Setetes Kisah Mulia Sahabat Tercinta Nabi Muhammad SAW.

Marilah kita belajar dari sepercik kisah menarik dari anak didik Nabi Muhammad SAW. yaitu para sahabatnya, yang mana karena kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW. sehingga mereka menjadi manusia-manusia paling mulia setelah Nabi Saw. di antara umat ini.


Setetes Kisah Mulia Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Kita lihat pada Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq khalifah Rasulullah SAW. yang pertama, yang dikatakan oleh Nabi SAW. sebagai Rofiqii fil jannah / teman yang akan mendampingiku kelak di Surga, yang telah mengorbankan hartanya, nyawanya, dan hidupnya untuk Nabi Muhammad SAW. Di mana diceritakan dalam sejarah Nabi SAW. hampir tidak terdapatkan Nabi SAW. kecuali di sampingnya selalu ada Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra. dalam segala waktu maupun tempat, dalam keadaan suka maupun duka.

Sehingga pernah suatu waktu ketika beliau harus berpisah dari Nabi SAW. untuk pulang ke rumahnya untuk sekedar mengganjal perutnya, ketika beliau berada di depan hidangan bersama keluarganya tatkala akan memasukkan suapan makanan ke dalam mulutnya, tiba-tiba teringat wajah Nabi SAW. olehnya sehingga dia kembalikan lagi suapan itu ke atas piringnya, kemudian bergegas kembali menuju tempat Nabi SAW. Sehingga tatkala bertemu dengan Nabi SAW., Nabi SAW. Berkata, “Ya Abu Bakar, baru saja engkau tinggalkan diriku, engkau sudah kembali”.

Maka Sayyidina Abu Bakar berkata, “Benar Ya Rasulullah, sebenarnya aku pulang ke rumah untuk mengisi perutku, akan tetapi tatkala aku akan memasukkan suapan ke mulutku, aku teringat wajahmu yang mulia, maka aku bergegas cepat cepat kembali untuk bertemu denganmu, dan seandainya aku akhirkan dengan aku habiskan makananku, maka niscaya aku akan menjadi orang gila karena kerinduanku terhadapmu”.

Begitulah keadaan Sayyidina Abu Bakar di masa hidup Nabi SAW. Dan bagaimana keadaan beliau setelah ditinggal oleh Nabi SAW.? Diriwayatkan dari Sayyidatuna Asma’ istri beliau bahwa hampir setiap malam Sayyidina Abu Bakar tidak mengangkat kepalanya dari bantalnya, kecuali bantal itu telah penuh dengan cucuran air mata Sayyidina Abu Bakar, karena kerinduan beliau untuk berjumpa kembali dengan Nabi Muhammad SAW.

Dan diceritakan pula bahwa hampir setiap malam setelah beliau melaksanakan shalat malam beliau membenamkan kepalanya di antara kedua lututnya sambil memegangi kedua lututnya tersebut serta menangis tersedu-sedu dan berkata: “Wa Syawqo ila Rosulillah! Alangkah rindunya diriku untuk berjumpa dengan kekasihku Muhammad SAW.”. Dan begitulah keadaannya hingga datang waktu adzan subuh.

            Semoga Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra. Selalu diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal’aalamiin…

Leave a comment

Your email address will not be published.

*