Website Resmi Habib Segaf Baharun

Menuduh Seseorang Membunuh (Qasamah) !!!

menuduh-seorang-membunuh   Kalimat qasamah dalam bahasa arab berarti bersumpah dan dinamakan demikian dikarenakan seseorang yang menuduh orang lain melakukan tindak pidana pembunuhan harus bersumpah sebanyak lima puluh kali untuk menunjukan keyakinannya dengan tuduhannya tersebut oleh karena itu juga dinamakan bab ini bab qosamah, lain halnya jika suatu tuduhan itu bukan berkaitan dengan pembunuhan misalnya hanya melukai korbannya mengambil hartanya dan lain sebagainya maka tidak dinamakan bab qosamah dan bukan termasuk pembahasan bab ini karena dasar hukum qasamah hanya berkaitan dengan tindak pidana pembunuhan.

Sedangkan modus atau gambaran bab ini adalah misalnya si Zaid menuduh Amar membunuh ayahnya dan si Zaid tidak mempunyai saksi yang memenuhi syarat dalam itu akan tetapi dia mempunyai bukti yang menunjukan akan kebenaran tuduhannya misalnya ada saksi tapi hanya satu orang laki-laki atau dua orang perempuan atau dua orang budak (kesaksian mereka bertiga tidak memenuhi syarat saksi pembunuhan dalam islam) atau si penuduh melihatnya dalam keadaan membawa senjata atau berlumuran darah sehingga kuat dugaan dialah pelakunya oleh karena itu Zaid berani menuduhnya dan berani bersumpah untuk tuduhannya tersebut sedangkan hukumnya adalah sebagai berikut :

 Hukum Jika Seseorang Melakukan Tuduhan Pembunuhan

          Sedangkan hukumnya jika tuduhan tersebut disertai dengan adanya bukti maka penuduh diwajibkan untuk bersumpah sebanyak lima puluh kali sumpah dengan mengatakan dalam sumpahnya sebagai berikut “Demi Allah Amar ini telah membunuh ayahku dengan sengaja”.

          Dan jika si penuduh sudah melaksanakan sumpah lima puluh kali maka tetap tidak dilaksanakan hukuman qishos terhadap pelaku karena sumpah tidak sama seperti dua orang saksi laki-laki yang disyaratkan untuk dilaksanakannya hukuman qishos terhadap pelaku sehingga sebagai gantinya yang tertuduh sebagai pelaku pembunuhan tersebuit diharuskan membayar diyatnya, sedangkan ukuran diyatnya tergantung kepada bentuk pembunuhan yang dituduhkan kepadanya, jika dia dituduh membunuhnya dengan sengaja maka si pelaku harus membayar diyat karena membunuh dengan sengaja dan jika dia menuduhnya membunuh dengan tidak sengaja maka si pelaku diwajibkan membayar diyat karena membunuh tidak sengaja.

Dan seandainya ahli warisnya berjumlah lebih dari satu orang maka lima puluh sumpah yang diwajibkan dalam tuduhan qasamah di bagi ratakan menurut jumlah ahli warisnya sesuai dengan hak mereka dalam harta waris korban misalnya ahli warisnya berjumlah lima orang yang terdiri dari anak-anak korban maka lima puluh di bagi ratakan pada lima orang tersebut berarti masing-masing bersumpah sepuluh kali dan qiyaskanlah contoh-contoh yang lain dengan contoh ini.

Dan jika terdapat sebagian ahli waris yang tidak mau bersumpah maka ia tidak berhak mendapatkan diyahnya dan hanya yang bersumpah saja dari mereka yang berhak mendapatkannya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives