Sumber Utama Dari Akhlak yang Mulia Pada Diri Manusia

akhlaq-muliaAda beberapa sifat yang menjadi unsur utama daripada akhlak-akhlak yang mulia dari seorang manusia, yaitu empat sifat berikut ini:
1. Bijaksana
2. Berani
3. Menjaga harga diri
4. Sifat Adil
Dengan kebijakan seseorang, dia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah didalam semua yang dilakukan dengan sengaja. Dengan sifat keberanian, seseorang dapat mengalahkan kekuatan amarahnya sehingga amarahnya itu akan ikut dan tunduk kepada akal di dalam pelampiasannya. Dan dengan sifat menjaga harga diri, seseorang akan berusaha untuk melakukan sopan santun sesuai yang diajarkan oleh syariat. Sedangkan sifat keadilan adalah suatu keadaan pada diri manusia yang dapat mengendalikan sifat amarah dan menekan serta mengatur dorongan hawa nafsu sehingga akan membawa pelakunya berjalan didalam rel syariat yang agung.
Jika empat sifat yang terpuji diatas telah ada pada diri manusia, maka akan tampak akhlak yang mulia pada dirinya. Dan kapan bertambah sempurna empat sifat tersebut, akan bertambah sempurna pula akhlaknya. Dan jika berkurang kadar empat sifat tersebut, maka berkurang pula kadar akhlaknya. Karena dari empat unsur sifat akhlak yang mulia itulah, maka akan tampak akhlak-akhlak yang mulia pada diri seorang manusia. Misalnya dari sifat keberanian, akan timbul sifat-sifat terpuji lainnya seperti sifat dermawan, sabar, keteguhan hati, berani menanggung beban, menjadi orang yang sangat bertanggung jawab atas segala tanggung jawab yang dibebankan, yang semuanya itu merupakan akhlak yang terpuji dan mulia. Dan sebaliknya, jika sifat keberanian tidak ada pada diri seseorang, artinya pada dirinya ada sifat penakut, maka akan timbul sifat-sifat tercela lainnya seperti sifat sombong, ujub, menghina orang lain dan merendahkan, kurang percaya diri dan merasa terkekang ketika melakukan suatu kebaikan.
Dari sifat menjaga diri seorang manusia, maka akan timbul sifat-sifat terpuji lainnya seperti sifat dermawan, malu ketika melakukan sesuatu yang sifatnya tercela, sabar, berjiwa pemaaf, qonaah (menerima dengan yang ada), sifat wara’, lemah lembut, selalu membantu orang lain dan tidak rakus. Sebaliknya jika sifat itu tidak ada pada jiwa manusia, maka akan timbul sifat-sifat tercela lainnya seperti sifat rakus/tamak, berhati busuk, boros bukan pada tempatnya, sifat kikir, riya’, suka membuka aib orang lain, melakukan segala hal yang tidak ada arti, iri, selalu mengumpat dan mencaci, merendahkan diri serta tunduk kepada orang kaya karena berharap dari mereka suatu harta benda.
Dan jika sifat adil ada pada seseorang, maka akan timbul sifat-sifat mulia lainnya seperti memikirkan dan mempersiapkan semua tindakan-tindakannya baik sebab maupun akibatnya, berpikir dengan cara yang matang sebelum bertindak dan tidak tergesa-gesa dalam tindakannya tersebut, sangat jitu dan tepat pendapatnya, sangat cerdas dengan segala tindakan dan aktifitasnya serta menghindari segala tindakan yang akan menghinakan dan menyengsarakannya. Dan sebaliknya jika tidak ada sifat adil pada diri manusia, maka akan timbul sifat-sifat tercela lainnya seperti sifat suka menipu orang lain, suka membodohkan dan menghinakan orang lain, sifat kebodohan, sifat gila dan lain sebagainya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*