Ketika Binatang Menyebabkan Kerugian, Siapakah Yang Mengganti?

Hukum jika binatang ternak/piaraan melakukan suatu tindakan yang merugikan orang lain baik dengan menghilangkan nyawa atau melukai dan memotong organ badan manusia atau merusak tanaman dan lain-lain, baik dengan sebab kotorannya yang brserakan sehingga merugikan orang lain atau dengan sebab tandukan atau tendangannya dan lain-lain, maka hukumnya diperinci sebagai berikut:

  1. Terkadang pemiliknya berada bersama binatang tersebut, baik pemilik dalam keadaan menungganginya atau menuntunnya dan lain sebagainya maka dalam keadaan semacam ini sipemilik binatang harus menanggung segala kerugian yang ditimbulkan oleh binatang tersebut karena binatang tersebut berda dalam genggamannya dan perhatiannya segala tindakan binatang tersebut seakan tindakan dari si pemilik binatang, kecuali jika hal itu terjadi disebabkan kelalaian dari korban misalnya dia meletakkan barang yang dirusak binatang tersebut di piggir jalan seperti hand phone, telefisi dan lain lain, atau sengaja disodorkan kepadanya maka dalam hal ini si pemilik tidak menanggung ganti rugi dengan sebab itu, karena hal itu terjadi dengan sebab kelalaian dari korban, dan sama hukumnya dalam masalah ini jika yang menunggangi  binatang tersebut bukan pemiliknya akan tetapi hanya meminjamya,menyewanya atau merampasnya dari pemilik maka dalam hal ini di dianggap sebagai pemilik sehingga dia harus meangung semua kerugian yang disebabkan oleh binatang tersebut.
  2. Dan terkadang pemiliknya tidak berada bersama binatang tersebut, maka hukumya diperinci sebagai berikut:
  • Jika hal itu terjadi pada malam hari maka pemilik binatang harus menangggung segala kerugian karena biasanya setiap orang akan meletakkan binatang ternaknya didalam kandangnya kecuali kalau dia telah meletakkan binatang tersebut dalam kandangnya akan tetapi binatang itu sendiri yang keluar dengan cara merusak kandangnya maka dalam hal ini dia tidak menannggungnya asalakan dia dapat membuktikan hal itu kepada korban dan hakim jika mereka berselisish dalam hal itu.
  • Dan jika hal itu terjadi pada siang hari maka si pemilik tidak menanggung segala kerugian yang disebabkan oleh binatang ternak / piaraannya dikarenakan biasanya setiap orang yang memiliki bintang ternak akan melepaskan binatag ternaknya pada siang hari dan para petani sedang berada di kebon-kebonnya sehingga jika terjadi suatu kerusakan yang disebabkan binatang ternak para petani tersebut dapat mengatasinya.

Kesimpulannya pemilik binatang ternak tidak ikut menanggung segala kerugian yang disebabkan binatang ternaknya dalam beberapa masalah dibawah ini :

  • Jika biatang ternak / piaraan tersebut berada bersama orang lain baik sebagai peminjam,penyewa, penggadai atau seseorang yang dititpi oleh pemiliknya apa lagi jika seseorang menungganginya tanpa ijin dari pemilik maka dalam semua gambarang tersebut diatas si pemilik tidak ikut menanggung segala kerugian akan tetapi ditanggung oleh penunggangnya atau orang bersamanya apapun statusnya.
  • Jika binatang tersebut ditunggangi oleh pemiliknya lalu seseorang menikamnya atau mengganggu bainatang tersebut sehingga menyebabkan binatang tersebut liar dan gusar sehingga menyebabkan kerusakan yang merugikan orang lain maka dalam hal ini bukan si pemilik yang menanggung kerugian akan tetapi yang menyebabkan binatang itu marah dan liar.
  • Jika binatang tersebut tiba-tiba mati dan ketika dia jatuh tersungkur mengenai sesuatu dan merusaknya maka dalam hal ini si pemilik tidak ikut menanggung kerugian dengan sebab tersebut.
  • Jika binatang tersebut bersamanya akan tetapi tiba-tiba lepas kendali apapun sebabnya sehingga menyebabkan kerusakan yang merugikan orang lain maka dalam hal ini si pemilik tidak menggung kerugian itu karena hal itu bukan dengan sebab kelalaiannya.

Dan dikecualikan dari bainatang ternak/piaraan yang harus ditanggung oleh pemiliknya jika menyebabkan kerugian kepda orang lain adalah jika binatang yang di ternaknya itu berupa burung merpati atau tawon maka si pemilik tidak ikut menanggung segala kerugian yang disebabkan dua binatang itu.

Dan setiap pemilik binatang yang sudah diketahui sebelumnya dia liar dan suit dikendalikan sehingga sering menyebabkan kerugian pada orang lain maka pemiliknya harus mengikatnya atau mengurungnya baik pada malam hari maupun pada siang hari.

Dan jika terdapat binatang yang membahayakan jiwa manusia atau dapat menyebabkan ketakutan dan kerugian yang sulit dikendalikan maka boleh membunuhnya ketika dia sedang berbahaya dan harom membunuhnya jika tidak dalam kedaan yang membahayakan.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*