Jangan remehkan perbuatan ini! dosanya setara dengan berbuat zina!

bahaya zinaTabiat manusia itu senang dengan keindahan dan kenyamanan. Ini adalah suatu naluri yang tidak bisa dipungkiri oleh setiap insan. Di antaranya adalah memakai wewangian. Sebab wewangian yang semerbak memberikan nuansa tersendiri, melapangkan dada, dan menyenangkan hati. Sehingga wajar bila setiap insan menyukainya, bahkan wewangian itu menjadi kesukaan rasul kita yang mulia SAW. Sebagaimana Anas bin Malik RA berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda:

حبب الي من دنيا كم : النساء و الطيب ، وجعلت قرة عيني فى الصلا ة

“Aku suka dari dunia kalian tiga hal, yaitu wanita, wewangian, dan dijadikan penyejuk mataku shalat.” (HR Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi).

Dan beliau SAW tidak pernah menolak apabila ada seseorang memberikan minyak wangi, bahkan beliau memakruhkan seseorang menolaknya, sebagaimana sabda beliau SAW:

من عرض عليه طيب فلا يرد ه فإ نه خفيف المحمل و طيب الرائحة

“Barang siapa diberi wewangian, janganlah menolaknya, karena sesungguhnya wewangian itu ringan untuk dibawa dan harum baunya.” (HR Ahmad, An-Nasa’i, Muslim, dan Abu Dawud dari jalur riwayat Abu Hurairah).

Namun, hal ini pun tak terlepas dari aturan syari’at, yang sama sekali tidaklah merugikan kita, bahkan memberi keuntungan untuk kita, di dunia dan terlebih lagi di akhirat.
Adapun hukum memakai wewangian bagi wanita adalah sebagai berikut:
Dianjurkan (bisa wajib dan bisa sunnah). Sebagaimana kalau ia menggunakan wewangian di dalam rumah, tatkala bersama mahram, terlebih lagi tatkala bersama suami, sebab seorang istri disukai suami, salah satu sebabnya, karena si istri selalu menebar keharuman dari tubuhnya di hadapan sang suami. Sehingga sangat pantaslah kalau ia selalu memakai minyak wangi atau yang semisalnya dari wewangian yang diperkenankan, agar ia mendapatkan ridha Allah SWT dengan keridhaan suaminya, bahkan wajib hukumnya jika suaminya memerintahkannya untuk memakainya.
Begitu pula bagi wanita dianjurkan untuk memakai wewangian tatkala ia mau melaksanakan shalat sendirian ataupun berjama’ah bersama mahramnya atau sesama wanita.
Tidak dianjurkan (bisa makruh dan bisa haram). Memakai wewangian bagi wanita, adakalanya tidak dianjurkan, seperti jika ia memakai minyak wangi dan lainnya tatkala keluar rumah, baik ke masjid maupun ke tempat lainnya, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

إذ ا خرجت المرأ ة إلى المسجد فلتغتسل من الطيب كماتغسل من الجنابة

“Apabila seseorang perempuan keluar ke masjid hendaklah dia mandi (membersihkan diri) dari wewangian yang dipakainya sebagaimana dia mandi dari janabat.” (HR An-Nasa’i dari jalur riwayat Abi Hurairah).

Nabi SAW juga bersabda:

أيما امرأ ة تطيبت ثم خرجت إلى المسجد ، لم تقبل لها صلا ة حتى تغتسل

“Perempuan mana saja jika memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi terlebih dahulu (membersihkan dirinya dari wewangian tersebut).” (HR Ibnu Majah dari jalur riwayat Abu Hurairah).

Dan apabila wanita yang keluar dengan wangi-wangian itu mengundang fitnah, seperti menarik syahwat pria dengan keharumannya itu, hukumnya adalah haram, dan Rasulullah SAW menyamakannya dengan seorang pezina, sebagaimana sabda beliau SAW:

أيما امرأ ة استعطرت ثم خرجت فمرت على قوم ليجد و ا ريحها فهي زانية

“Perempuan mana pun yang memakai minyak wangi kemudian ia keluar lalu dia melewati segolongan kaum laki-laki supaya mereka mendapati (mencium) baunya, dia itu adalah perempuan zina.” (HR Ahmad, An-Nasa’i, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Thahawi dari jalur riwayat Abu Musa).

Oleh karena itu, kalau seorang wanita ingin keluar rumah, hendaknya ia tidak memakai wangi-wangian yang bisa tercium oleh pria ajnabi yang bukan mahramnya, cukup baginya menggunakan wewangian untuk menghilangkan bau badannya, agar ia terhindar dari fitnah dan dosa, dan mendapatkan ridha Allah SWT.
Wallahu a’lam.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*