KHUTBAH SHOLAT GERHANA

khutbah sholat gerhana
اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يَفُوْقُ وَ يَفْضُلُ وَ يَعْلُوْ حَمْدَ الْحَامِدِيْنَ،وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إله اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ وَحَبِيْبُ التَّابِئِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدَهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْقَائِلِ : ( كُلُّ ابْن آدَمَ خَطَّاءٌ، وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوابُوْنَ). أَمَّا بَعْدُ :
عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ !
Dari atas mimbar ini saya berpesan ba gi diri saya khususnya dan kepada para hadirin pada umumnya untuk selalu meningkatkan kewaspadaan kita dari tiupan syaitan dan godaan hawa nafsu dan dari ajakan musuh-musuh Allah Swt. dan saya berseru dan berpesan kepada saudara-saudara kaum muslimin agar selalu menigkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
Di antara hikmah Allah Swt. Dalam trjadinya gerhana bulan ini adalah untuk menunjukan kepada semua hambanya, bahwasanya ini merupakan sebuah tanda kebesaranNya, dimana cahayaNya tidak akan memancarkan cahayaNya dengan sempurna kecuali dengan kehendaknya, begitu pula tidak akan meredup cahayaNya, serta tidak akan terhalang kecuali dengan kehendakNya yang mana itu semua menunjukkan kepada kita semua, bahwasanya yang berkuasa di muka bumi ini adalah Allah, yang mengatur dan mengendalikan alam semesta ini adalah Allah Swt. yang menentukan segala hal di dalam alam ini hanyalah Allah Swt. baik yang berkaitan dengan planet bumi maupun dengan planet-planet lain yang ada di atas sana, baik yang berkaitan dengan penghuni langit, syaitan dan jin begitu pula dengan kita sebagai ummat manusia. Yang mana Allah SWT menngendalikan semuanya tanpa membutuhkan sekutu, Allah SWT tidak memerlukan kepada pembantu Allah dalam mengendalikan semuanya, tidak membutuhkan kepada seorang menteri untuk dengan menyampaikan dan melaksanakan kehendak-kehendakNya, Allah Swt. mampu meredupkan cahaya dari pada matahari dengan gerhana matahari dan bulan dengan gerhana bulan, maka Allah juga mampu untuk mempertemukan serta menubrukkan antara keduanya, sehingga keduanya akan hancur berkeping-keping dan menimpa di atas bumi ini sehingga dunia akan hancur lebur karenanya, sebagaimana hal itu akan terjadi pada hari kiamat kelak nanti. Oleh karena itu ini adalah sebagian kecil yang Allah tampakkan kepada kita, gunanya adalah agar kita bertaubat dari segala dosa, supaya kita kembali kepada Allah untuk taat kepada agama, supaya kita kembali kepada Allah dengan menjauhi segala larangannya, baik oleh Allah langsung dalam Al-Qur’an maupun oleh nabi kita Muhammad Saw. dalam haditsnya, supaya kita tidak terjerumus ke dalam dosa demi dosa, yang semuanya itu akan mengundang turunnya bala’ dan azab serta mendekatkan diri kita kepada tibanya hari kiamat.
Sidang sholat gerhana yang di muliakan oleh Allah
Ketahuilah bahwasanya wajib untuk setiap orang yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir untuk menghindari sejauh-jauhnya dari segala macam dosa yang besar baik yang kecil baik yang tampak ataupun yang tidak tampak, yang ada ancamannya ataupun yang tidak ada ancamannya karena semua dosa baik yang besar ataupun yang kecil akanmembuat murka Allah Swt. dan dapat membuat kegelapan hati dan menjadi sebuah media untuk menuju kepada kekafiran, serat taka da satu orangpun yang merendahkannya,mengentengkannya kecuali orang tersebut adalah orang yangberhak mendapatkan kehinaan dan kemurkaan dari Allah Swt. sebagaimana Allah Swt. berfirman :
﴿وَتَحۡسَبُونَهُۥ هَيِّنٗا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٞ﴾. سورة النور : 15
Artinya : “Kau anggap itu adalah sesuatu yang remeh padahal itu di sisi Allah adalah sesuatu yang sangat agung”
Dan jika sudah terlanjur ke dalam dosa maka hendaknya cepat-cepat bertaubat kepada Allah Swt. dan hendaknya selalu kita memperbaharui taubat diri kita setiap saat dan stiap waktu sehingga kita selalu ingat dan sadar serta mawas diri untuk tidak terjerumus ke dalam dosa yang sama dan hati-hatilah jangan sekali-sekali kita termasuk hamba-hamba Allah yang selalu menunda-nunda taubat dari dosa seakan-akan dia merasa yang namanya kematian datanngny tergantung pada izin kita yang namanya kematian selalu datang dengan tidak tiba-tiba, yang namanya kematian tidak datang kecuali setelah terkena penyakit yang lama dan terus-terusan pantas jika seorang Lukamah Al Hakim berkata kepada putranya : “wahai putraku janganlah engkau mengakhirkan taubat sampai esok hari karena sesungguhnya kematian selalu datang dalam keadaan yang tidak terduga-duga sedangkan para ulama’ telah berkata : “ bahwasanya kita bertaubat bukan dengan taubatan yang nasuha,maka taubat kita akan sia-sia dan tidak akan berguna dan taubat kita tidak mengandung apa-apa mereka berkata sebagai syarat taubat yang diterima Allah Swt. adalah cepat-cepat meninggalkan perbuatan kemaksiatan tersebut lalu mengindarinya sejauh-jauhnya dan menjadi tempat dan sebab-sebab yang menjadikannya terjerumus ke dalam perbuatan dosa-dosa tersebut sedangkan syarat yang kedua adalah hendaknya kita menyesal setelah melaksanakan perbuatan tersebut dan setiap kali kita mengingatnya kita akan menangis karenanya dan syarat yang ketiga adalah agar kita berjanji kepada diri kita sendiri, kepada kedua malaikat yang ada bersama kita, kepada Allah dan rasulnya untuk tidak mengulanginya lagi dimasa yang akan datang, sehingga demikian kita mendapatkan taubatan kita taubatan yang nasuhah yang diterima oleh Allah Swt, maka dari itu kita meminta kepada Allah untuk menerima taubat kita dan semoga selalu terbuka pintu taubat untuk diri kita sehingga kita termasuk orang yang beruntung di dunia dan diakhirat nanti amin amin ya rabbal alamain.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
Mari kita belajar kepada anak didik Nabi Muhammad Saw. dimana merekalh yang memprakarsai taubat-taubat yang nasuhah merekahlah yang langsung diajarkan oleh Nabi kita muammad cara untuk bertaubat dengan benar dan merekalah yang lebih dalam melaksanakan syarat-syarat dalam melaksanakan taubatan nasusah kita melihat dalam sejarah Nabi Muhammad Saw. ketika beliau sedang mengepung bani quraidoh maka di saat itulah mereka meminta kepada Nabi untuk melakukan perdamaian sebagaimana yang dilakukan Nabi Saw. kepada Nabi nadir maka Nabi Muhammad mnolaknya kecuali mereka mau mengikti kemauannya dan kehendaknya makamereka meminta kepada Nabi untuk mengrim salah satu utusan dari sahabat-sahabatnya dan mereka menunjuk sahabat Aba Lubabah supaya bermusyawah dengannya karena merek mempunyai sebuah sekutu karena harta dan keluarga Aba Lubabah berada dalam benteng bani quraidoh maka sesuai permintaannnya Nabi Saw. mengirim sahabat Aba lubabah kepada bani quraidoh dan takkala datang Aba Lubabah kepada mereka maka menangislaah mereka di depannya sejadi-jadinya, maka ibalah hati sahabat Aba Lubabah kepadanya dan berkatalah mereka kberkata kepadanya : apakahkami harus mengikuti pendapat dari Nabi muhammad Saw. maka aaba lubabah mengatakan kepada mereka : “iya” dan dia memberi isyarat dengan tangannya yang bermaksud bahwa Nabi akan membunuh mereka semuanya. Maka itu adalah