Yang Harus Dipenuhi Dalam Transaksi Sewa Menyewa

(1) Syarat Dari Harga Sewa Atau Upah Dari Akad Ijâroh
Upah dari akad ijâroh atau sewa menyewa harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :

  1. Harga sewa atau upah tersebut harus terlihat jika bentuk akad ijârohnya berupa ijâroh ain, dan tidak harus mengetahuinya secara detail berapa jumlahnya yang penting terlihat oleh keduanya seperti jika si Zaid berkata kepada Amer “saya sewa mobilmu selama sebulan dengan harga sewa berupa uang ini” di depannya terletak setumpuk uang maka sah walaupun tidak diketahui berapa jumlahnya secara rinci.
  2. Harga sewa atau upahnya harus terperinci dengan jelas, jika bentuk akad ijârohnya adalah ijâroh dzimmah (sesuatu yang disewakan dalam tanggungan), maka harus jelas upahnya berapa? Berupa kurs apa? Dan lain sebagainya.
  3. Harga sewa atau upah tersebut harus diserahkan dalam majlis akad jika bentuk akad ijârohnya adalah ijâroh dzimmah, karena ijâroh dzimmah sebetulnya adalah akad salam dalam suatu kemanfaatan/jasa, oleh karena itu seperti akad jual beli dengan cara salam pada umumnya di mana harga sewa atau upahnya disini harus diserahkan di tempat terjadinya transaksi akad ijâroh dzimmah tersebut, dan jika keduanya berpisah dari majlis akad ijâroh dzimmah tanpa menyerahkan harga sewa atau upahnya maka batallah akad ijâroh dzimmahnya tersebut.

(2) Syarat Dari Manfaat Atau Jasa yang Disewakan

Sedangkan syarat dari kemanfaatan/jasa yang disewakan adalah sebagai berikut :

  1. Manfaat atau jasa tersebut dapat di hargai/berharga atau patut untuk mendapatkan upah dari manfaat dan jasa tersebut, lain halnya jika jasa dan manfaatnya tidak patut untuk mendapatkan upah seperti misalnya jika menyewa seorang makelar hanya untuk berteriak-teriak dengan tujuan supaya dagangannya laku, maka tidak sah akad ijârohnya karena pekerjaan berteriak-teriak tersebut tidak patut untuk mendapatkan imbalan dan upah dari pekerjaannya itu.
  2. Manfaat dan jasa yang disewakan itu harus diketahui dengan jelas, maka tidak sah menyewakan salah satu dari dua mobilnya harus jelas mobil yang mana yang akan disewakan.
  3. Manfaat dan jasa yang disewakan tersebut dapat diserahkan kepada orang yang menyewanya, maka tidak sah menyewakan budak yang telah kabur entah kemana, atau menyewakan barang yang dirampas orang, kecuali kepada orang yang mampu untuk mengambil barang yang disewanya tersebut dari orang yang merampasnya.
  4. Manfaat dan jasa yang disewakan hanya dirasakan oleh orang yang menyewa saja, lain halnya jika manfaat atau jasa itu dirasakan oleh kedua pihak (penyewa dan orang yang menyewakan) seperti menyewa seorang muslim untuk berperang di jalan Allah, maka dalam hal ini sebenarnya manfaat tersebut dirasakan oleh orang yang menyewa (berupa pahala yang didapat) dan juga dirasakan orang yang disewa (karena dia juga mendapatkan pahala dari jihadnya di jalan Allah Swt. tersebut). Maka hukumnya tidak sah, lain halnya jika orang yang disewa itu adalah seorang kafir dzimmy maka sah akad ijârohnya karena seorang kafir walaupun dzimmy tidak mendapatkan pahala dari jihadnya itu.
  5. Penggunaan dari manfaat dan jasa tersebut tanpa mengurangi komponen dari benda yang disewanya itu, akan tetapi sesuatu yang disewanya hanya berupa suatu manfaat atau jasanya saja tanpa mengurangi bendanya, seperti menyewa baju untuk dipakai, buku untuk dibaca, rumah untuk tempat tinggal, maka tidak sah jika sesuatu yang disewanya itu mengakibatkan berkurangnya komponen dari suatu benda yang disewakan, seperti menyewa kebun untuk dipetik buahnya, menyewa kambing untuk diambil air susunya karena dengan begitu sesuatu yang disewa berupa benda dan bukan berupa manfaat atau jasa dan hal itu tidak sah dilakukan dalam akad ijâroh.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*