Inilah Hukum Pinjam Meminjam Yang Benar !!!

stock-photo-lend-and-borrow-keys-shows-borrowing-or-lending-on-the-internet-101571529ÂRIYAH (TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM)

Dalam kehidupan bermasyarakat kita pasti membutuhkan uluran tangan sesama dan  kitapun membutuhkan uluran tangan mereka baik bentuknya berupa cuma-cuma seperti pemberian, hadiah, shodaqoh dll, atau  sifatnya temporer/ sementara seperti meminjamkan barang yang diperlukan masyarakat sekitar kita, sedangkan agama Islam ini adalah agama yang secara komplek memperhati-kan segala aspek yang dibutuhkan oleh pemeluknya maka supaya tidak menimbulkan masalah dalam hal pinjam meminjam maka syariat agama Islam ikut mengatur hukum yang berkaitan dengan pinjam meminjam ini supaya tidak terjadi suatu keadaan di mana maksudnya pemberi pinjaman membantu orang dengan meminjamkan barang yang diperlukannya  akan tetapi apa gunanya apabila akhirnya menjadi masalah dengan orang itu oleh karena itu agama Islam ikut memperhatikan masalah ini supaya tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan, lebih jelasnya fahamilah masalah pinjam meminjam berikut ini :

A.    Definisi  Âriyah  (Transaksi Pinjam Meminjam)

Kata âriyah dalam Bahasa Arab berarti barang yang dipinjamkan sekaligus berarti akad/transaksi pinjam meminjam itu sendiri.

Sedangkan menurut arti syar’i adalah membolehkan seseorang menggunakan manfaat dari suatu barang yang diserahkan kepadanya dengan penggunaan yang boleh digunakan serta tidak mengurangi komponen dari benda tersebut .

Jadi barang yang dipinjamkan itu tidak dimiliki oleh si peminjam dia hanya dibolehkan untuk menggunakan manfaat dari barang yang dipinjamnya itu, bahkan diapun tidak memiliki walaupun kemanfaatan dari barang itu, si peminjam hanya boleh menggunakannya saja untuk suatu waktu dia harus mengembalikannya kepada pemiliknya sesuai dengan kesepakatan dari keduanya.

Dan penggunaan barang yang dipinjamkan itupun harus diperbolehkan oleh syariat dalam menggunakan-nya, lain halnya jika yang dipinjamkan itu diharamkan untuk menggunakannya seperti alat-alat musik yang diharamkan seperti gitar,rukun transak seruling dan lain-lain maka tidak boleh dan tidak sah meminjamkannya karena dengan meminjamkannya berarti dia telah membantu-nya untuk melakukan suatu kemaksiatan.

Perlu diketahui bahwa  barang yang dipinjamkan itu termasuk barang yang tidak kurang komponennya dengan menggunakan manfaat dari barang yang dipinjam seperti sandal, baju, tikar dan lain-lain maka sah meminjamkan barang-barang tersebut karena menggunakan barang tersebut tanpa mengurangi komponennya, lain halnya jika pemanfaatan barang tersebut akan mengurangi komponen atau barang yang dipinjamnya itu maka tidak boleh dan tidak sah dipinjamkan seperti sabun, lilin,  dan lain-lain jadi kalau ada yang menginginkan keduanya dari seorang sahabat misalnya maka bukan dengan cara meminjamnya akan tetapi memintanya karena tidak sah pinjam meminjam dalam sabun dan lilin .

Dan seperti transaksi lainnya dalam pinjam meminjam harus menggunakan akad transaksi yang terdiri dari Ijâb dan Qabûl /serah terima karena kalau tidak maka transaksi tersebut disebut mua’atoh dan tidak sah kecuali menurut sebagian ulama .

Leave a comment

Your email address will not be published.

*