Bagaimana Cara Memaksimalkan Waktu?

cara-menghitung-masa-subur-pada-wanita-yang-haidnya-tidak-teraturKarena waktu bagi seorang manusia merupakan modal yang paling berharga, maka hendaknya tidak digunakan kecuali untuk sesuatu yang sangat berharga pula. Hendaknya seorang muslim menentukan tugas-tugas amaliah-amaliah tertentu pada dirinya dalam waktu-waktu yang dilaluinya. Ada waktu-waktu kita berdzikir kepada Allah SWT, menyibukkan waktu tersebut dengan membaca bermacam-macam wirid dari sholawat, membaca Al-Qur’an, membaca dzikir maupun hizb-hizb yang diajarkan oleh sholihin. Begitu pula di lain waktu, kita harus mengisi waktu-waktu kita dengan berbagai macam pekerjaan, aktivitas-aktivitas sunnah yang lainnya seperti sholat, mengunjungi orang sakit, mengantar seseorang untuk mendapatkan hajatnya, menyenangkan orang lain, bersilaturrahmi dan lain sebagainya. Maka dari itu, ada beberapa pekerjaan yang dirasa penting untuk kita ketahui guna mengisi waktu-waktu kita supaya kita tidak termasuk manusia yang rugi dunia maupun akhiratnya, yaitu dengan mengisi waktu-waktu kita dengan perkara-perkara sebagai berikut:
– Memaksimalkan Waktu Dengan Melazimi Wirid-Wirid Tertentu
– Memaksimalkan Waktu Dengan Sholat-Sholat Sunnah
– Memaksimalkan waktu dengan membaca buku-buku berfaedah
– Memaksimalkan waktu dengan membaca Alqur’an
dan masih banyak lagi berbagai macam ibadah yang dapat kita lakukan untuk memaksimalkan waktu kita. Yang mana dengan waktu-waktu tersebut kita menggapai ridho-Nya dan dengan waktu-waktu itu pula kita bisa mendapat murka-Nya. Berarti setiap nafas daripada nafas-nafas manusia merupakan sebuah hal yang menjadi milik manusia yang berharga tiada tara karena tidak dapat dikembalikan lagi setelah berlalu walaupun dengan harga dunia dan seisinya. Sehingga jika telah berlalu suatu waktu, tidak akan mungkin untuk selama-lamanya akan kembali lagi kepadanya. Maka dari saking pentingnya waktu itu, Nabi bersabda:
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: نِعمَتَانِ مَغبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِن النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالفَرَاغ ُ. (رواه البخاري)
Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu didalamnya, yaitu nikmat sehat dan nikmat luang waktu. (H.R. Bukhori)
Bisa kita bayangkan kalau kita tidak benar-benar menghargai waktu, maka jika misalnya kita tidur setiap hari selama delapan jam sedangkan umur kita enam puluh tahun, berarti kita gunakan waktu untuk tidur saja selama dua puluh tahun, yaitu sepertiga umur kita. Sehingga jika kita tidak benar-benar mengikat waktu kita dengan jadwal-jadwal dan aktivitas-aktivitas tertentu, maka jangan berharap kita akan mendapat keberkahan dari waktu tersebut.

dikutip dari Buku karya Al Habib Segaf Baharun : SYARI’AT ISLAM Solusi Kehidupan Dunia

Leave a comment

Your email address will not be published.

*