Website Resmi Habib Segaf Baharun

Sholat Di Masjid Atau Di Rumah ???

shalat dirumahSebuah hadits Rasulullah SAW menyebutkan:

 

من صلى أربعين يوما فى جماعة يدرك التكبيرة الأولى كتب له براءتان : براءة من النار وبراءة من النفاق

“Seorang yang melaksanakan shalat lima waktu secara berjama’ah selama empat puluh hari, akan ditulis baginya dua kebebasan, yaitu dibebaskan dari api neraka dan dibebaskan dari kemunafikan.”

Beliau SAW juga bersabda:

 

من مشى الى صلاة مكتوبة فى الجماعة فهي كحجة  و من مشى الى صلاة تطوع فهي كعمرة نافلة

“Seorang yang berjalan menuju shalat lima waktu berjama’ah, pahalanya seperti pahala orang yang melaksanakan ibadah haji; dan siapa yang berjalan menuju shalat sunnah, pahalanya seperti pahala orang yang melaksanakan ibadah umrah sunnah.”

Akan tetapi perlu diketahui, semua amal ibadah kita tidak diterima Allah SWT kecuali sesuai dengan cara dan syari’at yang diajarkan Rasulullah SAW. Terkait dengan itu, pertanyaan Anda ini sangat bagus, karena dengan pertaanyaan itu kita bisa mengetahui apakah ibadah kita itu sesuai dengan ajaran nabi kita, Muhammad SAW, ataukah sebaliknya.

 

Shalat Berjama’ah

Terdapat perbedaan dalam hukum berjama’ah pada shalat wajib lima waktu antara laki-laki dan perempuan. Bagi laki-laki, shalat berjama’ah itu hukumnya fardhu kifayah, sehingga, bila di suatu desa atau di suatu daerah ada di antara mereka yang shalat berjama’ah, gugurlah kewajiban berjama’ah bagi lainnya. Akan tetapi apabila mereka semua tak ada yang melaksanakannya, seluruh penduduk desa itu mendapat dosa.

Adapun bagi perempuan, shalat berjama’ah itu hukumnya tidak wajib, melainkan sunnah.

Dalam hal wanita yang shalat berjama’ah di masjid, lebih baik bagi mereka untuk melaksanakannya di rumah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

 

لا تمنعوا نسائكم المساجد وبيوتهن خير لهن

“Janganlah kalian melarang istri-istri kalian ke masjid, dan rumah-rumah mereka (wanita) itu lebih baik bagi mereka.”

Bolehnya shalat berjama’ah di masjid bagi wanita hanya pada mereka yang sudah tua, yang tak mempunyai daya tarik syahwat bagi pria. Adapun untuk wanita yang cantik, yang mempunyai daya tarik kepada syahwat pria, baik wanita itu muda ataupun tua, makruh hukumnya mereka keluar shalat berjama’ah di masjid, sebagaimana disebutkan:

 

روي ان النبي صلى الله عليه وسلم نهى النساء فى الخروج إلا عجوزا فى منقلها

“Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang para wanita keluar kecuali yang sudah tua dan lemah, yang berjalan dengan sepatu khufnya.”

Namun, penting diingat, itu semua bisa menjadi haram bila wanita itu keluar tanpa izin suaminya, atau terjadinya suatu fitnah atau kemaksiatan dengan keluarnya wanita itu ke masjid, seperti keluar dengan aurat yang terbuka, memakai wangi-wangian, menampakkan perhiasan, saling memandang antara pria dan wanita dengan syahwat, dan kemaksiatan lainnya, sebagaimana yang banyak terjadi di zaman sekarang ini.

Maka, apabila terjadi hal-hal tersebut, haram hukumnya bagi semua wanita untuk keluar ke masjid untuk shalat berjama’ah, sebagaimana Sayyidatuna Aisyah RA berkata:

 

لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء لمنعهن المسجد كما منعت نساء بني اسرائيل

“Andaikan Rasulullah SAW melihat apa yang terjadi dengan para wanita sekarang, sungguh beliau akan melarang mereka untuk keluar ke masjid, sebagaimana telah dilarang atas wanita Bani Israil.”

Dari uraian di atas, lebih baik kaum pria tetap shalat berjama’ah di masjid, sedangkan kaum perempuan  lebih baik shalat berjama’ah dengan anak atau saudaranya di rumah, agar terhindar dari fitnah-fitnah maksiat yang terjadi di zaman sekarang ini.

Wallahu a’lam.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives