Terangi Hati Dengan Puasa !!!

terangi-hati-dgn-puasaKeistimewaan Ibadah Puasa

Ibadah puasa adalah rukun Islam yang keempat, dan merupakan ibadah yang murni untuk Allah, karena ibadah lainnya seperti sholat, shodaqoh, sujud dan lain-lain juga dilakukan oleh orang kafir, seperti sholatnya orang Nasrani atau sujudnya orang yang menyembah patung dan shodaqoh karena patung. Akan tetapi ibadah puasa tidak dilakukan kecuali untuk Allah SWT, oleh karenanya Allah berfiiman di dalam hadits qudsinya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله: قَالَ الله تَعَالَى: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَم لَهُ إِلاَّ الصِّيَام فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ (متفق عليه)

Yang artinya : Dari Abu Hurairah RA. berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT. berfirman : “Semua amal anak Adam untuk dirinya kecuali ibadah puasa, maka sesungguhnya dia adalah untukKu dan Aku akan memberi imbalan karenanya”. [ Muttafaqun ‘Alaih]

Ayat dan hadits yang menerangkan tentang keistimewaan ibadah puasa cukup banyak, diantaranya :

Firman Allah SWT Yang artinya : “Sesungguhnya diberikan pahala bagi orang yang sabar tanpa hitungan”. [AzZumar: 39]

Menurut sebagian ahli tafsir, yang dimaksud dengan Ash-Shobirun di dalam ayat tersebut adalah orang-orang yang berpuasa. Bersabda Rasulullah SAW:

عَنْ سَهْلِ بنِ سَعْدٍ رَضِيَ الله عَنْهُ عَنِ النَّبِي  قَالَ: إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَاباً يُقَالُ لَهُ الرَّياَّنُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْن يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرَهُمْ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُوْن؟ فَيَقُوْمُوْن، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرَهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوْا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ“ (متفق عليه)

Yang artinya : “Sesungguhnya didalam surga ada suatu pintu yang dinamakan Ar-Rayyan masuk kedalamnya orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, tidak masuk ke dalamnya selain mereka. Maka dikatakan “di mana orang-orang yang berpuasa ?”. Maka bangkitlah mereka, tidak masuk ke dalamnya seorangpun kecuali mereka, dan setelah mereka masuk ditutuplah pintu tersebut. Sehingga tidak masuk kedalamnya seorangpun”. [Muttafaqun ‘Alaih]

Rasulullah bersabda di dalam haditsnya yang lain, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim:

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله : مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ بَاعَدَهُ الله بِذلِكَ الْيَوْم وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا“ (متفق عليه)

Yang artinya : ” Tidak seorangpun dari hamba Allah yang berpuasa satu hari karena Allah, kecuali dijauhkan karenanya oleh Allah dirinya dari api neraka dengan jarak perjalanan tujuh puluh tahun “. [Muttafaq ‘Alaih]

 

  1. Hikmah Ibadah Puasa

Allah SWT. tidak menggariskan suatu hukum atau suatu syariat kecuali pasti mengandung hikmah yang kembali kepada kita dengan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat, baik sudah diketahui oleh manusia atau belum.

Bagitu pula ibadah puasa,  tidak lepas  dari hikmah-hikmah yang sangat berarti bagi kita. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Ibadah puasa membersihkan jiwa kita dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya, serta melatihnya untuk melaksanakan semua ibadah dengan sempurna, walaupun yang demikian itu mengharuskannya meninggalkan kemauan-kemauan hawa nafsunya. Karena kalau dia mau, bisa saja seorang yang berpuasa makan, minum dan berjima’ tanpa diketahui seorangpun, akan tetapi dia tinggalkan itu semua, demi mendapatkan ridlo Allah SWT.
  2. Ibadah puasa melatih jiwa kita untuk selalu mengedepankan ridlo Allah SWT. dan melatihnya untuk bersabar, dimana kita mempunyai keinginan-keinginan yang timbul dari hawa nafsu, akan tetapi kita bersabar untuk mengekangnya, sehingga dengan kesabaran, kita mengekang hawa nafsu dengan berpuasa akan bermanfaat untuk kebersihan hati kita. Oleh karenanya Baginda Rasulullah SAW bersabda:

”صَومُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحْرَ الصُّدُوْر“ (رواه البزار

Artinya : “Berpuasa pada bulan kesabaran (bulan Ramadlan) dan tiga hari setiap bulan (tanggal 13, 14, 15) dapat menghilangkan penyakit hati”. [ HR. Al Bazzar ]

  1. Ibadah puasa dapat meredam nafsu seks manusia, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

”يَا مَعْشَرَ الشَّبَاب مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْج وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْم فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاء“ (متفق عليه

Artinya: ” Wahai para pemuda, barang siapa mampu di antara kalian untuk menikah, maka menikahlah karena nikah itu dapat lebih memejamkan mata dan menjaga kemaluan seseorang. Dan barang siapa belum mampu, maka hendaknya dia berpuasa, karena puasa itu dapat meredamnya “. [Muttafaq ‘Alaih]

  1. Ibadah puasa melatih kita untuk selalu bersyukur akan nikmat-nikmat Allah SWT. karena biasanya seseorang akan mensyukuri suatu nikmat setelah tiada. Begitu pula orang yang berpuasa, ketika berpuasa seakan dia orang yang tidak punya, dan tatkala berbuka seakan dia orang yang kaya, sehingga akan kita dengar orang yang berpuasa ketika berbuka mengucapkan kalimat Alhamdulillah dari lubuk hatinya sebagai tanda syukurnya, yang mana hal itu jarang kita rasakan tatkala seseorang tidak berpuasa.
  2. Ibadah puasa memberitahu kita penderitaan orang-orang miskin, dimana kita diperintahkan untuk berpuasa dalam waktu-waktu tertentu, untuk ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh orang-orang miskin yang hampir setiap hari mereka merasakan hal itu, sehingga timbul rasa iba kita untuk membantu mereka. Oleh karenanya Rasulullah SAW lebih dermawan ketika Ramadlan, karena merasakan sendiri bagaimana penderitaan orang yang tidak punya.
  3. Ibadah puasa menjaga kesehatan badan kita, dimana ilmu kedokteran membuktikan bahwa di dalam perut kita ada baksil-baksil yang tidak akan mati kecuali dengan puasa, sehingga setelah berpuasa sebulan akan mati semua baksil dan tahan sampai tahun berikutnya.
  4. Ibadah puasa bulan Ramadlan adalah merupakan kesempatan emas untuk umat Rasulullah SAW dalam mengumpulkan banyak pahala, dimana pada bulan itu terdapat lailatul qadar, dimana Allah menggam-barkan dalam Al Qur’an, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah SWT:

قَالَ الله تَعَالَى ”لَيْلَةُ الْقَدرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْر“ (القدر : 3

Yang artinya : “Dan lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan”. [ Al Qadr: 3 ]

Dan juga dengan ibadah puasa tersebut kita dapat meleburkan dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

”مَن صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ“ (متفق عليه

Yang artinya: “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadlan karena iman dan mengharapkan pahala Allah semata, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu”. [Muttafaq ‘Alaih]

Pada bulan itu juga terdapat shalat Tarawih yang juga dapat meleburkan dosa-dosa kita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

”مَن قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ“ (متفق عليه

Yang artinya : “Barangsiapa melaksanakan shalat Tarawih karena iman dan mengharapkan pahala Allah semata, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. [Muttafaq ‘Alaih]

Pada bulan itu juga semua kebaikan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Pekerjaan sunnahnya akan dihitung oleh Allah sebagai pekerjaan fardhu. Dan banyak lagi hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, maka beruntunglah mereka yang menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*