Perhatikan !!! Inilah Orang-Orang Yang Haram Menerima Zakat

Zakat-MalSiapakah Orang-orang yang Tidak Berhak Menerima Zakat?

Semua orang berhak menerima zakat, selama dia termasuk salah satu dari 8 golongan yang telah disebutkan, kecuali orang-orang yang di bawah ini, walaupun mereka mempunyai salah satu sifat dari golongan tersebut haram menerima zakat, adapun mereka yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

  1. Seorang kafir selama dalam kekafirannya tidak boleh dibe­rikan kepadanya zakat kaum muslimin, baik kafirnya asli atau murtad.
  1. Orang kaya, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  ”لاَ تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِيٍّ“ (رواه أبو داود والترمذي)

Tidak halal zakat itu untuk orang kaya. (H.R. Abu Dawud dan Turmudzi)

kecuali jika orang kaya tersebut sebagai Amil zakat, orang yang berhutang, atau Muallaf maka mereka juga boleh menerima zakat.

  1. Seorang budak dengan segala macamnya, walaupun muba’ad (budak yang separuhnya budak dan separuhnya lagi merdeka), kecuali budak mukatab yaitu budak yang membeli kebebasan dirinya kepada tuannya, maka diberikan dari zakat sekedar uang yang dibutuhkannya untuk membebaskan dirinya.
  2. Orang yang menjadi tanggungan orang yang mengeluarkan zakat. Jadi seseorang tidak boleh memberikan zakatnya kepada orang yang ada di dalam tanggungannya seperti anak, isteri, orang tua, kakek dan sebagainya, karena mereka cukup dengan nafkah yang diberikan kepadanya.
  3. Keluarga Rasulullah SAW dari Bani Hasyim dan Muththalib, yaitu para cucu Rasulullah yang ada sekarang sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

إِنَّ الصَّدَقَةَ لاَ يَنْبَغِيْ لِمُحَمَّدٍ وَلاَ لآلِ مُحَمَّدٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ أَوْسَاخِ النَّاسِ (رواه أحمد ومسلم)

Sesungguhnya zakat tidak halal hagi Muhammad SAW dan keluarga Muhammad SAW karena zakat itu adalah kotoran manusia (H.R. Ahmad dan Muslim)

Akan tetapi banyak dari Ulama Syafi’iyah yang mengatakan bahwa diharamkan zakat kepada mereka karena dua sebab. Pertama, karena zakat adalah kotoran manusia. Kedua, karena mereka berhak mendapatkan seperlima dari khumus yaitu seperlima dari harta rampasan perang dan harta fa’i, adapun sekarang khumus sudah tidak ada lagi sehingga tinggal satu sebab, maka sebagian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa mereka boleh menerima zakat sebagaimana disebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin. Dengan dasar itu diperbolehkan bagi keluarga Rasulullah SAW mengikuti atau taqlid dengan pendapat mereka, karena banyak di antara mereka yang membutuhkan zakat untuk keperluannya, karena kefakiran dan kemiskinan mereka, akan tetapi bagi yang akan memberikan zakat kepada mereka alangkah baiknya jika mereka diberitahu dahulu bahwa harta itu dari zakat, karena barang kali dia seorang yang wara’ yang tetap berpegangan kepada pendapat yang mengharamkan zakat untuk mereka dan itu yang mu’tamad.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*