Keistimewaan Bulan Ramadlan

Keistimewaan Bulan Ramadlan

9948305693

Bulan Ramadlan merupakan bulan yang kesembilan dari bulan-bulan Arab, dan bulan ini adalah paling Afdlolnya (utamanya) bulan-bulan Allah. Bulan ini dinamakan pula dengan bulan kesabaran, karena bulan ini kita dituntut untuk bersabar, juga dinamakan bulan perluasan, karena pada bulan ini kita juga dituntut untuk menginfakkan sebagian harta kita untuk meluaskan (membantu) orang-orang yang butuh (dari fakir dan miskin). Dan dinamakan juga dengan bulan Ramadlan karena bulan ini meleburkan dosa-dosa, diambil dari kata-kata رَمَضَ yang berarti meleburkan.

Adapun ayat serta hadits yang menunjukkan afdlolnya bulan Ramadlan cukup banyak, diantaranya:

  1. Firman Allah SWT. di dalam surat Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ

Yang artinya : “(Beberapa hari yang ditentukan ialah bulan) Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petun­juk itu, dan pembeda (antara yang hak dan bathil), karena itu barangsiapa di antara kalian menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu”.

  1. Sabda Rasulullah SAW:

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ عَنِ النَّبِيّ  قَالَ: ”مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ“ (متفق عليه

Yang artinya: “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadlan karena iman kepada Allah SWT dan mengharapkan pahala darinya maka Allah akan mengampuni dosanyayang sudah lalu”. [Muttafaq ‘Alaih]

Rasulullah SAW juga bersabda:

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ قَالَ: إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ“ (رواه البخاري ومسلم)

Yang artinya : “Apabila datang bulan Ramadlan dibuka pintu-pintu surga, dan ditutup pintu-pintu neraka dan diikat syaitan-syaitan”. [HR. Bukhori dan Muslim]

Leave a comment

Your email address will not be published.

*