Website Resmi Habib Segaf Baharun

Inilah 4 Hal yang berkaitan dengan Sujud Tilawah

    sujud tilawahSujud tilawah adalah sujud yang disunnahkan karena telah membaca ayat sajdah (ayat yang ada sujud tilawahnya).

Dan hukum melakukan sujud tilawah ini adalah sunnah, baik bagi yang membaca ayat tersebut begitu pula disunnahkan bagi yang mendengarnya baik mendengarnya dengan sengaja memang untuk mendengar pembacaan ayat itu atau tidak disengaja, seperti jika seseorang yang kebetulan lewat ditempat itu lalu dia mendengar bacaan ayat sujud tilawah tersebut, maka disunnahkan bagi tiga orang tersebut diatas untuk melakukan sujud tilawah karenanya. Dan jika dia tidak mau melakukannya atau karena berhalang untuk melakukannya maka sebagai ganti dan kafarohnya adalah disunnahkan baginya untuk membaca al baqiyyatus solihat yaitu dzikir berikut ini sebanyak empat kali.

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَالله أَكْبَر وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

SUBHAANALLAH WALHAMDU LILLAAH WALAA ILAAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA   BILLAH

A. Tempat-tempat ayat sajdah tilawah dalam al quran

Adapun tempat-tempat ayat-ayat yang terdapat ayat sajdah tilawah adalah didalam surat-surat berikut ini.

  1. Surat الأعراف ayat yang ke 206.
  2. Surat الرعد ayat yang ke 15.
  3. surat النحل ayat yang ke 49
  4. surat مريم ayat yang ke 58
  5. surat الحج dalam dua ayat ke. 18 dan ayat yang ke 77
  6. surat السجدة ayatyangke.15
  7. surat الفرقان ayat yang ke.60
  8. surat النمل ayat yang ke.26
  9. surat فصلت ayat yang ke. 38
  10. surat النجم ayat yang ke 62
  11. surat الانشقاق ayat yang ke.21
  12. surat الإسراء ayat yang ke. 108
  13. surat العلق ayat yang ke. 19

B. Syarat-Syarat Di Sunnahkan Melakukan Sujud Tilawah

 Akan tetapi tidak disunnahkan bagi kita untuk melakukan sujud tilawah kecuali jika memenuhi syarat-syarat berikut ini.

  1. Bacaan ayat tersebut tidak dilarang dalam agama, lain halnya jika seperti itu seperti bacaan orang yang sedang berhadats besar sebelum mandi, bukankah hukum bacaannya itu adalah harom sehingga tidak disunnahkan bagi siapapun untuk melakukan sujud tilawah karena bacaannya tersebut.

 Begitu pula jika bacaannya itu dihukumi makruh, seperti jika seseorang membaca al quran ketika ruku’ maka tidak sunnah untuk melakukan sujud tilawah karena bacaannya tersebut, karena pada waktu ruku’ bukan tempat untuk membaca Al-Qur’an, bahkan hukumnya makruh.

  1. Membaca ayat tersebut dengan tujuan membaca al quran, lain halnya jika dia membacanya karena tidak ada tujuan dalam membacanya seperti bacaan orang yang sedang tidur atau bacaan seseorang yang sedang mabuk, begitu pula bacaan dari orang yang sedang lupa dan lain-lain. Maka tidak disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah karena bacaannya tidak ada tujuan untuk membaca Al-Qur’an.
  2. Membaca semua ayat sajdah tersebut bukan hanya sebagian dari ayat itu, maka tidak disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah jika hanya membaca potongan/ sebagian ayat tersebut bukan semuanya seperti jika seseorang hanya membaca akhir ayatnya saja.
  3. Yang membaca ayat tersebut hanya satu orang saja, lain halnya jika ayat sajdah tersebut dibaca oleh lebih dari satu orang maka tidak disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah karena bacaan mereka.
  4. Bacaan ayat sajdah tersebut bukan dibaca dalam sholat jenazah, maka tidak disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah karena bacaan ayat sajdah dalam sholat jenazah.
  5. Antara bacaan ayat sajdah tersebut dan sujudnya tidak dipisah waktu yang lama akan tetapi setelah dibaca ayat sajdah tersebut langsung melakukan sujud tilawah karenanya, atau hanya dipisah antara keduanya dengan waktu yang sebentar, Lain halnya kalau keinginan untuk melakukan sujud setelah waktu yang lama dari bacaan ayat sajdah itu maka tidak disunnahkan lagi baginya untuk melakukan sujud tilawah.

Sedangkan lama pendeknya waktu antara pembacaan ayat sajdah dengan sujudnya dikembalikan kepada uruf (kebanyakan orang bilang apa, jika mereka mengatakan panjang berarti panjang begitu pula sebaliknya). Dan ditambah dua syarat jika kita akan melakukan sujud tilawah ketika sedang melaksanakan sholat, yaitu sebagai berikut:

  1. Yang akan melakukan sujud tilawah bukan seorang ma’mum, adapun jika yang membaca ayat sajdah itu atau mendengarnya adalah seorang ma’mum. Maka tidak boleh sujud tilawah dengan bacaannya itu atau dengan mendengar bacaan ayat sajdah dari orang lain, karena dia harus mengikuti imamnya tidak boleh melakukan suatu pekerjaan yang tidak dilakukan oleh imamnya.
  2. Dia membaca ayat tersebut bukan dengan maksud supaya di perbolehkan untuk melakukan sujud tilawah, lain halnya jika dia membaca ayat tersebut dengan maksud seperti itu, maka tidak disunnahkan baginya untuk melakukan sujud tilawah.

Dan ditambah lagi kalau bukan kita sendiri yang membaca ayat sajdah tersebut, akan tetapi karena mendengarkan seseorang membacanya maka harus mendengar bacaan semua ayatnya bukan akhirnya saja. Maka tidak disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah jika kita mendengarkan bacaan akhir ayatnya saja.

C. Rukun-rukun sujud tilawah

     Jika kita diluar sholat lalu ingin melaksanakan sujud tilawah maka harus melaksanakan rukun-rukun dibawah ini:

  1. Melaksanakan niat, misalnya aku berniat untuk melaku­kan sunnah sujud tilawah karena Allah ta’ala
  2. Melaksanakan takbirotul ihrom.
  3. Melaksanakan sujud sekali
  4. Melaksanakan tuma’ninah dalam sujud itu.
  5. Melaksanakan duduk setelah bangun dari sujud itu.
  6. Mengucapkan salam.
  7. Melaksanakan rukun-rukun diatas secara tertib seperti yang disebutkan.

Jadi jika kita ingin melakukan sujud tilawah caranya adalah sebagai berikut. Pertama niat kemudian sujud sekali  lalu bangun dan sujud dan terakhir salam dan selesai..

Dan perlu diketahui bahwa sujud tilawah sama hukumnya seperti sujud dalam sholat yang sesungguhnya sehingga disyaratkan didalamnya semua yang disyaratkan dalam sujud sholat, seperti harus ketika melakukannya dalam keadaan suci, tertutup aurotnya, menghadap kiblat dan lain-lain dan cara sujudnya pun sama seperti sujud sholat, baik dari segi rukun syarat maupun sunnah-sunnahnya.

D. Dzikir yang dibaca ketika melakukan sujud tilawah

Sedangkan yang dibaca ketika sujud tilawah sama seperti yang dibaca sujud sholat, cuma disunnahkan untuk ditambah doa dibawah ini.

اَللّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذُخْرًا وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا وَاقْبَلْهَا مِنِّيْ كَمَا قَبَلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدْ عَلَيْهِ السَّلاَم

 ALLAAHUMMA UKTUB LII BIHAA ‘INDAKA AJROO WAJ’ALHAA LII ‘INDAKA DZUKHRON WADLO’ ‘ANNII BIHAA WIZRON WAQBALHAA MINNII KAMAA QOBILTAHAA MIN ABDIKA DAAWUUD ‘ALAIHI SALAAM.

Ya Allah tuliskanlah sujudku ini sebagai pahala bagiku disisiMu dan jadikan hal itu merupakan simpanan buatku disisiMu, dan jadikanlah sujudku ini sebab terleburnya dosa-dosaku dan terimalah sujudku ini sebagaimana Engkau terima dari hambaMu Daud AS.

Hukum Jika Kita Mendengar Ayat Sajdah Dari Suatu Media Elektronik

    Jika kita mendengar bacaan ayat sajdah dari media elektronik seperti dari radio, televisi dan lain-lain. Maka hukumnya adalah diperinci sebagai berikut, jika bacaan tersebut berupa bacaan dari siaran langsung maka sunnah tatkala kita mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah akan tetapi jika bukan dari siaran langsung maka tidak sunnah untuk melakukan sujud tilawah dengan mendengarnya .

Hukum Jika Sima’mum Tidak Mengetahui Bahwa Imamnya Melakukan Sujud Tilawah

    Jika seorang ma’mum tidak tahu bahwasanya imamnya ternyata melakukan sujud tilawah dan dia tahunya setelah imamnya bangun dari sujudnya, maka hukumnya tidak boleh bagi ma’mum tersebut untuk melakukan sujud tilawah karena imamnya sudah bangun dari sujudnya walaupun masih belum sampai kebatas berdiri, kecuali jika imamnya belum bangun dari sujudnya. Maka dia harus menyusulnya untuk melakukan sujud tilawah juga, dan jika dia tidak menyusul imam itu maka batal sholatnya dan jika dia sudah berusaha untuk menyusul akan tetapi sebelum dia meletakkan dahinya dalam sujud ternyata imamnya bangun dari sujudnya. Maka dia harus mengikuti imamnya kembali berdiri dan tidak meneruskan sujudnya itu, dan jika dia teruskan maka juga batal sholatnya .

Hukum Jika Imam Membaca Ayat Sajdah Pada Sholat Sirriyah.

     Jika seorang imam membaca ayat sajdah ketika dia melaksanakan sholat sirriyah (sholat-sholat yang tidak disunnah-kan membaca Al-Fatihah dan surat dengan suara keras seperti sholat dzuhur dan lain-lain), maka hendaknya bagi imam tersebut tidak melakukan sujud tilawah pada waktu itu juga karena hal itu akan membingungkan para ma’mum karena mereka tidak tahu bahwa imamnya telah membaca ayat sajdah sehingga mereka bingung sujud apakah itu. Oleh karenanya sebaiknya bagi imam mengakhirkan sujud tilawahnya hingga selesai dari salam. 

Hukum Melakukan Sujud Dari Ayat Sajdah Dalam Surat ص

     Didalam surat ص terdapat ayat yang ke 24 , dan ayat itu bukan termasuk ayat sajdah akan tetapi termasuk sujud syukur yaitu sebagai ungkapan syukur dari nabi Daud as ketika diterima oleh Allah taubatnya, oleh karena itu merupakan sujud syukur dan bukan sujud tilawah, maka disunnahkan bagi kita untuk melakukan sujud kalau kita membacanya diluar sholat, sedangkan kalau kita membacanya didalam sholat maka tidak disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah bahkan tidak boleh dilakukan, dan jika kita melakukannya didalam sholat karena membaca ayat tersebut dengan sengaja dan tahu mengenai hukumnya maka batal sholat kita.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives