Inilah Kriteria Seorang Suami Idaman !!!

suami-2BidamanJodoh, rizqi, dan ajal kita memang sudah ditentukan. Akan tetapi, kita diberi ruang ikhtiar untuk memilih yang terbaik bagi kita. Dan alangkah baiknya jika pilihan itu juga yang terbaik di mata Allah SWT. Hal demikian dapat kita peroleh jika terdapat kesesuaian dalam pandangan syari’at yang dibawa Nabi SAW. Karena pada dasarnya tidak ada satu pun masalah yang luput dari pandangan agama, sebagaimana beliau SAW bersabda:

 

قد تركتكم على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها بعدي إلا هالك (رواه ابن ماجه

“Aku tinggalkan kalian dalam jalan yang sangat putih jelas (syari’at yang gamblang dan jelas), malamnya terlihat seperti siang (dari sangat jelasnya). Tidak berpaling darinya setelah aku tiada, kecuali orang itu akan binasa. – HR Ibnu Majah.

Jadi, dengan dasar hadits tersebut, jelaslah bahwa semua hal telah dijelaskan Nabi SAW, tak terkecuali masalah kriteria calon suami yang baik bagi seorang wanita.

Dalam pandangan agama, kriteria suami yang baik bagi seorang istri tidaklah ditentukan karena ketampanan atau kekayaannya, akan tetapi ditentukan oleh ketaqwaannya. Nabi SAW bersabda:

 

قال رسول الله صل الله عليه وسلم اذا جاءكم من ترضونه دينه وامانته فزوجوه ان لم تفعلوهتكن فتنة وفساد كبير (رواه ابن حبان)

“Jika telah datang seseorang kepada kalian untuk meminang, yang kalian rela dan senang dengan agama dan amanatnya, kawinkanlah ia; jika tidak kamu lakukan, akan terjadi suatu fitnah dan kerusakan yang besar.” – HR Ibnu Hibban.

Jadi, hendaknya kita melihat dari segi agamanya dan amanatnya. Jika ia demikian adanya, berarti ia calon suami yang baik, dan keduanya merupakan sifat seseorang yang bertaqwa.

Suatu ketika, Imam Hasan Al-Bashri didatangi seseorang, ayah seorang putri yang sangat cantik. Lelaki itu bertanya kepadanya, “Wahai Imam, putriku adalah seorang wanita yang sangat cantik dan sudah banyak lelaki yang meminangnya. Di antara mereka ada anak orang kaya, anak pejabat, dan anak seorang qadhi (hakim). Lalu, kepada siapa aku kawinkan putriku?”

Imam Hasan Al-Bashri menjawab, “Kawinkan ia dengan yang paling bertaqwa di antara mereka. Karena, bagi seorang lelaki yang bertaqwa, jika dia mencintai putrimu, ia akan memuliakan putrimu. Dan jika ia tidak menyukai putrimu, ia tak ‘kan menzhaliminya.”

Leave a comment

Your email address will not be published.

*