Cara Menutup Pintu-Pintu Masuk Syaitan Ke Dalam Diri Manusia

menutup pintu masuk syetanKetahuilah bahwasanya cara menutup pintu-pintu masuknya syaitan ke dalam diri manusia tidaklah cukup hanya dengan banyak berdzikir. Akan tetapi solusinya adalah dengan memperbaiki kinerja maupun fungsi hati itu sendiri dengan cara menutup rapat-rapat pintu yang digunakan oleh syaitan masuk ke dalam hati dan mensucikannya daripada sifat-sifat yang tercela. Sedangkan cara mensucikan hati dari pengaruh syaitan dan menutup pintu-pintu masuknya yang memang jumlahnya sangat banyak itu, pertama kali kita harus mengetahui jenis jenis dari pintu tersebut baru kemudian berusaha untuk mengetahui bagaimana cara menutupnya. Maka dari itu buku ini akan memerinci sifat-sifat yang tidak baik pada diri manusia maupun yang adat istiadata yang tidak baik yang biasa dilakukannya, dengan begitu berarti kita telah berusaha untuk menutup rapat-rapat pintunya dan selanjutnya kita mengobati dan menerapinya. Dengan begitu dia akan mendapatkan hatinya dalam keadaan hati yang hidup, hati yang bersih, hati yang tidak berpenyakitan dan semoga kita diberikan taufik oleh Alloh SWT untuk memiliki hati yang semacam itu Amin Ya Rabbal Alamin.

Tidak mungkin seseorang hanya bermodalkan banyak berdzikir saja lalu berharap untuk menutup pintu-pintu syaitan, karena hakikat daripada dzikir itu sendiri tidaklah akan menetap di dalam hati kecuali setelah hati itu kita sucikan dengan takwa dan membersihkannya daripada segala sifat yang tercela. Dengan begitu barulah dzikir tersebut akan mempunyai sebuah kekuatan di dalam hati dan mengusir pengaruh-pengaruh syaitan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

قال الله تعالى : إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ إِذَا مَسَّهٌم طَـٰٓئِفٌ۬ مِّنَ ٱلشَّيطَـٰنِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبصِرُونَ (٢٠١(

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah SWT, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Q.S Al-A’raf:201)

Maka dalam ayat tersebut disinggung bahwa kemulyaan dari hati yang akan jauh dengan sendirinya dari pengaruh syaitan adalah bagi mereka yang bertaqwa dan tidak mungkin dianggap bertaqwa kalau dia tidak berusaha mensucikan hatinya dari sifat tercela. Karena perumpamaan syaitan disini bagaikan seekor anjing yang lapar yang berusaha mendekati manusia. Jika dalam diri manusia tersebut tidak mempunyai roti maupun daging yang akan diberikan kepadanya, maka dia akan mudah untuk pergi dengan hanya kita berkata kepadanya, “Pergilah!” atau dengan cara kita berteriak dan membentaknya. Akan tetapi jika pada diri manusia itu terdapat sepotong daging ataupun roti, maka dia tetap akan datang dan mengikuti manusia tersebut walaupun setelah dibentak ataupun setelah diusir. Maka hati yang sunyi dari makanan syaitan, para syaitan akan terusir dengan sedirinya  Akan tetapi jika hati itu sudah terdapat sifat-sifat yang bermuara di dalamnya syahwat hawa nafsu , maka dzikir saja tidak cukup untuk mengusirnya. Oleh karena itu, pertama kali yang harus dilakukan sebagai solusi daripada menutup pintu-pintu syaitan adalah mensucikannya daripada sifat-sifat yang akan menjadi tempat bermuaranya syaitan lalu kemudian kita memakmurkannya dengan dzikir, sehingga dzikir dzikir tersebut benar benar pada fungsinya yaitu  mencegah hati dari pengaruh-pengaruh syaitan.

 

(sumber : Terapi Hati dan Jiwa )

Leave a comment

Your email address will not be published.

*