Ciri-Ciri Orang-Orang yang Berhati Bersih

gal410877770-2xoca7tahvmpuftrnkpt6oBerkata Yusuf bin Asbat bahwasanya diantara tanda-tanda akhlak yang baik adalah jika ada pada seseorang sepuluh macam sifat ini:

  1. Tidak banyak berselisih dengan orang lain
  2. Dia orang yang sangat proposional, artinya dia mengakui kelebihan orang lain dan dia mengakui kekurangan yang ada pada dirinya. Dengan kata lain melihat kepada orang lain dengan kelebihannya, sedangkan melihat kepada diri sendiri dengan kekurangannya
  3. Berusaha untuk tidak melakukan kesalahan kepada manusia
  4. Berusaha membalas dengan kebaikan, segala macam keburukan yang mengarah kepadanya
  5. Selalu berusaha untuk meminta maaf atas kesalahannya
  6. Selalu bersabar atas segala gangguan yang datang kepadanya
  7. Selalu menyalahkan diri ketika terjadi sesuatu kepadanya
  8. Selalu menyibukkan dirinya daripada menyibukkan aib orang lain
  9. Selalu tampak wajahnya berseri-seri dan tersenyum kepada siapapun juga, baik kepada seorang yang dewasa ataupun yang masih kecil, kepada kawan maupun lawan
  10. Selalu baik tutur katanya, baik kepada orang yang lebih tua maupun yang lebih muda.

2 Comments on Ciri-Ciri Orang-Orang yang Berhati Bersih

  1. assalamu’alaykum habib.. ana ahmad..
    ana sdah brkeluarga. tpi knpa ya ana blm bsa tegas kpada istri ana. ana slalu salah dmata istri. sering dcaci maki dg istri ana. ana menganggur slama 10bln. alhamdulillah ana sudah bkerja sminggu sbg buruh pabrik. tpi sosok imam dlm diri ana blm bsa ana rsakan. malah yg lbih dominan istri ana. bgaimana ya bib cara mnemukan ktegasan dlm diri ana. afwan… sukron katsiron..

    • waalaikumussalam …… saudara Ahmad semoga antum dalam lindungan Allah s.w.t
      di dalam Alqur’an Allah befirman :

      الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا ﴿النساء:٣٤﴾

      “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

      Namun jika telah melakukan semua cara diatas namun masih saja tetap begitu antum mempunyai dua pilihan:
      1. Bersabar dengan ujian Allah.
      2. Menceraikan dengan cara yang baik.
      Lebih baik bagi antum bersabar saja karena pasti orang yang sabar akan dibalas dengan kebaikan dari Allah .
      seperti cerita salafunassoleh :
      Diriwayatkan bahwa Syekh Abdurrahman Bajalahban, mempunyai seorang istri yang sangat durhaka, sampai 3 tanda orang munafiq (bohong ketika berbicara, apabila janji tidak di tepati, apabila di percaya ia khianat) ada pada dirinya. Tapi Syekh Abdurrahman Bajalahban ini selalu sabar mnghadapi istri.

      Hingga suatu hari tatkala di marahi istri ia keluar rumah untuk menenangkan fikiran.

      Sesampainya di mulut Goa ia melihat seorang yang sedang beribadah. Di tengah-tengah ibadah hamba tersebut menadahkan tangan kepada Allah. Lalu langsung ada di hadapanya satu piring makanan dan lauknya. Syekh Abdurrahman memberanikan diri untuk bertanya pada hamba Allah tersebut.

      “Wahai hamba Allah, ilmu apa yang kau punya sehingga engkau menadahkan tangan. Lalu ada rizqi Allah untukmu….?”

      Dia menjawab “Aku tidak punya ilmu apa-apa” aku hanya bertawasul kepada Allah.

      Dengan nama walinya yang agung.

      Syekh Abdurrahman berkata “Siapa dia wahai hamba Allah..?”

      Dia menjawab “Syekh Abdurrahman Bajalahban.

      Syekh Abdurrahman bertanya lagi “Syekh Abdurrahman Bajalahban yang mana..?

      Dan apa keistimewaannya..?

      Dia menjawab: Syekh Abdurrahman Bajalahban yang ada di depanku.

      Beliau mendapatkan kemuliaan dan anugrah dari Allah… karena kesabarannya menghadapi istrinya yang durhaka. Lalu Syekh Abdurrahman tambah bersabar untuk maqam yang tinggi dari Allah…

      Wallohu a’lam..

Leave a comment

Your email address will not be published.

*