Website Resmi Habib Segaf Baharun

Bagaimanakah Puasa Wanita Haid Dan Nifas?

puasa_haid-nifas Bagi wanita haid dan nifas haram hukumnya berpuasa dan jika darahnya keluar saat berpuasa, maka batallah puasanya namun wajib mengqodlo’nya sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwa¬yatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْهَا قَالَتْ: ”كَانَ يُصِيْبُنَا ذلِكَ (الْحَيْضُ) فُنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ“ (رواه البخاري ومسلم)

Yang artinya :” Di zaman Rasulullah kami menga-lami haid dan kami diperintahkan untuk mengqodlo’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqodlo’ shalat “. [HR. Bukhari dan Muslim]

Dan jika darahnya berhenti di siang Ramadlan maka sunnah baginya untuk imsak sampai maghrib. Hikmah syara’ melarang wanita haid dan nifas untuk berpuasa, karena mengeluarkan darah haid dan nifas dapat melemahkan badan, sedangkan berpuasa juga melemahkan badan, maka berkumpullah dua hal yang melemahkan badan, maka dilaranglah berpuasa atas wanita haid dan nifas.
Dan hikmah diwajibkannya mengqodlo’ puasa dan tidak wajib mengqodlo’ shalat karena ibadah puasa jumlahnya sedikit, lain halnya dengan shalat. Bayangkan jika diwajibkan untuk mengqodlo’ shalat, pasti akan menyulitkan. Karena misalnya jika seorang wanita kebiasaan haidnya 7 hari, maka shalat yang wajib diqodlo’ adalah 5 waktu kali tujuh hari, sama dengan 35 waktu. Atau jumlah raka’at shalat setiap hari 17 raka’at dikali 7 hari, sama dengan 119 raka’at dan pasti hal itu akan menyulitkan.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives