Website Resmi Habib Segaf Baharun

Apakah hal yang disunnahkan pada Bayi ?

Sunnah Pada BayiSeorang bayi merupakan suatu karunia yang besar dari Allah sehingga wajib bagi kedua orang tuanya untuk memeliharanya secara lahiriyah atau rohaniah.

Untuk mencapai hal tersebut agama telah menganjurkan hal tertentu kepada bayi tersebut supaya terjaga dari syaiton dan demi kesehatnnya. Adapun perkara tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Merasa Bahagia Dengan Kelahiran Anak Tersebut Baik Anak Lelaki Atau Perempuan Seorang anak merupakan karunia dari Allah, bahkan merupakan paling besarnya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu Wata’ala kepada hambaNya. Oleh karenanya sudah sepatutnya kita bahagia dan bersyukur dengan kelahiran anak tersebut.

Adapun anak yang dilahirkan itu laki-laki atau perempuan sama saja di sisi Allah, dan yang menjadi pilihanNya itulah yang lebih baik, karena kita tidak tahu yang terbaik di antara keduanya, karena betapa banyak orang tua yang mengharapkan anak laki-lakinya itu tidak pernah ada karena kedurha-kaannya, dan sebahknya betapa banyak orang tua yang sangat bersyukur karena anak perempuannya membawa banyak kebaikan. Bahkan diriwayatkan oleh para mufassirin dalam tafsir ayat yang menceritakan anak yang dibunuh oleh nabi Khidir ‘Alaihis Salam, setelah itu dia berkata “Allah akan menggantikan anak yang kubunuh ini dengan anak yang baik”, ternyata anak yang dilahirkan itu seorang anak perempuan yang kemudian melahirkan 70 orang nabi dari keturunannya.Bahkan tidak senang dengan kelahiran anak perempuan adalah adat orang jahiliyah sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:

Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merahpadamlah) mukanya, dan dia sangat marah. la menyembunyikan dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya kedalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.(Q.S. An Nahl:52)

Sedangkan banyak di zaman ini orang yang dari tidak sukanya dengan anak perempuan tersebut sampai memukul istri yang melahirkannya, mengejeknya dan menjelek-jelekkannya, bahkan ada yang sampai mentalaqnya. Tidak sadar bahwa rahim seorang wanita cuma wadahbagi janin, sedangkan yang menyalurkan air sperma dia, dan yang menentukan laki atau wanita adalah spermanya. Jadi kalau ada yang pantas dijelekkan dicaci dan lain-lain misalnya adalah suami itu sendiri.

  1. Memberi Selamat atas Kelahiran Anak Memberi ucapan selamat merupakan suatu yang menyenangkan orang lain oleh karena itu agama mensunahkan untuk memberi ucapan selamat kepada orang tua dari anak yang baru dilahirkan, sebagaimana Allah memberi ucapan selamat kepa­da nabi Zakaria dan nabi Ibrahim ‘Alaihimas Salam:

Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabargem-bira kepadamu akan (beroleh) anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan sesudah Ishaq (lahir pula) Ya’qub.

Sedangkan sebaik-baiknya ucapan selamat kepada orang tua yang baru melahirkan seorang anak adalah yang diriwayatkan dari imam Hasan Al-Basri:

بُوْرِكَ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبَلَّغَ رُشْدَهُ وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Semoga Allah memberkati kamu di dalam anak tersebut, semoga engkau mensyukuri Dzat yang memberikan anak tersebut dan semoga Allah membesarkan anak tersebut dengan kebaikan dan menjadikannya berbakti kepadamu.

