Syarat-syarat kewajiban Haji dan Umroh

Syarat haji
Syarat-syarat kewajiban Haji dan Umroh, antara lain:
1. Islam, maka tidak wajib Ibadah Haji dan Umroh bagi orang kafir, dan tidak sah.
2. Baligh (cukup umur), maka tidak wajib bagi anak yang belum baligh, jika dia menunaikannya maka sah lah Hajinya namun tidak menggugurkan Haji Fardlunya.
3. Berakal, maka tidak wajib atas orang gila.
4. Merdeka, maka tidak wajib atas hamba sahaya, jika dia mengerjakannya akan mendapatkan pahala namun tidak menggugurkan Haji Fardlunya.
5. Istito’ah (mampu untuk menunaikannya), syarat ini terbagi menjadi 2 macam:
a. Mampu menunaikan Ibadah Haji sendiri tanpa bantuan orang lain, dengan syarat:

  1. Mampu membayar uang belanja orang yang ditinggalkan di rumah yang menjadi kewaji-bannya. Jika tidak punya uang untuk mem-bekali mereka maka tidak wajib atasnya.
  2. Mempunyai uang yang cukup untuk membekali dirinya selama diperjalanan haji sampai kembali ketempatnya semula.
  3. Tersedianya kendaraan pulang pergi, baik perjalanan darat, laut maupun udara.
  4. Merasa aman dalam perjalanan pulang pergi, seperti tidak ada peperangan, perampokan atau musuh dan penyakit yang akan membahayakan dirinya.
  5. Sehat Jasmani, jika sakit-sakitan atau terjangkit penyakit yang membahayakan maka tidak wajib atasnya Ibadah Haji.
  6. Ada kesempatan untuk menunaikan Ibadah Haji, lain halnya jika dia mampu setelah pendaftaran ditutup, atau karena sarana transportasi sudah tidak ada lagi maka tidak wajib atasnya Ibadah Haji

b. Mampu menunaikan Ibadah Haji dengan pertolongan orang lain, terbagi dalam 2 macam :

  1. Bagi mereka yang sudah memenuhi syarat dari segi keuangan dan lain-lain, akan tetapi tidak mampu menunaikannya sendiri dikarenakan suatu Udzur atau sakit yang tidak ada harapan sembuh atau terlalu tua umurnya, lemah badannya sehingga tidak memungkinkan untuk menunaikannya, maka boleh baginya untuk menggantikan Ibadah Hajinya kepada orang lain.
  2. Bagi orang yang meninggal setelah dia sanggup atau memenuhi syarat untuk menunaikan Ibadah Haji dimasa hidupnya, namun dia belum sempat untuk melaksanakannya dikarenakan suatu Udzur atau bukan, maka orang tersebut berhutang kewajiban Ibadah Haji dan wajib bagi Ahli Warisnya atau orang yang mendapatkan wasiat, untuk menunaikan Ibadah Hajinya dengan membayar ongkos Haji Badal dari harta warisnya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*