sebuah penghianatan sahabat Aba Lubabah kepada Allah dan rasulnya karena dia telah memberitahukan sesuatu yang dirahasiakan oleh Nabi muhammad Saw. justru kepada musuh-musuhnya sehingga sahabat Aba Lubaba menceritakan tentang dirinya pada saat itu aku tidak mengankat kakiku pada saat itu sehingga kau telah berkianat kepda Allah dan rasulnya lalu akumasuk kemesjid nabawi lalu aku ikat diriku disalah satu tonggak masjid nabawi dan dia telah berjanji tdak akan melepaskan ikatan tersebut sampai bani sendiri yang melepaskannya yabg berarti itu adalah taubat yang diterma oleh Allah dan rasa maaf yang ditrimanya dari Nabi Muhammad Saw. maka sahabat Abu Lubabah berada di dalammasjid dalam keadaan terikat selama 7 hari 7 malam tidak makan dan tidak minum sampai beliau pingsan dan kemudian datanglah taubatnya karena itu kemudian datang Nabi Muhammad Saw. kepada sahabat Aba Lubabah yang sedang terkualai lemas dan pingsan sehingga dilepaskan sendiri oleh Nabi Muhammad Saw, dan bercerita bahwa Allah Swt. telah menerima taubatnya . maka pada saat itulah sahabat abu lubabah dengan perasaan yang gembira beliau berkata : “wahai rasulullah ketahuilah dari kesempurnaan taubatku aku tidak akan berada di dalamtanah dimana di dalam tanah itu aku telah bermaksiat kepada Allah Swt, dan aku akan sedekahkan seluruh hartaku kepada Allah Swt. ini adalah contoh dari taubat yang sesungguhnya, contoh dari taubat yang ditrima oleh Allah Swt. adapun jika kita hanya membaca istighfar tanpa meninggalan perbuatan maksiat tersebut maka itu adalah taubatnya orang yang bohong, selalu mengucapkan astaghfirullah dengan lisan kita tapi kita selalu mengulanginya lagi dosadosa yang telah kita memintakan ampun pada masa yang lalu. Dan marilah kita juga belajar dari salah satu sahabat perempuan yang berasaldari kabilah qamidiyyah dimana dia datang kepada Nabi Muhammad Saw. dan berkata kepada Nabi Muhammad :” wahai rasul sucikan diriku dari perbuatan zina, karena memang telah datang seorang sahabat laki-laki yang bernama Maiz bin Malik datang kepada Nabi Saw. dan berkata kepadanya : “ wahai rasulullah, aku telah berzina, maka sucikanlah diriku dari dosa perbuatan zina tersebut.” Padahal sahabat maiz adalah seorang yang sudah meristri dan dia tahu bahwasanya hukuman bagi orang yang berzina padahal dia sudah menikah adalah rajam, yang mana dia dilempai batu yang besar sehingga dia mati dia datang kepada Nabi Muhammad Saw. dengan keinginannya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain, sehingga keitka datang kepada Nabi Saw, Nabi bertanya kepada orang-orang yang disekitarnya apakah orang ini gila? Maka mereka mengatakan : “tidak wahai rasulullah.” Maka Nabi Saw. berkata kepada sahabat-sahabat yang ada disekitar : “ coba ciumlah bau mulutnya! Apakah dia itu sedang mabuk ?” maka ereka menciumnya dan beliau tidak mendapati bau dari minuman-minuman keras maka bani Saw. langsung bertanya kepad sahabat maiz : “mungkin kamu hanya menciumnya atau mungkin kamu hanya memeluknya atau mungkin kamu hanya menyentuhnya.” Maka dijawab oleh sahabat maiz : “ tidak wahai rasulullah, aku telah berzina dengannya,” lagi-lagi Nabi Saw. berkata kepadanya :” mungkin kamu hanya menciumnya.” Maka Maka dijawab oleh sahabat maiz : “ tidak wahai rasulullah, aku telah berzina dengannya.” lagi-lagi Nabi Saw. berkata kepadanya untuk ketiga kalinya :” mungkin kamu hanya menciumnya.” Maka Maka dijawab oleh sahabat maiz : “ tidak wahai rasulullah, aku telah berzina dengannya.” Maka lagi-lagi ditanya oleh rasullah untuk keempat kalinya : “mungkin kamu hanya berpekukan dengannya.” Maka lagi-lagi sahabat maiz menjawab :” tidak wahai rasulullah, akau telah berzina.”setelah Nabi menanyakan kepada sahabat maiz 4 kali sedangkan sahabat maiz dengan jelas menjawab pertanyaan itu. Sehingga pertanyaan Nabi yang 4 kali menurut para ulama’ menduduki kedudkan 4 orang saksi, maka Nabi Saw. memerintahkan kepada sahabat-sahabatnya :
خذوا صاحبكم فارجموه
Artinya : “bawalah teman kalian ini kemudian rajamlah sampai meninggal.” Maka dirajamlah sahabat maiz bin malik sehingga pada hari berikutnya salah satu sahabat Nabi bertanya kepada Nabi : “wahai rasulullah bagaimana keadaan sahabat maiz bin malik?” maka rasulllah menjawab :
لقد رأيت يسبح في نهر من أنهار الجنة
Artinya :“Aku telah melihatnya berenang di beberapa sungai-sungai surga”.
Tak lama kemudian datanglah sahabat perempuan kepada Nabi Muhammad Saw. dan dialah mungkin yang berbuat bersama sahabat maiz bin malik sehingga ia berkata: “Sucikan diriku dari perbuatan zina”, tapi Nabi menolaknya, kemudian kesokan harinya ia datang lagi kepada Nabi Muhammad Saw, kemudian berkata : “kenapa engkau menolakku untuk engkau sucikan diriku, kenapa ketika maiz datang engkau tidak tolak dia? Sementara aku datang kepadamu dan engkau tolak demi Allah aku telah berzina sehingga aku hamil karenanya.” Maka Nabi Saw. bersabda : “Kalau begitu hendaknya engkau pulang ke rumah sampai engkau melahirkan anak itu.” Dan ketika anak itu dilahirkan maka datanglah lagi perempuan tersebut kepada Nabi Saw. dengan membawa seorang bayi yang ada dalam pelukannya dan dia berkata : “Wahai Nabi aku telah melahirkannya.” Kemudian Nabi Saw. berkata : “Pergilah engkau dan susuilah dia, sehingga setelah engkau sapaih dia maka bawalah dirimu kembali kepadaku.” Maka ketika dia telah seesai menyususinya selama dua tahun dan sianak sudahmampu memegang roti sendiri, makan sendiri maka datanglah ia kepada Nabi Muhammad dan berkata : “wahai rasulullh aku sudah menyapihnya dan dia telah makan dengan makannanya sendiri dan dia telah mampu unuk makan makanannya sendiri, maka setelah diserahkan anak itu kepada slah satu orang muslim lalu digalilah sebuah tanah untuk menempatkan wanita tersebut di dalam tanah itu sehingga sebatas dada dan Nabi memerintahkan sahabatnya untuk merajamnya, ketika dilempari batu tersebut untuk merajamnya maka sahabat khalid bin walid ketika melewati wanita tersebut terkena percikan darahnya sehingga pada saat itu marah Khalid bin walid dan mencaci perempuan tersebut sehingga Nabi menegurnya dan mengatakan kepadanya :
«مهلا يا خالد! فوالذي نفسي بيده لقد تابت توبة لو تابها صاحب مكس لغفر له” ، وأمر بها فصلى عليها ودفنت».رواه أحمد ومسلم وأبوداود والنسائي.
Artinya : “Sadarlah wahai Khaid, janganlah engkau caci maki dia, karena sesungguhnya dia telah bertaubat dengan taubat yang benar dimana tauabatnya itu jika seumpama dibagikan kepada orang yang suka mengambil upeti kepada kaum muslimin, suka memakan pajak maka sesungguhnya itu juga di terima oleh Allah Swt, bahkan di dalam riwayat lain Nabi Saw. bersabda : “ kalau seumpama taubatnya itu dibagikan kepaa 70 orang warga madinah maka itu akan mencukupi mereka semuanya.” Mari kita wanita tersebut yang sbenarnya dia mampu untuk menutupi dirinya tapi karena dia mengetahui dan meyakini dan sangat beriman bahwa Allah Swt. telah mengawasinya dan mengetahuinya maka apabila dia tidak mendapatkan hukuman di dunia ini maka dia pasti mndapatkan hukuman di akhirat nanti.
