Menceraikan Istri Ketika Haid… Hukumnya???

cerai

Menthalaq isteri di waktu haid hukumnya haram, dan sun-nah baginya untuk meruju’nya sampai isterinya suci, dan setelah suci terserah suaminya mau menthalaq lagi atau tidak. Sebagaimana firman Allah SWT:

إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ (الطلاق : 1)

Apabila kamu menceraikan isteri-isteri kamu, maka hendaklah kamu menceraikan merekapada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar).
(Q.S. Ath Thalaq : 1)

Adapun sebab dilarangnya menthalaq di waktu isteri haid, karena akan memperpanjang masa iddahnya, karena masa haid tidak dihitung termasuk dari masa iddahnya akan tetapi dihitung mulai setelah sucinya, kecuali di dalam 5 masalah di bawah ini, maka menthalaq istri di saat haid tidak haram:

  1. Jika sang suami mengatakan padanya kamu aku talaq pada akhir haidmu atau bersamaan dengan akhir haidmu.
  2. Jika istri yang dithalaq belum pernah disetubuhi, maka boleh menthalaqnya walaupun dalam keadaan haid, karena tidak mempunyai iddah.
  3. Jika istri waktu terjadi thalaq sedang hamil dari suami, maka tidak haram menthalaqnya saat itu karena iddahnya akan selesai dengan melahirkan.
  4. Jika thalaq sang suami thalaq khulu’, yaitu menthalaq istri dengan imbalan harta dari sang istri, misalnya istrinya mengatakan jika kamu thalaq aku, maka aku beri kamu sebuah mobil, lalu sang suami menthalaqnya, maka tidak haram jika terjadi pada waktu haid karena besarnya permintaan istri.
  5. Jika terjadi perselisihan antara suami dan istri lalu berkumpullah utusan keluarga suami dan istri kemudian kedua belah pihak sepakat jalan keluarnya adalah bercerai, maka tidak haram walaupun terjadi saat istri haid.

Dan semua larangan yang telah disebutkan haram hukum­nya atas wanita haid dan nifas sampai dia mandi besar, kecuali thalaq dan puasa maka boleh baginya walaupun sebelum mandi besar.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*