Apakah Semua Bid’ah Sesat?

kapan melaksanakan sholat gerhana?
bukan semua bid’ah itu tidak baik. Karena banyak macam-macam ibadah yang masuk dalam kategori perintah Nabi akan tetapi tidak terlaksana pada zamannya, seperti pembacaan maulid, membaca dzikir bersama-sama, membuat tabligh akbar, adanya pesantren-pesantren dan lain sebagainya, yang mana semua itu merupakan suatu hal yang baru yang tidak ada dan tidak terjadi pada zaman Nabi akan tetapi masuk ke dalam kategori sunnah Nabi. Oleh karena itu, haruslah kita memahami secara mendetail dan jelas tentang apakah bid’ah dan berapa macam bid’ah itu, yaitu sebagai berikut:
Kata bid’ah merupakan sesuatu yang baru terjadi dan tidak terjadi pada zaman Nabi , tapi bid’ah itu sendiri menurut madzhab Ahlussunnah wal jamaah terbagi menjadi 3 macam berikut ini:
1. Bid’ah hasanah, yaitu yang dianggap oleh para ulama termasuk yang dibawah naungan kitab dan sunnah dari segi kemanfaatan, kebaikan maupun kemaslahatan. Yang demikian itu seperti yang dilakukan oleh para sahabat dalam mengumpulkan Al-Qur’an menjadi satu mushaf, sholat Terawih yang dikumpulkan Sayyidina Umar di masjid Nabi dengan Imam Ubay Bin Ka’ab, menertibkan mushaf seperti yang kita lihat sekarang di zaman Sayyidina Utsman Bin Affan, begitu pula menetapkan 2 adzan (adzan pertama dan adzan kedua) pada hari Jum’at sebagaimana diberlakukan pada zaman Sayyidina Utsman, penerapan hukum memerangi pemberontakan yang ditetapkan oleh Sayyidina Ali Bin Abi Thalib sebagai warisan dan ajaran daripada para imam yang 4 yang tidak lain adalah anak didik Nabi . Itulah contoh daripada bid’ah yang dianggap bid’ah hasanah.
2. Bid’ah yang tercela dari segi kezuhudan, kewara’an, qona’ah, dan sebagainya. Seperti memperluas rumah, membeli baju-baju yang mahal, begitu pula kendaraan dan lain sebagainya yang diperbolehkan dalam agama.
3. Bid’ah sayyi’ah, yaitu yang bertentangan dengan nash Al-Qur’an dan hadits Nabi , begitu pula bertentangan dengan ijma’ para ulama. Dan yang demikian itu di zaman sekarang sangat banyak, akan tetapi sedikit terjadi di dalam furu’ syari’ah. Kalau didalam furu’ syariah itu masih ditoleransi, tetapi dilarang didalam ushul syari’ah.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*