Hadirin, kaum muslmin yang berbahagia
Maka marilah kita bertaubat dari perbuatan dosa karena sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat denga mereka yang berbuat baik dan bertaubat kepadanya, bahkan Allah Swt. menyukai orang-orang yang berbuat taubat daripada orang yang sedang melakukan perjalanan di gurun pasir yang sedang megendarai seekor kuda yang mana diatas kuda tersebut terdapat akanan danminuman, sehingga kemudian kuda tersebut hilang dari pandangannya, hilang dari kendalinya sehingga ia mencari-carinya kesana-kemari ia tidak dapatkan kemudian ia kelelahan dan istirahat kemudian setelah ia bangun dari istirahatnya tiba-tiba kuda tersebut sudah ada di depannya bagaimanakah kegembiraannnya yang sangat-sangat tidak terkira, yang sangat-sangat tidak terduga yang sangat-sangat gembira dan bahagianya, di saat di tempat yang sangat panas yang membutuhkan makanan dan minuman yang dicarinya tadi sudah tidak ada lagi di dalam pandangannya ketika dia bangun tiba-tiba sudah ada di dalampandangannya sehingga pada saat itulah dia berterima kasih kepada Allah seraya berkata :
أنت عبدي و أنا ربك
Dari sangking senangnya dan gembiranya sampai dia salah berucap : ya Allah engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhanmu. Kemudian Nabi menjelaskan bahwasanya senangnya Allah kepada taubat hambanya lebih besar dari pada senangnya orang yang mendapatkan bekal dan kendaraannya setelah kehilangan dan sekian lama dia mencari-carinya sebelumnya. Sebagaimana Allah berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ
Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. (Al-Baqarah 222)
Di dalam hadits qudsinya Allah Swt. berfirman :
يا إبن آدم إن الله تعالى خلقك في سواق وعلى مواعض كرامك ربك وخلقت إلى الدنيا لا لك سن تقطع ولا لك يدي تبطس فأجرى في صدر امك عيرقين ينزلان لك لبنا دافعا في الشتاء باردا وألقى محبتك في قلب والديك فلا يسبعان حتى تسبع ولا ينمانحتى تنام فلما بلغت أسدك يا إبن آدم تنارزوني بمعاصى تخالف أمرى ومع ذلك إذا رجعت إلي وجدتني قريبا مجيبا، يا إبن آدم أطئتنا فقربنك وعصيتنا فأمهلنك ولو رجعت بعد ذلك قبلنك
Artinya : “wahai Bani Adam sesungguhnya Allah telah menciptakan kamu dengan sebaik-baiknya kemudian membesarkan kamu dengan sebagus-bagusnya kamu keluar ke dunia pada saat engkau bayi dulu dalam keadaan kamu tidak mempunyai gigi untuk menggigit dan tidak mempunyai tangan yang kuat untuk menggapai maka kemudian di saat itulah Allah Swt. mengeluarkan dua urat di dalam tetek ibumu yang mengeluarkan susu yang sangat segar yang sangat hangat si masa dingin dan sangat dingin di musim panas kemudian Allah meletakkan rasa cinta kepadamu di hati kedua orang tuamu maka keduanya tidak akan merasa kenyang sebelum engkau kenyang terlebih dahulu dan tidak akan tidur sebelum engkau tidur terlebih dahulu, dan ketika engkau telah besar dengan kenikmatan yang aku berikan kepadamu kemudian kamu menantangku dengan kemaksiatanmu kepadaku dan melaksanakan semua laranganku dan ketika engkau datang kepadaku untuk bertaubat maka engkau akan mendapati aku sebagai dzat yang sangat dekat dzat yang menerima segala macam taubatmu. Wahai bani adam engkau telah taat kepadaku maka aku akan dekatkan engkau kepadaku Dan takkala engkau bermaksiat kepadaku maka aku akan aku akan menerima taubatmu dengan lapang dada dan terbuka.
Akhirnya marilah kita minta kepada Allah Swt. semoga kita selalu di jaga dari segala macam dosa dan jika kami telah terjerumus dalam dosa, ya Allah gampangkanlah kami untuk cepat-cepat bertaubat. Ya Allah terimalah taubat kami, jika bukan engkau yang menerima maka siapa lagi. Ya Allah bukankah engkau yang mengatakan bahwasanya apabila kami bermaksiat dan kamu segera bertaubat kepada mu maka engakau akan menerima taubat kami. Ya Allah hapuskanlah dosa kami, terimalah taubat kami, jagalah diri kami, anak istri kami dari segala macam dosa yang menjauhkan kami dari rahmatmu, menjauhkan kami kepada maghfirohmu, menjauhkan kami dari taubatmu, ya Allah berilah kami kemualiaan unuk bersanding dengan makhlukyang paling mulia yaitu Nabi Muhammad Saw.
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
إِنَّ اَحْسَنَ الْكَلَامِ، كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ، وَاللهُ سُبْحَانَهٗ وَتَعَالىٰ يَقُوْلُ، وَبِقَوْلِهٖ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُوْنَ، وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنَ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيۡمِ….

Leave a comment

Your email address will not be published.

*