Pentingnya Asupan Halal bagi Ibu dan Bayi

ibu hamil - CopyMemberikan Asupan Makanan Yang Halal Terhadap Ibu Anak-Anak Kita

Memberikan asupan makanan dan minuman serta pakaian yang kita siapkan dan usahakan untuk istri kita, merupakan suatu peranan yang sangat penting didalam menghasilkan seorang anak yang nantinya akan menjadi investasi yang sangat berguna bagi kita baik di dunia maupun di akhirat. Karena asupan makanan merupakan sebuah mobilitor dalam badan kita yang karenanya tergerak seluruh anggota badan. Sehingga pantas jika Nabi kita Muhammad I bersabda:

مَنْ أَكَلَ الحَلاَلَ أَطَاعَتْ جَوَارِحُهُ شَأَتْ أَمْ أَبَتْ عَلِمَتْ أَوْ لَمْ تَعْلَمْ  وَ مَنْ أَكَلَ الحَرَامَ عَصَتْ جَوَارِحُهُ شَأَتْ أَمْ أَبَتْ عَلِمَتْ أَوْ لَمْ تَعْلَمْ

Barang siapa yang makan makanan  yang halal maka anggota badannya akan digunakan untuk suatu ketaatan demi ketaatan yang lainnya. Dan jika seseorang itu makanannya bersumber dan berasal dari yang harom, maka dia akan menggunakan anggota badannya untuk suatu kemaksiatan demi kemaksiatan.

Dalam hadits lain Nabi I bersabda:

مَنْ أَكَلَ الحَلاَلَ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نَوَّرَ اللهُ قَلْبَهُ وَ أَجْرَى يَنَابِعَ الحِكْمَةِ مِنْ قَلْبِهِ عَلَى لِسَانِهِ

Barang siapa yang makanannya bersumber daripada sesuatu yang halal selama 40 hari, maka Allah akan menyinari hatinya. Dan Allah akan mengalirkan dari hatinya dan lisannya sumber-sumber hikmah.[1]

Dalam hadits lain, Nabi I bersabda:

مَنْ أَكَلَ حَرَامًا لَمْ يُقْبَلْ مِنْهُ صِرْفًا وَ لاَ عَدْلاً

Barang siapa yang makanannya harom, maka tidak diterima darinya baik pekerjaan yang wajib ataupun pekerjaan yang sunnah.[2]

Nabi I bersabda:

كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ الحَرَامِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

Setiap daging yang tumbuh dari asupan yang harom, maka neraka lebih berhak untuk mendapatkannya.[3]

Maka dengan dasar hadits-hadits tersebut di atas, bisa diambil kesimpulan:

Asupan-asupan yang harom tersebut akan menjadi darah daging. Dan termasuk didalamnya pertumbuhan janin dalam perut seorang ibu akan tumbuh dengan asupan-asupan yang harom tersebut. Begitu pula ketika anak nanti dilahirkan dan disusui oleh ibunya dengan asupan-asupan yang semacam itu, maka tentunya asupan-asupan yang harom yang sekarang berupa air susu yang memang air susu itu berasal daripada darah dan juga intisari-intisari makanan yang kita makan, pastinya akan membawa pengaruh yang tidak baik terhadap anak itu, baik perilaku, sifat, tabiat dan yang lainnya. Oleh karena itu, untuk kita mendapatkan seorang anak yang nantinya akan menjadi sebuah investasi yang berguna bagi kita baik di dunia maupun di akhirat, maka hendaknya hindarkanlah asupan-asupan yang harom daripada istri maupun ibu dari anak yang kita lahirkan.

 

[1] H.R. Abu Na’im

[2] H.R. Ad-Dailami

[3] H.R. Tirmidzi

Leave a comment

Your email address will not be published.

*