Memenuhi Panggilan Allah dalam Haji dan Umroh??

pergi-hajiPengertian tentang Ibadah Haji

Menunaikan Ibadah Haji adalah rukun Islam yang kelima. Ibadah Haji juga diwajibkan oleh Allah atas umat yang terdahulu, bahkan tidak ada seorang Nabi pun yang diangkat oleh Allah kecuali telah menunaikan Ibadah Haji. Orang pertama yang menunaikan Ibadah Haji adalah Sayyidina Adam As. Beliau telah menunaikannya sebanyak 40 kali dengan berjalan kaki.

Kewajiban Haji menurut Madzhab Syafii diwajibkan pada tahun ke-6 Hijriyah. Oleh karenanya Ibadah Haji dalam Madzhab Imam Syafii kewajibannya adalah Alat Tarokhi (tidak wajib dengan segera) karena Nabi Muhammad SAW tidak menunaikannya setelah Fathu Makkah pada tahun ke-8 Hijriyah, akan tetapi diakhirkan sampai ke tahun ke-10 Hijriyah. Ini menun-jukkan bahwa kewajiban Haji adalah kewajiban Alat Tarokhi Walaupun demikian jika seseorang sudah memenuhi syarat untuk menunaikan Ibadah Haji, maka dia wajib berniat untuk menunaikannya di waktu yang akan datang dan jika tidak berniat maka dia berdosa, tetapi jika dia meninggal sebelum menunaikannya (setelah memenuhi syarat), maka dia meninggal dalam keadaan maksiat, walaupun dia telah berniat menunaikannya dan wajib atas ahli warisnya untuk menyewa orang untuk melakukan Haji Badal.

Kewajiban Haji menjadi Alal Faur (wajib dengan segera) dalam empat perkara :

  1. Apabila dia takut kehilangan hartanya
  2. Apabila takut binasa karena penyakit
  3. Apabila dia yakin akan mati tidak lama lagi
  4. Apabila dia bernadzar

 

Definisi Ibadah Haji dan Umroh

  1. Ibadah Haji adalah berniat ke Baitullah (Masjidil Harom) dalam bulan tertentu untuk menunaikan Ibadah Tawaf, Sa’i dan Wuquf di padang Arofah dengan mengikuti syarat-syarat dan kewajiban didalamnya.
  2. Ibadah Umroh adalah berziarah ke baitullah (Masjidil Harom) untuk menunaikan Ibadah yang berupa Tawaf, Sa’i dan lain-lain dengan mengikuti segala syarat dan ketentuan didalamnya.

 

Hukum Ibadah Haji

  1. Fardu ‘ain

Haji menjadi wajib atas seorang muslim jika mampu melakukannya atau telah memenuhi syarat-syaratnya.

  1. Fardu Kifayah

Haji wajib atas semua kaum muslimin untuk menghidupkan Ka’bah dengan melakukan Haji setiap tahunnya. Jika ada yang sudah melakukannya maka yang lainya tidak berdosa, tetapi jika tidak ada yang melakukannya maka mereka berdosa semua.

  1. Sunnah, seperti Haji kedua dan seterusnya, Hajinya anak kecil dan hamba sahaya dan lain sebagainya.
  2. Makruh

Haji menjadi makruh bagi orang yang takut atau ragu-ragu atas keselamatannya, juga Hajinya orang yang tidak mampu, yang hajinya mengandalkan minta-minta pada orang lain atau mengemis.

  1. Haram

Haji menjadi haram atas seorang wanita yang berhaji tanpa Muhrimnya atau tanpa perempuan-perempuan yang dipercaya. Begitu pula haram jika yakin bepergiannya akan menemui bahaya.

 

Kewajiban Ibadah Haji dan Umroh

Kewajiban Haji dan Umroh atas orang Islam hanya sekali dalam hidupnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim :

Artinya :

Rasulullah SAW berkhotbah seraya berkata : Wahai manusia, Allah telah mewajibkan atas kalian Ibadah Haji, maka kerjakanlah. Maka bangun salah satu Sahabat dan berkata : Apakah setiap tahun wahai Rasulullah ? Rasulullah diam tak menjawab, begitu pula yang kedua kalinya sampai ketiga kalinya Rasulullah bersabda Apabila aku katakan Ya, maka akan menjadi wajib, dan jika sudah wajib pasti kamu tidak akan bisa.”

 

Ibadah Haji tidak akan menjadi wajib ‘ain setelah Hajjatul Islam, kecuali jika bernadzar.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.

*