Jahuilah Perbuatan Keji “PEMBUNUHAN” !!!

motif-pembunuhan-wn-jepang-diduga-karena-harta-wS9rKu0ewZHukum Kaffaroh Karena Melakukan Tindak Pidana Pembunuhan

Sebagaimana diketahui bahwa setiap pelaku pembunuhan terkait dengannya tiga hak kewajiban yaitu hak ahli waris dengan menyerahkan diri kepada mereka untuk di qishos atau membayar diyat sebagai gantinya, hak mayyit yang kelak akan dihadapinya pada hari kiamat, dan yang terakhir berupa hak Allah SWT dengan cara bertaubat dan membayar kaffaroh, maka kaffaroh di sini wajib dilakukan oleh pelaku tindak pidana pembunuhan baik katagori pembunuhan dengan sengaja, semi sengaja maupun tidak sengaja, sebagaimana firman Allah SWT :

Artinya:. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.(S.R. An-Nisa 92)

Dan berdasarkan hadist nabi berikut :

عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعْ قَالَ : أَتَيْنَا إِلَى نَبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَاحِبٍ لَنَا قَدِ اسْتَوْجَبَ النَّارَ بِالْقَتْلِ فَقَالَ : ( اِعْتَقُوْا عَنْهُ رَقَبَةً يَعْتِقُ اللهُ بِكُلِّ عَضْوٍ مِنْهَا عَضْوًا مِنْهُ مِنَ النَّارِ)

Yang artinya : dari sahabat Watsilah bin Asqo’ berkata bahwa telah Nabi SAW datang kepada kita tentang seseorang yang berhak mendapatkan api neraka karena membunuh seseorang maka beliau bersabda “ Bebaskan dirinya dari api neraka dengan memerdekakan seorang budak karena setiap organ dari tubuh budak akan membebaskan organ yang sama dari tubuhnya dari panasnya api neraka (H.R. Abu Dawud).

Dan tidak dibedakan dalam hal ini siapapun pembunuhnya baik dia seorang laki-laki atau perempuan seorang merdeka ataupun budak seorang anak kecil ataupun dewasa seorang muslim ataupun kafir dzimmi, semua pelaku tindak pidana pembunuhan tersebut harus menjalankan kaffaroh karena pembunuhan, hanya saja jika pelakunya seorang anak kecil yang belum baligh atau seorang yang gila begitu pula seorang kafir dzimmi diwajibkan menjalankan kaffaroh berupa memerdekakan budak saja karena mereka dianggap tidak sah melaksanakan ibadah puasa, sedangkan kafir dzimmi juga diwajibkan menjalankan kaffaroh dalam hal ini dikarenakan dia termasuk seseorang yang harus menjalankan hukum-hukum islam termasuk menjalankan kaffaroh karena melakukan tindak pidana pembunuhan.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*