjidil Harom) untuk menunaikan Ibadah yang berupa Tawaf, Sa’i dan lain-lain dengan mengikuti segala syarat dan ketentuan didalamnya

Leave a comment

Your email address will not be published.

*