  1. Mengumandangkan Azan dan Iqomah Di antara hal yang disunnahkan untuk bayi yang baru dilahirkan adalah mengumandangkan azan di telinga kanan dan iqomah di telinga kirinya, sebagaimana hal itu dilakukan Rasulullah Shallal­lahu ‘Alaihi Wasallam kepada Al-Hasan dan Al-Husain radliallahu ‘anhuma
  2. Melakukan Tahnik dengan Kurma dan lain-lain Dan di antara yang disunnahkan kepada bayi yang baru dilahirkan adalah tahnik dengan meminta ke­pada orang yang sholeh atau orang alim mengunyah sampai halus buah kurma atau yang lainnya lalu di masukkan ke mulut si bayi mengharapkan barokahnya sebagaimana itu dilakukan oleh Rasu­lullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada shaha-bat Abdullah bin Zubair radliallahu ‘anhu dalam hadits yang diriwayatkan imam Bukhari dan Mus­lim,

عَنْ أَسْمَاء بِنْتِ أَبِيْ بَكْرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ I حَنَّكَ عَدَدًا مِنْ أَبْنَاءِ الصَّحَابَةِ رِضْوَانُ الله عَلَيْهِم أَجْمَعِيْنَ وَمِنْ هَؤُلاَءِ الصَّحَابِيْ الْجَلِيْلِ ابنُ زُبَيْرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ فَقَدْ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ فِيْ قُبَّاءَ أَوَّلَ نُزُوْلِهَا اَلْمَدِيْنَةَ وَهِيَ مُهَاجِرَةً بَعْدَ أَنْ حَمَلَتْ بِهِ فِي مَكَّةَ فَأَتَتْ بِهِ رَسُوْلَ الله I فَوَضَعَهُ فِي حِجْرِهِ فَدَعَا بِتَمْرَةٍ فَمَضَغَهَا ثُمَّ تَفَلَ فِي فِيْهِ فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ دَخَلَ جَوْفَهُ رِيْقُ رَسُوْلِ اللهِ I ثُمَّ حَنَكَهُ بِالتَّمْرَةِ وَدَعَا لَهُ وَبَرَكَ عَلَيْهِ وَكَانَ أَوَّلَ مَوْلُوْدٍ وُلِدَ فِي الإِسْلاَمِ لِلْمُهَاجِرِيْنَ فِي الْمَدِيْنَةِ، قَالَتْ أَسْمَاءُ فَفَرَحُوْا بِهِ فَرَحًا شَدِيْدًا لأَنَّهُمْ قِيْلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ إِنَّ الْيَهُوْدَ قَدْ سَحَرَتْكُمْ فَلاَ يُوْلَدُ لَكُمْ (رواه البخاري والمسلم)

Dari Asma’ binti Abu Bakar Ra: Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melakukan Tahnik kepada beberapa orang dari anak-anak shohabat radliallahu ‘anhum, di antaranya shohabat besar Abdullah bin Zubair radliallahu ‘anhu yang telah dilahirkan ibunya di kuba’ ketika pertama kali tiba di Madinah setelah beliau mengandungnya di kota Makkah, lalu dibawa kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu oleh nabi diletakkan di pangkuannya kemudian beliau meminta kurma lalu mengunyahnya serta meludahinya dan meletakannya di mulutnya, maka pertama kali yang masuk kedalam mulutnya adalah ludah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kemu­dian mendoakannya dan memberkatinya, dan ia adalah anak pertama kali yang lahir dalam Islam bagi para muhajirin di kota Madinah, maka berkata sayidatuna Asma’ binti Abu Bakar, maka bergembiralah mereka dengan kelahirannya karena dikatakan kepada kaum muslimin bahwasanya orang Yahudi telah menyihir mereka sehingga mereka kaum muslimin tidak bisa melahirkan seorang pun. (H.R. Bukhori-Muslim)

  1. Melakukan Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih dua ekor kambing jika si bayi laki-laki dan seekor jika perempuan, sebagai tanda syukur kita kepada Allah atas kelahiran anak tersebut dan juga berdasarkan hadits nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيِّ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ، سَمِعْتُ رَسُوْلَ الله

I  (يَقُوْلُ ”مَعَ الْغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ، فَأَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيْطُوْا عَنْهُ الأَذَى“ (رواه البخار

Bersabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Bersama kelahiran seorang anak Aqiqah, maka tumpahkanlah untuknya darah dan bersihkan kotorannya”.(H.R. Bukhori)

Dan lebih baik dilakukan aqiqah setelah 7 hari dari kelahirannya atau 21 hari atau 40 hari dan jika belum sempat maka kapan saja walaupun anak itu sudah besar atau sudah meninggal. Dan bagi yang tidak mampu menyembelih kam­bing, tidak mengapa ikut pendapat Ibnu Abbas RA yang berpendapat bahwa dalam aqiqah yang penting menumpahkan darah walaupun seekor angsa atau ayam, dan tidak mengapa jika aqiqah itu dila­kukan bersamaan dengan kurban (menyembelih kambing dengan niat kurban sekaligus aqiqah).

  1. Memilih Nama Yang Baik Bagi Bayi Jadi sunnah ketika bayi tersebut lahir cepat-cepat memberi nama dan khilaful aula hukumnya jika diakhirkan lebih dari 7 hari, dengan nama-nama yang baik yang Islami sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

 (إِنَّكُمْ سَتُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَحَسِّنُوْا أَسْمَاءَكُمْ (رواه أبو داود

Kamu sekalian nanti dihari kiamat akan dipanggil de­ngan nama kalian dan nama ayah kalian, maka baguskanlah nama-nama kalian.(H.R. Abu Daud)

Dan sebaik-baik nama adalah nama yang disandingkan dengan nama Allah serta nama-nama para nabi dan nama orang-orang yang soleh sebagaima­na sabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

تَسَمُّوْا بِأَسْمَاءِ الأَنْبِيَاءِ

Bersabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Pakailah untuk nama-nama kalian dengan nama para Nabi.”(H.R. Ahmad)

إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَبْدَ اللهِ وَعَبْدُ الرَّحْمن

Bersabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Paling disenanginya nama kalian oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.”(H.R. Muslim)

  1. Menyunat Anak Tersebut

Menyunat anak, baik laki-laki maupun wanita hukumnya wajib, dalam madzhab imam Syafi’i radliallahu ‘anhu dengan dalil, Rasulullah bersabda:

إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ

Jika bertemu dua hal yang disunat maka wajib mandi.(H.R. Turmudzi)

Imam Syafi’i berkata diambil istinbat dari kata-kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Dua hal yang dikhitan berarti perempuan pun juga wajib dikhitan.”

Adapun yang wajib dikhitan dari laki-laki adalah kulit yang menutup penis (kepala zakar) sedang dari wanita memotong sedikit dari ujung klitorisnya.

  1. Membaca Surat Al-Ikhlas dengan Al-Qadar Diriwayatkan dari para ulama’ bahwasanya jika dibaca surat Al-Ikhlas di telinga kanan dan Al-Qadar di telinga kirinya maka si anak tidak akan pernah melakukan zina sepanjang hidupnya.
  2. Menggundul Kepalanya

Dan di antara hal yang disunnahkan terhadap bayi yang baru dilahirkan adalah mencukur rambutnya sampai botak atau dengan mencukur sebagiannya kemudian bersedekah dengan emas seberat rambut yang dipotong, jika berat rambutnya satu gram maka bersedekah dengan uang seharga emas satu gram dan begitu seterusnya sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:

I أَمَرَ فَاطِمَةَ رَضِيَ الله عَنْهَـا فَقَالَ زِنِيْ شَعْرَ الْحُسَيْنِ وَتَصَدَّقِيْ بِزِنَتِهِ ذَهَبًا وَاعْطِي الْقَابِلَةَ رِجْلَ الْعَقِيْقَةَ

Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyuruh sayidatuna Fatimah seraya berkata:” timbanglah rambut Al-Husain dan bersedekahlah emas seberat rambut itu dan berikanlah kaki kambing aqiqah kepada bidan yang membantu melahirkan.(H.R. Hakim)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives