SOLUSI SUKSES MENGHADAPI SEGALA UJIAN DAN COBAAN

Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk dicoba dan diuji dengan berbagai macam fitnah supaya diketahui manakah diantara mereka yang menta’ati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta siapakah diantara mereka yang melanggar perintah-Nya dan melakukan larangan-Nya. Dengan demikian mereka berhak untuk dimasukkan ke dalam syurga dan neraka-Nya.

Tatkala kita melihat terhadap visi dan misi penciptaan manusia, tentunya kita semua sadar bahwasanya manusia diciptakan Allah SWT ketika lahir dari rahim ibunya dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, sementara fitnah itu sudah ada, bisikan syetan juga sudah ada,begitu pula godaan hawa nafsu, cinta kepada dunia, dan lain sebagainya. Sehingga bisa dibayangkan ketika seseorang tidak dibekali dengan ilmu agama yang diajarkan oleh Nabi SAW yang memang misinya adalah mengeluarkan manusia dari kehidupan jahiliyah dalam keadaan bodoh menuju ke alam terang benderang dengan ilmu sebagai penuntunnya yang membawanya ke arah kebahagiaan, keamanan, kesejahteraan dan kesentosaan. Bagaimana dia bisa sukses menghadapi ujian dan cobaan yang dihadapinya?

Setiap hari dan setiap saat, manusia selalu akan menjadi sasaran fitnah yang memang menjadi sebuah ujian dari Allah SWT untuk menguji hamba-hamba-Nya. Dan tatkala seorang manusia tidak mengetahui bagaimana cara menghadapinya, bagaimana mungkin dia akan selamat dan sukses untuk melewati ujian-ujian tersebut? Sementara banyak para manusia di akhir zaman ini yang terlena, terbuai dan mabuk dengan sesuatu yang penting tapi bukan yang paling penting, dan merupakan sebuah sisi kedua kepentingan kehidupan manusia, akan tetapi itu justru itu merupakan sebuah jaminan Allah SWT. Dimana mereka memasukkan putra-putrinya kedalam pendidikan-pendidikan formal tanpa diiringi dengan didikan agamanya. Dengan begitu, seakan-akan kita telah mendidik anak-anak kita untuk hidup bahagia di dunia saja dan tidak mendidik mereka untuk hidup bahagia di akhirat. Karena bagaimana mungkin mereka akan bahagia di akhirat tatkala mereka mempunyai uang yang banyak tapi tidak dapat menggunakannya dengan cara yang tepat, ketika mereka mempunyai uang yang banyak tapi tidak pernah mengetahui bagaimana cara mendapatkan uang yang halal dan diridhoi oleh Allah SWT serta membawa keberkahan. Bagaimana mungkin orang yang seperti ini akan membawa kebahagiaan di akhirat kelak?!  Padahal dunia yang dicari dengan melalui pendidikan yang paling tinggi sekalipun dan memang itulah tujuan utamanya, itu memang sesuatu yang sudah berada di jaminan Allah SWT sesuai dengan firman-Nya:

قال الله تعالى : وَمَا مِن دَابَّةٍفِى ٱلأَرضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزقُهَا . هود: 4

Tidak ada satu binatang melata pun di bumi ini kecuali pasti Allah SWT yang menanggung rizkinya. (Q.S. Hud:4)

Bukankah seakan-akan dia melakukan hal yang sia-sia dan tiada guna karena pendidikan yang tinggi itu bukan suatu jaminan bagi mereka untuk mendapatkan harta yang melimpah. Berapa banyak orang yang tidak berpendidikan sekalipun tapi mempunyai harta yang banyak, dan berapa banyak pula orang yang berpendidikan dengan pendidikan yang tinggi akan tetapi menjadi orang yang tidak punya.

Dalam hal ini kita tidak dilarang untuk mencari ilmu dalam pendidikan formal yang tujuannya adalah meraih keduniaan yang banyak serta melimpah, akan tetapi di situ ada ilmu yang harus dipelajari oleh setiap muslim selain ilmu yang dipelajarinya dalam pendidikan formal, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW

berikut ini:

(عن أبي هريرة، رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طَلَبُ العِلمِ فريضَة على كُلِّ مُسْلِم. (رواه مسلم

Mencari ilmu agama itu wajib bagi setiap muslim. (H.R. Muslim)

اُطلُبُوا العِلمَ وَلَو بِالصِّين . رواه ابن عدي والبيهقي

Carilah ilmu walaupun di negeri Cina. (H.R. Ibn Adiy-Baihaqi)

Berdasarkan hadits-hadits tersebut, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib, fardhu ain bagi setiap orang muslim. Sedangkan belajar ilmu-ilmu terkait dengan keduniaan, meraih kesuksesan di dunia, menjadi orang kaya, menjadi pejabat yang paling tinggi juga merupakan ilmu yang wajib dipelajari, tapi fardhu kifayah (jika ada satu orang yang melaksanakannya, maka gugur kewajiban mempelajarinyabagi yang lain). Itulah perbedaan hukum terkait dengan ilmu agama dan ilmu dunia.

Mari kita bayangkan! Kita berkewajiban untuk berbakti kepada orang tua, kita berkewajiban untuk menghormat para kerabat dan tetangga, dan kita juga berkewajiban untuk bersilaturrahmi, melaksanakan sholat 5 waktu, sertamengqodho’ sholat-sholat tersebut ketika kita tinggalkan. Apalagi bagi, wanita, ada sholat-sholat yang diharamkan dan ada sholat-sholat yang diwajibkan serta diqodho. Dan kita diwajibkan untuk meninggalkan segala perkara yang diharamkan diantaranya mencuri, mendzolimi orang lain, menyakiti hati orang,menipu, mengambil hak orang lain, berghibah, mengadu domba, meminum khomr, berprasangka buruk, merasa ujub, riya’ dan lain sebagainya itu merupakan larangan-larangan Allah SWT.

Mari kita bayangkan bagaimana mungkin seorang manusia dapat luput dari pekerjaan-pekerjaan tersebut jika dia tidak tahu dengan seluk beluk hukumnya. Bagaimana mungkin dia akan menjalankanya dengan benar? Bagaimana mungkin dia akan meninggalkan larangan-larangan-Nya dengan sempurna? Maka dari itu memaksimalkan waktu untuk mencari ilmu agama merupakan solusi bagi seseorang untuk hidup bahagia bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat nanti. Semoga kita dan seluruh keturunan kita termasuk yang mempunyai ilmu agama sebagai bekal hidup bahagia di dunia sampai di akhirat kelak. Aamiiin Ya Mujibassaa’iliin…

Leave a comment

Your email address will not be published.

*