Website Resmi Habib Segaf Baharun

Inilah yang harus dilakukan pada seorang pembunuh!!

pembunuhan sengaja

Hak hak yang berkaitan dengan pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja

Perlu diketahui bahwa setiap pelaku pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja akan berkaitan dengannya tiga kewajiban hak yang harus dilaksanakan sebagai berikut :

  • Hak Alloh swt, yaitu dengan cara bertaubat kepada Alloh swt dengan taubat yang nasuhah dan membayar kaffaroh karena membunuh (memerdekakan seorang budak dan jika tidak mampu maka berpuasa selama dua bulan berturut turut).
  • Hak ahli waris, yaitu dengan menyerahkan diri kepada mereka untuk mendapatkan hukuman qishos atau membayar diyah sebagai gantinya jika mereka memaafkan dan membeerikan ampunan kepadanya.
  • Hak mayyit, dan hal itu tergantung kepada mayyit kelak pada hari kiamat dimana setiap korban dari pembunuhan akan mengadukan pembunuhnya kepada Alloh swt sebagaimana hal itu disebutkan nabi saw dalam hadistnya.

Membayar diyah karena pembunuhan yang tidak disengaja

Maka setiap pelaku pembunuhan dengan pembunuhan yang tidak disengaja tetap harus membayar kepada ahli waris korban diyahnya, sedangkan diyah yang harus dibayarkan oleh pelaku pembunuhan katagori ini adalah diyah mukhoffafah yang berarti diyah yang diringankan yaitu dengan membayar 100 ekor unta akan tetapi diringankan hukumnya untuk pelaku karena tiga segi dibawah ini :

  • 100 ekor unta yang dibayarkan terdiri dari 5 jenis unta dibawah ini :
  1. 20 ekor unta betina dari jenis unta bintu makhod, yaitu unta betina yang berumur satu tahu masuk dua tahun dinamakan demikian karena ibunya yang dulu melahirkannya kini sudah saatnya kembali untuk mengandung anak berikunya.
  2. 20 ekor unta betina dari jenis unta bintu labun, yaitu unta betina yang berumur 2 tahun masuk 3 tahun dan dinamakan demikian dikarenakan induknya yang dulu melahirkannya kini sedang menyusui anak anak nya.
  3. 20 ekor jantan dari jenis ibnu labun, yaitu unta jantan yang berumur 2 tahun masuk 3 tahun.
  4. 20 ekor unta betina dari jenis unta hiqqoh, yaitu unta betina yang sudah saatnya bagi pejantannya untuk mengawininya dan berumur 3 tahun masuk 5 tahun.
  5. 20 ekor unta betina dari jenis jadza’ah, yaitu unta betina yang sudah tanggal gigi depannya dan berumur 4 tahun masuk 5 tahun.
  • Yang diharuskan untuk membayar diyahnya adalah Aqilah dari pelaku, dan bukan dari harta pelaku sendiri, sedangkan yang dimaksudkan denga Aqilah disini adalah keluarga pelaku dari golongan ahli waris Asobah (mereka yang berhak mendapatkan harta waris dengan cara Asobah) yang sudah mukallaf yaitu dari kalangan mereka yang sudah mencapai batas baligh dan berakal selain orang tua dan anak cucu  yang tergolong orang kaya atau sederhana, sedangkan yang tergolong miskin dari kalangan Aqilah tidak wajib ikut urunan membayar diyahnya pelaku.

Didahulukan dalam wajibnya membayar diyah disini yang lebih dekat kekerabatannya kepada pelaku maka jika saudaranya terdapat yang kandung dan yang seayah didahulukan yang saudara kandung dan jika kerabat dekatnya tidak mampu membayarnya baru dimasukkan kerabat jauhnya sesuai dengan tertib mereka dalam ahli waris dari golongan Asobah.

Dan disyaratkan pada Aqilah yang wajib menanggung diyah pelaku lima hal di bawah ini:

  • Seorang laki laki , dan tidak wajib atas kerabat pelaku dari kalangan wanita
  • Seorang meredeka, maka tidak wajib atas kerabat yang statusnya sebagai budak.
  • Seorang mukallaf, yaitu seorang muslim yang sudah baligh dan berakal.
  • Seorang yang satu agama dengan pelaku, maka aqilah pelaku yang bukan beragama islam maka tidak harus menanggung diyah pelaku.
  • Bukan Seorang yang miskin akan tetapi termasuk katagori kaya atau sedeerhana , dan jika mereka tidak mau melaksanakan atau tidak didapatkan Aqilah nya atau yang memenuhi sarat dari mereka maka diambil dari baitul mal jika terbentuk dan jika tidak terbentuk baitul mal maka diambil dari harta pelaku.

Sedangkan hikmah Aqilah aau keluarga pelaku yang membayarkan dan menanggung diyahnya dikarenakan dahulu kala pada masa jahiliyah mereka memasang bada untuk membentengi pelaku dari ahli waris korban dari menuntut haknya dengan membalaskan dendam terhadapnya maka syari’ mengganti dan merubah bentuk solidaritas mereka dengan mereka melakukan patungan untuk membayarkan diyahnya.

  • Pembayaran diyahnya dicicil selama tiga tahun, karena mereka para kerabat pelaku dari golongan Asobah menanggung pembayaran diyah pelaku hal itu terhitung sebagai bantuan dan menolong pelaku yang masih kerabatnya dengan melepaskan kesulitannya, maka dikarenakan tujuan utamanya semacam itumaka pantas jika syariat islam memberikan keringanan kepada mereka dalam pembayaran diyah pelaku.

Sedangkan tiga tahun tempo yang di berikan oleh syariat islam dalam pembayaran diyah katagori ini terhitung dari mulai kematian korban, dan jika tindak pidananya selain pembunuhan maka terhitung dari terjadinya tindak pidana tersebut, akan tetapi tidak diambil diyahnya kecuali setelah kering lukanya.

Dan perlu diketahui bahwa pembayaran diyah mukhoffah (diyah yang diringankan) macam ini dapat berubah menjadi diyah mugholladhoh (diayah yang diperberat hukumnya) yang diperberat hukumnya sehingga 100 ekor unta yang wajib dibayarkan dibagi menjadi tiga macam (30 ekor  unta betina dari jenis hiqqoh, 30 ekor unta jadza’ah dan 40 ekor unta yang sedang hamil) dalam tiga hal berikut :

  1. Jika yang menjadai korban adalah kerabat yang masih ada hubungan mahrom karena nasab  dengan pelaku seperti anak perempuan pelaku, ibu pelaku, saudara perempuan pelaku dan lain sebagaianya, lain halnya jika korban ada hubungan mahrom dengan pelaku akan tetapi bukan karena nasab akan tetapi karena sesusuan atau periparan seperti anak sesusuan atau ibu mertua maka pembayaran diyah dari katagori ini tetap mukhoffafah atau diringankan hukumnya .
  2. Jika terjadi tindak pidana tersebut pada bulan bulan harom, yaitu bulan rajab, dzul qo’dah,dzul hijjah dan bulan muharrom maka jika tindak pidana itu terjadi pada bulan bulan tersbut maka dberatkan hukumnya menjadi pembayaran diyah mugholladhoh.
  3. Jika terjadi tindak pidana tersebut ditanah harom, yang dimaksudkan disini adalah tanah harom makkah bukan madinah, baik pelaku dan korban berada ditanah harom atau salah satunya berada ditanah harom sedangkan yang lain tidak maka jika terjadi tindak pidana ditanah harom makkah maka pembayaran diyahnya diperberat hukumnya menjadi pembayaran diyah mugholladhoh.
  4. Pembayaran diyah krena membunuh semi sengaja, yaitu disebut pembayaran diyah mutawassithoh , maka pembayaran diyah macam ini diringankan hukumnya oleh syariat islam dalam dua segi dibawah ini :
  • Yang harus membayarkannya adalah Aqilah dari pelaku.
  • Pembayarannya dicicil selama tiga tahun

Dan diberatkan macam diyah ini Dario satu segi saja yaitu unta yang wajib dibayarkan harus dibagi menjadi tiga macam yaitu 30 ekor  unta betina dari jenis hiqqoh , 30 ekor unta jadza’ah dan 40 ekor unta yang sedang hamil

Dan hukum pembayaran  tiga macam diyah tersebut diatas bukan hanya berlaku dalam tindak pidana pembunuhan saja akan tetapi jika menyangkut tindak pidana selain pembunuhan.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives