Menerapkan Adab Berkawan Merupakan Solusi Terhindar Dari Terlilit Hak Adami

Menerapkan Adab Berkawan Merupakan Solusi Terhindar Dari Terlilit Hak Adami

Diantara yang harus kita bina daripada karakter kita adalah untuk selalu bersopan santun dengan kawan dan sahabat. Karena  syariat Islam telah mengajarkan kepada semua pemeluknya untuk menerapkan budi pekerti dan sopan santun terhadap semua manusia siapapun dia. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW adalah :

(وخَالِقِ النَاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي

Dan hendaknya kamu berakhlak kepada seluruh manusia dengan akhlak yang baik. (H.R. Tirmidzi)

Kalau hal itu diperintahkan oleh Nabi SAW terkait dengan semua orang, apalagi dengan kawan dan sahabat yang kita kenal, tentunya mereka lebih berhak untuk mendapatkan kebaikan kita. Dan beradab serta berbudi pekerti dengan mereka sesuai yang diajarkan oleh Nabi SAW merupakan solusi bagi kita terhindar dari dosa yang terkait dengan manusia. Adapun adab-adab tersebut adalah sebagai berikut:

 

  1. Menghormati semua teman tanpa membedakan diantara mereka.

Kita diperintahkan untuk memandang dengan rasa hormat dan memuliakan kepada seluruh teman dan kawan. Tidak memandang mereka dengan remeh walaupun status sosialnya di bawah kita. Karena status sosial itu tidak menentukan derajat seseorang yang sebenarnya, dan yang menentukan adalah ketakwaan kita kepada Allah SWT. Maka hendaknya setiap orang memandang orang lain lebih tinggi dan lebih mulia darinya, karena bisa jadi memang begitu kejadiannya, hanya Allah yang mengetahuinya. Sebagaimana firman Allah


(13:يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَـٰكُم مِّن ذَكَرٍ۬ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَـٰكُمۡ شُعُوبً۬ا وَقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوٓاْ‌ۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَٮٰكُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ۬ (الحجرات:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujurat: 13)

Dengan demikian maka dia akan selalu menghormati dan memuliakan kawan dan sahabatnya.

  1. Meminta maaf setiap kali merasa ada kesalahan.

Begitu seseorang merasa ada kesalahan baik terkait dengan ucapan maupun tindakan hendaknya cepat-cepat meminta maaf, apalagi jika memang terbukti sebuah kesalahan. Dan jangan membiarkan kesalahan itu terpendam dalam hati yang nantinya akan menjadi dendam kusumat apalagi sampai tidak saling tegur sapa melebihi dari 3 hari, karena hal itu dilarang oleh Nabi.

sebagaimana sabda Nabi

(عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أنه قال: لاَ يَحِلُّ لِمُسلِمٍ أَن يَهجُرَ أَخَاهُ فَوقَ ثَلَاثَةٍ، يَلتَقِيَانِ، فَيعرض هَذَا، وَيعرض هَذَا، وَخَيرُهُمَا الَّذِي يَبدَأُ بِالسَّلَامِ. (متفق عليه

Tidak diperbolehkan bagi setiap muslim untuk tidak saling bersapa lebih dari 3 malam, dimana keduanya bertemu akan tetapi dalam keadaan saling memalingkan muka. Dan yang terbaik diantara keduanya adalah yang memulai dengan salam. (Muttafaq alaih)

  1. Memanggil kawan dan sahabat dengan nama dan gelar yang baik.

Menyebut nama saat kita memanggil kawan sangatlah penting, karena menyebut nama berarti memperhatikan dan menghormati. Dan tidak memanggil seseorang dengan namanya kecuali orang itu spesial dalam hatinya. Maka yang demikian itu termasuk sopan santun yang diajarkan oleh Nabi


4. Menggauli mereka dengan ma’ruf (kebaikan)..

Yang dimaksudkan dengan ma’ruf di sini adalah semua perilaku yang baik yang terkait dengan ucapan maupun tindakan. Karena sahabat yang sejati adalah yang bergembira di saat temannya bergembira dan bersedih ketika temannya bersedih. Jika hal itu dirasakannya didalam hati, tentunya dia tidak akan menggauli mereka kecuali dengan tindakan maupun ucapan yang terbaik.

  1. Membalas kebaikan teman maupun sahabat.

Membalas kebaikan dari seorang teman merupakan akhlak yang mulia yang disyariatkan dalam agama walaupun kebaikan yang dilaksanakannya merupakan sesuatu yang remeh. Jika kita mempu membalas kebaikan teman kita dengan yang lebih baik, misalnya dia memberikan hadiah, maka kita berikan hadiah yang lebih mahal atau dengan yang setara. Dan jika dia tidak mampu, maka paling tidak menghargai dan mendo’akannya dengan do’a yang diajarkan oleh Nabi dalam hadits berikut ini:


(عن
أسامة بن زيد رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَن صُنِعَ إِلَيهِ مَعرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ: جَزَاكَ الله خَيرًا، فَقَد أَبلَغَ فِي الثَّنَاءِ. (رواه الترمذي

Barang siapa mendapatkan kebaikan dari seseorang lalu dia mendo’akannya dengan “Jazakallahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)”, maka ia benar-benar telah membalas kebaikannya. (H.R. Turmudzi)

  1. Tidak mengganggu dan menyakiti teman.

Diantara haknya kawan atau teman adalah menjauhi perilaku yang tidak baik dengan mengganggu atau menyakiti hatinya, baik dengan tindakan maupun ucapan. Karena menyakiti seorang mu’min yang bukan teman itu sudah besar dosanya, apalagi seorang muslim hakiki adalah yang lidah dan tangannya terlepas daripada kejahatannya sebagaimana hadits Nabi  berikut:


(قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: المُسلِمُ مَن سَلِمَ المُسلِمُونَ مِن لِسَانِهِ وَيَدِهِ. (متفق عليه

Seorang muslim adalah yang semua kaum muslimin selamat dari kejahatan tangan dan lidahnya. (Muttafaq alaih)

 

  1. Berjabat tangan dan memberi salam ketika berjumpa

Berjabat tangan dengan teman dan memberi salam kepadanya ketika berjumpa merupakan suatu hal yang sangat penting untuk membentuk kebersamaan dan kesatuan, sehingga akan menyatu jiwa dan rohani  mereka. Apalagi dengan berjabat tangan dan mengucapkan salam, akan menumbuhkan rasa cinta diantara mereka dan mempunyai efek meningkatnya keimanan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini :

(لن تُؤْمِنُوْا حَتىَ تَحَابُوْا اَفَلَا اَدُلُكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ قَالُوْا بَلَى يَا رَسُولَ للهِ قال اَفْشُوْا السَلاَمُ بَيْنَكُمْ. (رواه مسلم

Kalian tidak akan beriman kecuali kalian saling mencintai sesama. Apakah kalian ingin aku beritahukan sesuatu jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai. Maka mereka menjawab “Iya wahai Nabi.” Lalu Nabi SAW bersabda “Hendaknya sebarkan salam diantara kalian.”(H.R Muslim)

  1. Tidak suka fudhul dengan urusan teman.

Fudhul adalah penasaran dan perasaan ingin tahu dengan urusan orang lain merupakan sifat yang tidak baik, dimana dengan sifat ini banyak orang dibenci dan dijauhi. Misalnya kita dapatkan dua teman kita yang sedang ebrcengkrama serius, maka hendaknya kita tidak mendekat dan duduk bersma mereka. Karena yang demikian itu termasuk fudhul dengan urusan orang.

  1. Bersikap jujur kepada teman/sahabat walaupun hal itu terasa pahit baginya.
  2. Selalu menyapa temannya setiap kali berpapasan dengannya.
  3. Bertutur kata yang baik dan santun dengan semua teman, serta tidak mudah marah dan membentak mereka.
  4. Menjenguk teman jika ia sakit.
  5. Menasehati teman dalam kebaikan.
  6. Menjauhi sifat iri dan dengki kepada teman, apapun yang dilakukannya.

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published.

*