Macam-macam cara mengerjakan Ibadah Haji !!!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Cara-cara mengerjakan Ibadah Haji ada tiga macam, sebagaimana ditetapkan oleh Ulama, dan boleh mengerjakannya dengan cara apa saja dari cara-cara dibawah ini:

1.Haji Ifrod, yaitu mengerjakan Haji dan Umroh dengan cara terpisah, misalnya:

  • Mengerjakan Haji tanpa Umroh.
  • Mengerjakan Haji terlebih dahulu, jika telah selesai maka dia mengerjakan Umroh.
  • Mengerjakan Umroh sebelum Bulan-bulan dibolehkannya mengerjakan ibadah Haji seperti Bulan Ramadlan dll, kemudian mengerjakan Ibadah Haji pada Bulannya.

Haji Ifrod Menurut Madzhab Syafi’i paling Afdolnya Haji, dengan syarat umrohnya dilakukan pada tahun itu juga (yaitu sisa-sisa hari setelah selesainya Haji dibulan Dzul Hijjah).

2.Haji Tamattu’, yaitu mengerjakan Umroh terlebih dahulu dalam bulan Haji, kemudian mengerjakan Haji dalam tahun yang sama, akan tetapi wajib atas orang yang mengerjakan cara ini membayar Dam, dengan 4 syarat, yaitu :

  • Dia bukan orang yang tinggal di Harom Makkah (yaitu orang yang tinggal di suatu kota, dimana jarak antara kota tersebut dengan Harom Makkah dibawah 84 Km), maka bagi orang yang tinggal ditempat tersebut tidak dikenakan Dam.
  • Dia mengerjakan Umroh dalam bulan-bulan Haji, maka bagi orang yang mengerjakan Umroh bukan dalam bulan-bulan Haji, tidak membayar Dam.
  • Dia mengerjakan Umroh dan Haji pada tahun yang sama, lain halnya jika pada tahun yang berbeda, maka dia tidak wajib membayar Dam walaupun Umrohnya dalam bulan-bulan Haji.
  • Dia tidak kembali ke Miqotnya atau yang sama jauhnya dari Miqotnya, jika dia kembali maka tidak wajib atasnya membayar Dam.

3. Haji Qiron, yaitu mengerjakan Haji dan Umroh secara serempak atau mengerjakan umroh saja pada bulan-bulan Haji, sebelum dia memulai Tawaf dia masukkan niat mengerjakan Haji dalam Umrohnya, akan tetapi wajib atas orang yang mengerjakan cara ini membayar Dam, dengan 2 syarat, yaitu:

  •   Dia bukan orang yang tinggal di Harom atau tinggal di suatu kota yang jaraknya kurang dari 84 Km dengan Makkah, maka bagi orang yang tinggal dikota tersebut tidak wajib membayar Dam.
  • Dia tidak kembali ke Miqotnya atau ke tempat yang sama jauhnya dengan Miqotnya, baik berupa Miqot atau lainnya setelah masuk Makkah, jika dia kembali ke Miqotnya atau ke tempat tersebut setelah masuk Makkah, maka tidak wajib atasnya membayar Dam. Tetapi jika dia kembali sebelum masuk Makkah, maka dia tetap wajib membayar Dam.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*