Bisakah berbakti pada orang tua yang telah meninggal ??

Berbakti kepada kedua orangtua setelah meninggal, tetap hukumnya wajib. Yang demikian itu dikarenakan keduanya memang mempunyai hak yang sangat besar kepada anak-anaknya, sebagaimana hal itu disampaikan oleh Nabi SAW di dalam haditsnya:

عن أبي أسيد مالك بن ربيعة الساعدي قال: جَاءَ رَجُلٌ مِن بَنِي سَلَمَة إِلَى النَّبِي، فقال: يَا رَسُولَ الله هَل بَقِيَ مِن بِرِّ أَبُويَ شَيءٌ أَبِرّهُمَا بِهِ بَعدَ مَوتِهِمَا؟ قَالَ: نَعَم، الصَّلَاةُ عَلَيهِمَا وَالاِستِغفَار لَهُمَا وَإِنفَاذُ عَهدِهِمَا مِن بَعدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحم الَّتِي لَا تُوصَل إِلَّا بِهِمَا وَإِكرَامُ صَدِيقِهِمَا. رواه ابن ماجة

Diceritakan seseorang dari bani Salamah datang kepada Nabi SAW , lalu dia berkata, “Wahai Nabiyullah… apakah masih tersisa kebaktian kepada kedua orangtua setelah keduanya meninggal dunia?” Maka Nabi SAW 

menjawab, “Iya… yaitu mendo’akan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menepati janji setelah kematiannya, memuliakan teman-temannya, menyambung tali silahturrahminya yang kalau bukan karena keduanya tidak ada kekerabatan dengannya.” (H.R. Ibn Majah)

Berdasarkan hadits tersebut di atas, maka ada beberapa perbuatan yang dianggap sebagai kebaktian seorang anak terhadap kedua orang tuanya setelah meninggal dunia, yaitu sebagai berikut:

  1. Mendo’akan kedua orangtua dan memintakan ampun untuk keduanya.

Mendo’akan disini bisa berarti dengan berziaroh kepada kedua orangtuanya paling tidak setiap malam Jum’at atau hari Jum’at, atau setiap bulan sekali, kalau kesulitan maka setahun sekali dan jangan sampai melewati batas waktu tersebut karena kita terhitung sebagai seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya jika melebihi daripada batas itu.

  1. Bersedekah untuk keduanya.

Apapun yang kita lakukan daripada kebaikan hendaknya diniati untuk kedua orangtua, begitu pula ketika bersedekah. Karena itu merupakan do’a untuk keduanya, bahkan dikatakan oleh para ulama bahwasanya kalau kita berbuat kebaikan lalu kita niatkan kebaikan itu untuk kedua orangtua, maka kita akan mendapatkan pahalanya berlipat menjadi tujuh kali lipatnya. Alangkah bodohnya jika seseorang yang mengerti akan kebaikan ini lalu dia tidak melaksanakannya. Maka setiap kali kita bersedekah diniatkan untuk kedua orangtua, setiap kali haji atau umroh diniatkan untuk kedua orangtua, begitu pula amal kebaikan yang lainnya.

  1. Menepati janji keduanya jika pada waktu hidup kedua orangtuanya pernah ada sebuah janji yang diutarakan.

Begitu pula pesan maupun wasiat maka hendaknya seorang anak itu melaksanakan apa yang dijanjikan tersebut supaya tidak menjadikan hutang yang membelenggu keduanya. Begitu pula ketika keduanya berwasiat, maka termasuk daripada kebaktian seorang anak adalah melaksanakan semua yang diwasiatkannya.

  1. Membayarkan hutang-hutangnya.

Diantara kebaktian seorang anak kepada kedua orangtua setelah meninggal adalah hendaknya dibayarkan hutang-hutang kedua orangtua ketika semasa hidup, baik itu hutang kepada manusia atau hutang kepada Allah SWT. Bahkan setelah kematian seseorang, hutang kepada Allah SWT lebih diutamakan ketimbang hutang kepada manusia. Karena mungkin pada masa hidupnya dia berhutang kepada seseorang, oleh karenanya setiap kali orang tua meninggal dunia hendaknya diumumkan barangkali dia mempunyai sangkut hutang piutang dengan orang lain, maka hendaknya dibayarkannya. Jika dia mempunyai harta waris, wajib dibayarkan dengan harta warisnya itu. Akan tetapi jika dia tidak meninggalkan harta waris, maka hendaknya dilunasi oleh anak-anaknya dengan uang mereka dan itu merupakan sebuah kebaktian anak kepada keduanya karena hutang termasuk yang mencegah dan membelenggu si mayit yang mencegah kebaikan yang seharusnya dia dapatkan semenjak dikuburnya. Dan tidak akan diberikan serta dibelenggu darinya sehingga dia melunasi hutang-hutangnya. Begitulah mungkin pada masa hidupnya dia mempunyai hutang berupa puasa, sholat, i’tikaf, nadzar, kafaroh, dan lain sebagainya, maka hendaknya dilaksanakan oleh anaknya dan itu merupakan sebuah kebaktian dari seorang anak kepada kedua orangtuanya.

    5.   Menghormati teman-temannya.

Baik teman ayah maupun teman ibu dengan kita mendatangi mereka, membawa hadiah kepada mereka maupun menghormati mereka ketika mereka datang ke rumah kita. Karena yang demikian itu termasuk sebuah kebaktian yang dilakukan oleh seorang anak terhadap kedua orangtuanya. Karena pasti jika seorang anak melakukannya kepada para sahabat atau teman-teman dari kedua orangtuanya, mereka akan mengingat kepada orangtuanya, sehingga mereka mendo’akannya, dan hal itu karena sebab anaknya tersebut. Oleh karena itu perkara tersebut dianggap sebagai berbakti kepada kedua orang tua karena mengalirkan kebaikan kepada keduanya.

6.   Menyambung tali silaturrahminya.

Diantara kebaktian yang bisa dilakukan oleh seorang anak kepada kedua orangtua adalah berbakti kepada keduanya dengan bersilahturrahmi dan menyambung kerabatnya. Karena merekalah orang yang paling dekat dengan kedua orangtua kita, sehingga alangkah senangnya mereka tatkala disambung dengan kebaikan, menyantuni, membantu, maupun menyenangkan kerabat-kerabat daripada kedua orangtuanya.

Manfaat Birrul Walidain

Banyak hal yang akan didapatkan oleh seorang anak ketika berbakti kepada kedua orangtuanya terkait dengan kebahagian dunia maupun akhirat, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dengan berbakti kepada kedua orangtua maka akan sempurna keimanan seseorang dan keIslamannya.
  2. Dengan berbakti kepada kedua orangtua berarti kita telah melaksanakan sebaik-baik amal kebaikan.
  3. Dengan berbakti kepada kedua orangtua berarti kita telah menggapai suatu jalan menuju syurga.
  4. Dengan berbakti kepada kedua orangtua berarti kita dipastikan mendapatkan keberkahan dalam harta dan keturunan.
  5. Dengan berbakti kepada kedua orangtua maka pasti kita akan disebut dengan baik, baik di dunia maupun di akhirat.
  6. Dengan berbakti kepada kedua orangtua maka kita akan mendapatkan anak-anak juga keturunan akan berbakti kepada kita.
  7. Dengan berbakti kepada kedua orangtua akan menjauhkan kita dari segala macam bala’, melepaskan kita dari segala macam kesulitan dan akan melapangkan dada.
  8. Dengan berbakti kepada kedua orangtua maka berarti kita telah mendapatkan ridhonya, dan kalau kita sudah mendapatkan ridhonya, pasti kita akan mendapatkan kebahagiaan karena semua kebahagiaan datangnya dari Allah SWT. Sedangkan Allah ridho dengan keridhoan orang tua.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.

*