Website Resmi Habib Segaf Baharun

Kiat Mendapatkan Cinta Suami !!!

0829225620X310Bekal Ilmu sebelum Mengamalkan

Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut:

طلب العلم فريضة على كل مسلم (رواه الحاكم

“Mencari ilmu itu hukumnya wajib atas setiap muslim.” – HR Al-Hakim.

Maka, berdasarkan hadits tersebut, para ulama mengatakan bahwa setiap muslim dilarang melaksanakan syari’at apa pun kecuali setelah membekali diri dengan ilmu agama. Dengan kata lain, tidaklah diperbolehkan seorang muslim melaksanakan ibadah shalat, puasa, haji, dan lain-lain, termasuk melakukan jual-beli dan menikah, hingga ia tahu apa hukum Allah dalam hal itu. Karenanya, para ulama juga berkata, kunci kebahagiaan dalam segala hal adalah membekali diri dengan ilmu agama, sebelum terjun dalam suatu perbuatan.

Kementerian Agama mengumumkan bahwa kasus perceraiaan di Indonesia pada tahun 2011 mencapai angka tertinggi, 285.184 kasus. Banyaknya kasus perceraian tersebut kemungkinan besar dikarenakan orang akhir-akhir ini semakin jauh dari usaha-usaha untuk membekali diri dengan ilmu agama, sehingga gampang terperosok dalam problematik perkawinan. Dengan bekal ilmu agama yang cukup, semoga hal itu tak terjadi pada Saudari Rini.

 

Surga dan Neraka seorang Istri

Sesuai yang kita dengar bahwa surga dan neraka seorang istri terletak pada keridhaan suami memang benar adanya. Ini berdasarkan sabda Nabi SAW:

عن الحصين بن محصن الأنصاري، عن عمة له أنها أتت رسول الله صلى عليه وسلم لحاجة لها، فلما فرغت من حاجتها قال: أذات زوج أنت؟ قالت: نعم. قال: فكيف أنتِ له؟ قالت: ما آلوه إلا ما عجزت عنه، قال: فانظري أين أنت منه فأحسني، فإنه جنتك ونارك (روى الإمام أحمد والنسائي

Dari sahabat Hushain bin Muhshan Al-Anshari, ia menceritakan ihwal bibinya yang telah datang kepada Nabi SAW untuk suatu keperluan.

Setelah selesai dari keperluannya itu, Nabi SAW berkata kepadanya, “Apakah kamu sudah bersuami?”

Dijawab olehnya, “Iya.”

Nabi SAW berkata lagi kepadanya, “Bagaimanakah kamu terhadap suamimu?”

Ia menjawab, “Aku tidak menolak permintaannya, kecuali kalau aku tak mampu melakukannya.”

Maka Nabi SAW bersabda, “Lihatlah, bagaimanakah kamu memperlakukannya. Maka berbuat baiklah kepadanya, karena sesungguhnya ia (suamimu) adalah surga dan nerakamu.” – HR Ahmad dan An-Nasa’i.

Berdasarkan hadits tersebut, para ulama mengatakan bahwa hak terbesar seorang wanita, setelah hak Allah dan Nabi-Nya, adalah hak suaminya, baru kemudian hak kedua orangtuanya. Berbeda dengan seorang laki-laki, hak terbesar atasnya, setelah hak Allah dan Nabi-Nya, adalah hak kedua orangtuanya.

Kiat Mendapat Ridha Suami

Sedangkan tentang bagaimana cara mendapatkan cinta sekaligus ridha suami sesuai dengan arahan agama adalah dengan melaksanakan hal-hal berikut ini:

  1. Jadilah untuknya bagaikan rakyat jelata kepada rajanya dan bagaikan bawahan kepada atasannya, karena begitulah gambaran Nabi SAW terhadap seorang istri yang shalihah.
  2. Serahkan segala kendali urusanmu kepadanya walaupun yang berkaitan dengan hartanya sendiri, sebagaimana hal itu dijabarkan oleh Sayyidatuna Khadijah RA, istri pertama Nabi SAW, ketika pertama kali berjumpa dengan Nabi SAW setelah dinikahinya, “Wahai Muhammad, kini engkau telah menjadi suamiku, maka mulai sekarang semua hartaku adalah hartamu, rumahku ini adalah rumahmu, dan aku adalah budak perempuanmu.”
  3. Sopan dan penuh perhatianlah Anda ketika berbincang-bincang dan berdiskusi. Jauhkan diri dari perdebatan dan sikap keras kepala dalam mengemukakan pendapat Anda kepadanya.
  4. Jadilah untuknya bak sekuntum bunga mawar. Maka di saat suami Anda masuk ke dalam rumah, buatlah ia merasakan kecantikan dan keharuman mawar tersebut, dan kecantikan serta keharumannya tidak lain hanyalah untuknya seorang.
  5. Usahakan bagaimana caranya agar suami Anda bisa merasa damai dan nyaman di samping Anda, baik dengan perbuatan maupun dengan kata-kata. Hal itulah yang secara terus-menerus harus Anda usahakan untuk suami Anda.
  6. Ketika suami meminta Anda melakukan sesuatu untuknya, pastikan Anda melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati, jangan sampai Anda merasa enggan dan lamban, apalagi membantah permintaannya.
  7. Akuilah kelebihan kedudukan seorang suami atas istrinya, sebagaimana hal itu disebutkan dalam fiman Allah SWT dalam Al-Qur’an, dan janganlah sekali-kali menganggap hal ini merupakan sebuah penindasan.
  8. Lembutkan suara Anda ketika berbicara dengannya dan pastikan suara Anda tidak meninggi saat ia bersama Anda.
  9. Bersikaplah diam ketika suami Anda sedang marah, dan jangan tidur kecuali ia mengizinkannya.
  10. Berdirilah dekat suami Anda ketika ia sedang memakai baju dan sepatunya.
    Buatlah suami Anda merasa bahwa Anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang Anda pilih untuknya. Pilihlah dan siapkan pakaian itu oleh Anda sendiri sebelum ia memintanya. Rawatlah penampilan dan pakaian suami Anda, sekalipun bila kelihatannya suami Anda malas untuk merawat dan memakainya. Yakinkan bahwa ia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.
  11. Anda harus sensitif dan tanggap dalam  memahami kebutuhan suami Anda. Bila memungkinkan, sebelum ia meminta Anda melakukan apa yang diinginkannya, Anda sudah melakukan untuknya.
  12. Ketika ada perselisihan pendapat dengannya atau sesuatu yang menyebabkannya marah, hendaknya Anda tidak menunggu agar sang suami meminta maaf kepada Anda, akan tetapi Anda lebih dahulu yang meminta maaf kepadanya dan meminta ridhanya kembali.
  13. Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami Anda. Janganlah Anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu, dan hendaknya Anda tidak selalu mengandalkan suami Anda untuk meminta melakukan hubungan badan, sekali-kali Anda dapat memulainya terlebih dulu, tentu pada saat  yang tepat, karena hal itu akan meningkatkan gairahnya.
  14. Jangan pernah membebani suami dengan permintaan Anda. Biarkan suami yang memberikannya untuk Anda tanpa meminta darinya. Kalau terpaksa meminta, jangan  meminta sesuatu yang berlebihan dan di luar kemampuan suami Anda.
  15. Hormati kedua orangtuanya sebagaimana suami Anda menghormati keduanya, begitu pula keluarganya. Jangan sekali-kali terlibat masalah dengan salah satu dari mereka, karena hal itu akan menyulitkannya.
  16. Ketika suami Anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah ia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa Anda sangat merindukan kedatangannya.
  17. Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri Anda kepada Allah SWT.
  18. Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan mengubah bentuk penampilan Anda, sebagai tanda dan ungkapan  kasih Anda menyambut suami tercinta.
  19. Jagalah mata suami dari pandangan yang tidak elok pada diri Anda, dan jagalah  penciuman suami Anda menangkap aroma yang tidak sedap pada diri Anda, serta jagalah telinga suami Anda dari suara marah dan bantahan Anda kepadanya.
  20. Jangan biasakan Anda mengadu atau curhat kepadanya, apalagi tentang keluarga dan kelakuannya, sebaliknya jadilah teman curhat yang baik baginya dan pendengar yang baik akan keluhan dari masalah yang dihadapinya, sebagaimana hal itu dilakukan oleh Sayyidatuna Khadijah RA kepada Nabi SAW.
  21. Banyaklah bersyukur dan tampakkan kepada dirinya bahwa Anda orang yang sangat beruntung telah mendapatkannya, terutama terhadap pemberiannya, jangan pernah mengecilkan/meremehkannya, apalagi menganggap jelek atau merasa tidak berselera mendapatkannya. Hal itu akan sangat menyakitinya. Tampakkan bahwa Anda sangat senang dengan pemberiannya itu dan Anda sudah mengangankannya semenjak lama.
  22. Temuilah suami Anda dengan senang, gembira, serta dengan wajah yang berseri ketika suami baru tiba dari luar rumah, ketika akan keluar rumah, ketika akan makan, dan ketika akan tidur, karena adanya masalah yang timbul pada waktu-waktu tersebut akan sangat mengganggunya serta mengacaukan pikirannya.
  23. Jangan pernah sekalipun Anda membandingkan suami Anda dengan orang lain, akan tetapi anggaplah suami Anda adalah yang terbaik dari para suami terbaik, dan lakukan semua hal di atas dengan sepenuh hati, dengan satu harapan, yaitu demi menggapai ridha Allah SWT.

 

Itulah yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri yang shalihah. Harus diingat, pernikahan adalah ibadah. Godaan setan dan bisikan hawa nafsu selalu berusaha mencegah kita untuk beribadah bahkan selalu berharap kita akan menemani mereka dalam neraka. Wal ‘iyyadzubillah. Jangan biarkan itu.

Semoga para muslimah,mselalu diberi hidayah oleh Allah untuk mudah melaksanakannya. Amin ya rabbal ‘alamin….

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives