Ciri-ciri Hati Yang Sakit dan Hati Yang Sehat

ciri hati yang sakit dan sehatTanda-Tanda Dari Hati Yang Sakit dan Hati Yang Sehat
Ketahuilah bahwasanya setiap anggota badan manusia mempunyai suatu tuntutan daripada fungsi organ tersebut. Dianggap sakit jika organ itu tidak berfungsi seperti semula dengan fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan fungsinya. Ataupun berfungsi, tetapi tidak maksimal. Jika itu terjadi, maka anggota itu dianggap sakit. Misalnya tangan tidak dapat digerakkan untuk menggapai sesuatu, mata tidak dapat digunakan untuk mamandang sesuatu atau dapat digerakkan dan menggapai sesuatu tapi dengan susah payah sebelumnya. Begitupula mata, dapat digunakan untuk melihat sesuatu tapi remang-remang. Maka berarti organ tersebut dalam keadaan sakit. Begitupula hati ketika tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang karenanya hati itu tercipta, dimana fungsi hati yang sesungguhnya adalah mengetahui sesuatu dengan hikmah dan mencintai Allah SWT serta beribadah kepada-Nya dengan kelezatan dan dengan berdzikir kepadanya, serta mengutamakan dzikir itu daripada semua keinginannya. Karena untuk itulah hati tercipta. Sebagaimana firman-Nya:
قال الله تعالى : وَمَا خَلَقتُ ٱلجِنَّ وَٱلإِنسَ إِلَّا لِيَعبُدُونِ (٥٦(
Tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah. (Q.S. Adz-Dzariat:56)
Maka inilah tanda-tanda bahwasanya organ itu sakit. Tatkala hati itu tidak dapat menjangkau sesuatu dengan hikmah, tidak dapat mengutamakan Allah SWT dan akhirat daripada dunia, berarti hati itu dalam keadaan sakit dan perlu diterapi serta mujahadah untuk membersihkan dan menyembuhkannya. Begitu pula dengan jiwa manusia, dimana diantara tabiatnya pastinya akan lebih suka makan roti dan air ketimbang makan tanah. Dan jika kita dapatkan seseorang yang lebih senang makan tanah ketimbang roti dan air, berarti dia dalam keadaan sakit karena jiwanya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Akan tetapi ada diantara manusia yang mengetahui bahwasanya hatinya sakit dan ada pula yang tidak mengetahuinya. Hal itu sama dengan yang terjadi kepada anggota fisiknya. Terkadang ada seorang manusia yang sudah mengetahui sejak dini penyakitnya ada pula yang tidak mengetahuinya kecuali setelah menjadi akut penyakitnya. Sedangkan yang mengetahui tentang penyakit yang terkait dengan fisik dhohir, maka mereka adalah ahlinya yaitu para dokter dan ahli medis. Sedangkan yang mengetahui tentang penyakit hati atau hati yang dalam keadaan sakit ataupun sehat adalah para ulama’. Dan kita akan mengetahui bahwasanya hati kita sudah menjadi baik kembali atau sudah sembuh dari penyakitnya adalah jika fungsi daripada hati itu kembali seperti semula atau sebagaimana mestinya dengan memandang segala sesuatu dengan bijak dan berlandaskan kepada ilmu agama, menerima dengan qadha’ dan taqdir daripada Allah SWT, mencintai Allah SWT dengan segala ketentuannya dan lain sebagainya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*