Jangan Sembarang Melaknat!!!

Suami-Akan-Dilaknat-Allah-Apabila-Melakukan-7-Perkara-Ini-Pada-Isterinya - Copy

Melaknat seseorang, benda ataupun hewan dilarang dalam syariat islam dan hukumnya harom kecuali melaknat orang kafir yang  jelas-jelas meninggal dalam keadaan kafir, begitupula kepada orang yang melakukan kedzoliman dan mati dalam kedhalimannya. Adapun melaknat orang orang yang  masih hidup, maka tidak boleh kita melaknatnya kecuali jika sasarannya berupa golongan atau komunitas tertentu, bukan per-individu. Akan tetapi sekali lagi ditegaskan bahwasanya di dalam kalimat laknat itu sama sekali tidak ada kemuliaan dan pahala yang terkandung didalamnya. Dan yang demikian itu dilarang oleh syariat islam dikarenakan seakan-akan orang yang melaknat itu telah mendahului atau telah mewajibkan sesuatu kepada Allah  berupa laknatnya yang berarti jauh daripada rohmat-Nya, padahal yang demikian itu diluar pengetahuan manusia. Sehingga tidak ada seorang manusia pun yang berhak melaknat atau memaksa Allah  dalam melaknat seseorang.

Kesimpulannya bahwasanya boleh melaknat dalam 3 hal dibawah ini:

  1. Melaknat kepada golongan-golongan tertentu secara umum seperti misalnya, “Semoga laknat Allah kepada semua orang kafir, semua orang ahli bid’ah, semua ahli maksiat.” Maka yang demikian itu diperbolehkan.
  2. Melaknat golongan-golongan tertentu dengan sifat-sifatnya. Misalnya “Semoga laknat Allah terhadap para yahudi, para nasrani, para majusi, atau kepada para syi’ah, kepada para rofhidi, kepada para salafi, kepada para ahli zindik, kepada para pemakan riba” dan lain sebagainya secara umum, bukan secara individu.
  3. Melaknat seseorang yang sudah pasti meninggal dalam keadaan kafir atau dalam keadaan dholim seperti “Semoga laknat Allah kepada Fir’aun, Haman, Namrud dan lain-lain”.

Sedangkan melaknat orang lain selain pada temat-tempat yang disebutkan di atas, maka hukumnya dilarang dalam syariat islam, semisal “Semoga laknat Allah kepada Fulan, atau kepada orang kafir itu, atau orang fasik itu atau ahli bid’ah itu.” Karena diriwayatkan bahwasanya jika seumpama laknat itu terucap dari seseorang dan ternyata orang yang menjadi sasaran laknatnya tidak berhak mendapatkannya, maka dia akan mencari sesuatu yang pantas yang berhak mendapatkannya di langit maupun di arasy sana. Dan jika dia tidak mendapatkannya juga, maka dia akan kembali kepada dirinya sendiri. Maka dari itu, hal ini dilarang oleh syariat islam, karena seseorang itu tidak diketahui akhir hayatnya. Sedangkan baik tidaknya seseorang ditentukan pada akhirnya, bukan awal atau pertengahannya. Maka seseorang akan dihukumi kafir jika meninggal dalam keadaan kafir walaupun awalnya muslim, dan seseorang dihukumi muslim jika meninggal dalam keadaan muslim walaupun awalnya kafir, dan seseorang dihukumi sholeh jika meninggal dalam keadaan sholeh walaupun awalnya ahli maksiat, dan dihukumi ahli maksiat jika meninggal dalam keadaan seperti itu walaupun awalnya termasuk orang-orang sholeh.

Kata laknat semacam ini sangat banyak terucap dikalangan kaum muslimin. Maka hendaknya kita berhati-hati daripada kalimat laknat tersebut. Dan termasuk daripada kalimat laknat adalah mendoakan orang lain dengan keburukan dan kejahatan. Misalnya seorang berkata “Semoga Allah tidak menyelamatkanmu, semoga Allah menjerumuskanmu, semoga Allah membinasakanmu, semoga Allah mencelakakanmu, semoga hidupnya hancur binasa” dan lain sebagainya. Hendaknya do’a yang semacam ini dijauhkan daripada Lidah kita karena hal itu sangat berbahaya dengan urusan akhirat kita.

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published.

*