Hukum Membatalkan Akad Wakaf dan Menjual Harta yang Telah Diwakafkan

Jika suatu harta telah terlanjur diwakafkan dan dihukumi sah wakafnya maka akad wakaf tersebut tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan, begitu pula tidak boleh menjualnya atau memberikannya kepada seseorang walaupun barang itu telah rusak dan sudah tidak bermanfaat lagi, karena dengan terlaksananya wakaf tersebut maka lepaslah kepemilikan wâkif akan harta itu dan berpindah  menjadi milik Allah Swt., maka bagaimana dia akan menjual sesuatu yang bukan lagi miliknya, sehingga tidak sah menjualnya karena kini harta tersebut menjadi milik Allah Swt.

Begitu  pula tidak boleh merubah harta wakaf dari tujuan wâkifnya semula, seperti misalnya harta tersebut diwakafkan sebagai kebun yang hasilnya digunakan untuk keperluan anak yatim maka tidak dapat dirubah menjadi rumah atau lainnya dengan tujuan yang tidak diinginkan oleh wâkif pada saat diwakafkan pertama kali, akan tetapi Imam Subki Ra. berpendapat dapat dirubah dari tujuan semula asalkan memenuhi syarat-syarat berikut ini :

  1. Jika dirubahnya sedikit, sekiranya tidak sampai merubah namanya misalnya dari kebun menjadi rumah, lain halnya kalau tidak sampai merubah namanya seperti jika dia membangun rumah kecil dalam kebun tersebut namun tanah tersebut tetap berfungsi sebagai kebun maka tidak apa-apa jika demikian.
  2. Tidak menghilangkan sedikitpun dari bendanya akan tetapi hanya memindah dari satu sisi ke sisi lainnya, adapun jika merubahnya akan sampai mengakibatkan hilangnya komponen atau sebagian dari harta yang diwakafkan tersebut maka tidak boleh merubahnya.
  3. Merubahnya dengan tujuan suatu kemaslahatan dari harta wakaf itu, lain halnya kalau tidak ada maslahat apapun yang kembali kepada kebaikan harta yang diwakafkan itu maka tidak boleh dirubah sama sekali.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*