Website Resmi Habib Segaf Baharun

Cara Mengeluarkan Zakat Perdagangan

zakat perdaganganSetiap pedagang tidak akan lepas dari salah satu hal di bawah ini:
1. Di akhir tahun dia masih mempunyai barang dagangan yang belum laku.
2. Di akhir tahun dia mempunyai uang yang disimpan di rumahnya atau di Bank, hasil laba dari perdagangan tersebut.
3. Di akhir tahun dia mempunyai uang yang ada pada pelanggannya yang belum dibayar atau belum jatuh tempo.

Maka bagaimana cara mengeluarkan zakatnya?
Jawabannya adalah sebagai berikut:
Yang pertama harus dihitung berapa harga barang yang masih ada dengan harga pasar bukan dengan harga waktu dibeli.
Contoh:
jika barang-barang yang ada di pasar seharga Rp 10.000, maka dihitung Rp 10.000, walaupun waktu dia beli dengan harga Rp 5.000, harus dihitung semuanya dan dicatat.
Yang kedua, harus didata/dihitung uang yang ada, baik di rumah maupun di Bank yang didapatkan dari perdagangan itu.
Yang ketiga, harus dihitung berapa uang yang ada pada pelanggan. Atau harga barang yang masih di pelanggan.
Dihitung semua dan dicatat, lalu dijumlahkan dan dikeluarkan 2,5 %.
Contoh:
Dari hal pertama di atas menghasilkan uang senilai Rp
10.000.000,
Dari hal kedua menghasilkan uang senilai Rp 25.000.000
Dari hal ketiga menghasilkan uang senilai Rp 15.000.000
Jadi jumlah semuanya adalah Rp 50.000.000, dari jumlah itulah zakatnya dikeluarkan yaitu 2,5 persennya, jadi seperti contoh di atas zakatnya sebanyak Rp 1.250.000
Dan perlu diingat bahwa barang yang tetap yang tidak untuk dijualbelikan, tidak dikenai zakat seperti etalase untuk menyimpan barang dagangan, kalkulator, meja dan macam-macam alat lainnya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives