Melihat Calon Istri… Berdosakah?

Melihat ciri-ciri wanita yang akan dinikahi sebe­lum nikah hukumnya sunnah, dengan dasar sabda Rasulullah SAW kepada sahabatnya Mughirah RA yang telah meminang soeorang wanita,

قَالَ رَسُولُ الله : لِلمُغِيرَة وَقَد خَطَبَ امرَأة “اُنظُرُوا إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحرَى أَنْ يُؤدَمَ بَيْنَكُم أَيْ تَدُوْمُ الْمَوَدَّةُ (رواه الترمذي

Rasulullah SAW bersabda kepada Mughirah yang telah meminang seorang wanita, “Lihatlah kepadanya karena itu akan menjadi sebab langgengnya kalian berdua”.(H.R. Turmudzi)

Sebagaimana dimengerti dari hadits tersebut hikmah dari melihat seorang wanita yang akan dini­kahi adalah supaya calon suami istri itu saling mengetahui ciri-ciri dari calon istri atau suaminya, sehingga menjadi langgeng kehidupan rumah tangganya.

Akan tetapi tidak sunnah melihat calon istri kecuali jika memenuhi syarat-syarat di bawah ini :

  1. Dia sudah ada niat untuk kawin bukan hanya iseng, akan tetapi melihatnya karena dorongan untuk menjadikannya sebagai calon istri.
  2. Ada harapan untuk diterima pinangannya oleh keluarga perempuan tersebut. Akan tetapi kalau tidak ada harapan apapun alasannya maka tidak sunnah atau bahkan haram melihatnya.
  3. Melihatnya cukup di wajah dan tangan, tidak boleh melihat rambutnya dan lain-lain.
  4. Perempuan itu bukan tunangan seseorang.
  5. Perempuan itu adalah perempuan yang boleh dinikahi olehnya.

Dan boleh melihatnya dengan berulang-ulang walaupun tanpa sepengetahuannya dan ridlonya, baik sebelum tunangan maupun setelahnya, akan tetapi jika setelahnya tidak sunnah hukumnya, karena dikhawatirkan tidak jadi maka akan menimbulkan kesusahan pada kedua belah pihak.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*