Kenapa Kita Harus Berzakat ???

Zakat menurut arti secara bahasa Arab adalah penumbuhan, pensucian, barakah dan pujian. Dinamakan zakat karena sesuai dengan tujuan dari kewajiban zakat itu sendiri, karena harta akan tumbuh dan bertambah jika dikeluarkan zakatnya. Dan berkah dengan sebab do’a orang yang berhak mendapatkannya. Serta mensucikannya dari dosa, dan zakat memujinya de­ngan penyaksiannya nanti di hari kiamat akan kebenaran imannya.

Adapun menurut arti secara syariat adalah mengeluarkan harta tertentu (binatang ternak, emas, perak dan lain-lain) dengan cara tertentu (sesuai dengan syari’at) yang diberikan kepada orang-orang tertentu (yaitu 8 golongan).

file-1864814a48170cc5fead838096208a6f890Dalil Wajib Zakat

Adapun dalil yang menunjukkan kewajiban zakat adalah sebagai berikut:

Yang artinya :

Ambillah (wahai Muhammad) dari harta mereka shadaqah yang akan membersihkan dan mensucikan mereka. (Q.S. At-Taubah: 103)

Yang artinya :

Dan dirikanlah shalat dan laksanakan zakat.
(Q.S. Al Baqarah: 43)

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  لَمَّا أَرْسَلَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَن ”أَعْلِمْهُمْ أَنَّ الله قَدِ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ فِي أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ“ (متفق عليه)

Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat Mu’adz tatkala beliau mengutusnya ke Yaman, “Beritahu mereka bahwa Allah SWT telah mewajibkan zakat kepada mereka di dalam harta yang diambil dari orang kaya mereka”. (H.R. Muttafaqun Alaih)

قال النبي  ”بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً“ (رواه البخاري ومسلم)

Bersabda Nabi SAW, “Islam itu dibangun atas lima perkara:

  1. Kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Sayyidina Muhammad adalah utusan Allah,
  2. Mendirikan shalat,
  3. Mengeluarkan zakat,
  4. Puasa pada bulan Ramadhan,
  5. Berhaji bagi orang yang mampu.” (H.R. Bukhari dan Mus­lim)

 Hikmah Diwajibkan Zakat

Diwajibkannya zakat terhadap kaum muslimin tentu mempunyai hikmah-hikmah terterntu, dan hikmah yang paling besar adalah hal itu merupakan kepedulian Islam dalam pengentasan kemiskinan. Oleh karenanya Allah SWT menyebutkan zakat di dalam Al Qur’an sebanyak 30 kali, dengan kalimat zakat, dan lebih 80 tempat dengan nama lain.

Oleh karenanya jika penduduk Indonesia yang kaya menge­luarkan zakat mereka niscaya pemerintah tidak akan sibuk de­ngan program pengentasan kemiskinan.

Hikmah lain mengeluarkan zakat adalah menjauhkan diri dari sifat kikir, tamak, cinta dunia, dan mendhalimi hak para fakir miskin. Dan juga hal itu merupakan upaya untuk membersihkan harta itu sendiri dan mengembangkannya sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

حَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ (رواه الطبراني)

Jagalah harta kalian dengan mengeluarkan zakat.
(H.R. Thabrani).

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَا ضَاعَ مَالٌ فِي بَرٍّ أَوْ بَحْرٍ إِلاّ بِمَنْعِ الزَّكَاةِ (رواه الطبراني)

Tidak musnah suatu harta baik di daratan maupun di lautan, kecuali karena ditahan zakatnya (tidak dikeluarkan). (H.R. Thabrani)

Sebagaimana diceritakan bahwasanya ada seorang nasrani yang mendengar hadits di atas tersebut lalu dia mengeluarkan zakatnya, seraya berkata, “Jika benar Muhammad dalam perkataannya pasti akan terbukti dalam  hartaku, serta mitra bisnisku akan selamat. Dan jika selamat maka aku akan beriman dan masuk Islam, dan jika ternyata tidak benar, maka aku akan mendatanginya dengan pedang untuk membunuhnya” Lalu datang surat dari mitra bisnisnya yang memberitahukan bahwa dia dirampok dan mereka mengambil semua harta dan segala yang ada padanya. Maka spontan dia berkata, ”Muhammad telah berbohong dalam perkataannya. (jagalah hartamu de­ngan zakat) dan aku telah melaksanakan zakatnya, tapi hartaku tidak terjaga”. Lalu dia keluar dengan pedang terhunus untuk membunuh Rasulullah SAW. Tak lama kemudian datang surat kedua dari mitra bisnisnya yang memberitahukan bahwasanya “Kamu jangan risau karena sesungguhnya aku berada paling depan dari rombongan lalu para kaum menggiring unta-untaku, lalu aku menempatkannya di suatu tempat. lalu bergeraklah rombongan, dan mereka dirampok, sedangkan aku selamat. Begitu juga unta-untaku dan semua barang-barang yang ada padaku“. Lalu dia berkata “Benar Muhammad dalam perkata­annya, sungguh dia benar-benar seorang Nabi.” Lalu dia da­tang kepada Nabi dan masuk Islam.

Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah zakat yang tidak terjangkau oleh pengetahuan kita.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*