Hukum Wanita Haid dan Nifas dalam Haji,,,,!!

Hukum-Wanita-Haid-dan-Nifas-dalam-Haji

Wanita haid dan nifas dalam masa haji tidak terlepas dari tiga keadaan dibawah ini:

  1. Wanita yang mengeluarkan darah haid setelah mengerjakan Thawaf Ifadlah,jika hal itu terjadi maka dianggap selesai pekerjaan hajinya, karena selain thawaf tidak disyaratkan thaharah (suci dari hadats). Adapun Thawaf Wada’ jika dia belum suci setelah melewati bangunan Makkah ketika akan pulang ke negaranya, maka gugurlah kewajiban Thawaf Wada’.
  2. Wanita yang mengeluarkan darah haid sebelum mengerjakan Thawaf Ifadlah, maka yang wajib dia lakukan adalah bersabar hingga suci untuk melakukan thawaf. Jika tidak memungkinkan baginya tinggal di Makkah karena rombongannya akan berangkat, atau karena tidak ada yang menemaninya, maka hendaknya dia pergi ke suatu tempat di luar Mak­kah yang tidak memungkinkan untuk kembali ke Makkah, kemudian dia bertahallul dengan Tahallul Ihshar yaitu dengan menyembelih kambing dan bergunting dengan niat ta­hallul. Lalu jika haji yang dilakukan adalah haji fardlu, maka wajib melakukannya di masa yang akan datang, tetapi jika hajinya adalah haji sunnah, maka tidak wajib mengulanginya.
  3. Wanita yang haid yang berihram Haji Tamattu’, jika dia su­ci sebelum wuquf, maka dia harus melakukan Umroh terlebih dahulu kemudian berihram haji, tetapi jika belum suci sampai datang waktu wuquf, maka dia masukkan ihram haji ke dalam ihram umrahnya, berarti dia melaksanakan Haji Qiran.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*