Mengapa Murtad??

images

 

Murtad adalah seorang muslim yang keluar dari agama Islam

Perbuatan kemurtadan merupakan perbuatan dosa yang mengkafirkan seseorang dan paling dibenci dari macam-macam kekafiran sebagaimana firman Allah SWT :

Artinya: Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah 217).

Artinya: Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Al Imron 85).

Syarat Seseorang Dihukumi Murtad
Bukan semua orang yang melakukan sebab-sebab kemurtadan dianggap murtad akan tetapi seseorang yang dianggap sah talaknya jika menceraikan istrinya yaitu seorang yang memenuhi syarat berikut ini :
1) Seorang yang berakal, maka tidak berpengaruh apapun yang dilakukan atau dikatakan oleh seseorang yang gila dalam agamanya.
2) Seorang yang sudah baligh, maka tidak dianggap murtad seorang anak yang belum baligh jika melakukan hal-hal yang memurtadkan seseorang yang sudah dewasa (baligh), sedangkan seorang anak dianggap baligh jika mengalami salah satu dari tiga hal di bawah ini :
• Genap berumur lima belas tahun dengan hitungan tahun-tahun hijriyah.
• Mengeluarkan air sperma, baik disengaja seperti onani/masturbasi atau tidak seperti mimpi basah.
• Jika seorang anak perempuan telah mengalami haid/menstruasi.
3) Seorang yang tidak terpaksa, maka tidak dihukumi murtad jika seseorang dipaksa melakukan sesuatu yang memurtadkannya, asalkan paksaan yang terjadi pada dirinya dianggap suatu paksaan dalam agama yaitu yang memenuhi syarat berikut ini :
• Seseorang yang memaksanya adalah seseorang yang mampu untuk membuktikan ancamannya, lain halnya jika yang memaksa adalah seorang anak yang masih kecil yang mengancam akan membunuhnya jika dia tidak melakukan sesuatu yang dipaksanya, maka yang semacam ini tidak dianggap paksaan dalam agama islam karena si anak itu tidak mampu membuktikan ancamannya.
• Seseorang yang dipaksa tidak mampu mengatasi ancaman dari orang yang memaksanya, lain halnya jika yang memaksanya adalah seorang anak kecil, seorang yang sudah tua renta, seorang yang sedang sakit dan terkulai lemas maka yang semacam ini tidak dianggap paksaan dalam agama islam karena yang dipaksa sudah pasti dapat mengatasi ancaman orang yang memaksanya.
• Paksaan orang yang memaksa terjadi saat itu juga, lain halnya jika seseorang dipaksa untuk melakukan sebab-sebab kemurtadan esok hari akan tetapi orang itu telah melakukannya saat itu juga maka orang tersebut dianggap murtad karena paksaan yang disebutkan oleh orang yang memaksanya belum tiba waktunya.
• Tidak tampak dia melakukan hal-hal yang dipaksakan kepadanya dengan kemauannya, lain halnya jika dia dipaksa untuk bersujud kepada patung satu kali akan tetapi dia melakukannya sebanyak tiga kali maka sujudnya yang kedua dan yang ketiga tidak dianggap melakukannya dengan terpaksa karena yang dipaksakan kepadanya hanya satu kali sujud dengan begitu dia dihukumi seorang yang murtad karenanya.

Perkara-perkara yang harus dilakukan oleh seorang yang murtad
Jika seorang muslim terlanjur murtad dengan melakukan sebab-sebab kemurtadan maka dia wajib melaksanakan perkara-perkara di bawah ini sesegera mungkin :
1) Wajib kembali memeluk agama islam, dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
2) Meninggalkan segala sebab-sebab yang menyebabkannya murtad.
3) Menyesal dengan apa yang telah terjadi pada dirinya, karena telah melakukan sebab-sebab kemurtadan.
4) Berjanji pada dirinya untuk tidak akan mengulanginya lagi di masa mendatang.
5) Wajib mengqodho’ kewajiban–kewajiban yang diwajibkan kepadanya selama dia murtad, jika dia murtad selama dua tahun maka dia diharuskan untuk mengqodho’ sholat-sholat lima waktunya selama dua tahun begitu pula puasa ramadhannya serta zakat mal dan zakat fitrahnya dan lain-lain.
Hukuman terhadap pelaku murtad
Sedangkan hukumnya wajib bagi imam atau hakim setempat memerintahkannya untuk bertaubat dari sebab-sebab kemurtadannya, jika dia telah bertaubat dengan cara dia mengucapkan dua kalimat syahadat maka dibiarkan dan dilepaskan, dan jika dia menolak untuk bertaubat maka hakim harus memancungnya dengan cara dipenggal lehernya dengan pedang dan dia dihukumi mati dalam keadaan kafir, adapula ulama yang mengatakan diberikan waktu untuknya bertaubat selama tiga hari dan jika berlalu tiga hari tersebut tetap dia menolak untuk bertaubat dengan kembali memeluk agama islam maka hakim wajib memancungnya.
Apabila seseorang yang murtad selalu mengulangi sebab-sebab kemurtadan setelah dia bertaubat karena perintah imam maka tetap diterima taubatnya dan dibiarkan dirinya, akan tetapi jika hal itu berulang sampai tiga kali maka wajib kepada hakim untuk memberikan ta’zir kepadanya.
Dan jika seorang yang murtad itu dipancung karena kemurtadannya maka dia dihukumi mati dalam keadaan kafir sehingga tidak boleh dikuburkan dalam perkuburan kaum muslimin, tidak boleh disholatkan tidak wajib dimandikan serta tidak wajib dikafankan dan dikuburkan boleh di buang begitu saja.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*