Website Resmi Habib Segaf Baharun

Solusi agar tidak terjerumus dalam akidah Sesat

q-1Hendaknya seseorang memperbaiki keyakinan dan akidahnya serta meluruskannya sesuai dengan jalan golongan yang selamat, yaitu yang dikenal diantara umat muslimin dengan akidah Ahlussunnah wal jama’ah. Yaitu sebuah akidah yang berpegang teguh kepada kitab dan sunnah yang berlandaskan kepada perbuatan dan ajaran para sahabat dan keluarga Nabi. Karena jika kita perhatikan sejarah kaum muslimin semenjak para sahabat hingga kini, jika kita mempelajarinya dengan hati yang bersih di dalam nash-nash kitab maupun sunnah yang mengandung ilmu-ilmu yang terkait dengan keimanan, maka pasti kita akan mengetahui bahwasanya yang benar adalah golongan madzhab Ahlussunnah wal jama’ah, yaitu sebuah akidah yang berlandaskan kepada akidahnya syaikh Abu Hasan Al-Asy’ari dimana dia telah membangun asas dan rukun akidahnya dengan kebenaran dan diiringi dengan dalil-dalil yang sangat jelas. Sebuah akidah yang dilandasi dengan kesepakatan para sahabat dan para tabi’in setelah mereka. Sebuah akidah orang-orang yang memeluk kebenaran setiap waktu dan setiap zaman. Itulah akidah yang dipegang dan dijalani oleh para sufi, sebagaimana disebutkan hal itu oleh Imam Abu Qosim Al-Qusyairi didalam kitabnya Ar-Risalah Al-Qusyairiyah. Dan akidah Ahlussunnah wal jama’ah -karena taufik dari Allah SWT- merupakan akidah kaum muslimin di Indonesia dan akidah para habaib dari kalangan sadah Al-Husainiyyin yang dikenal dengan keluarga Abi Alawi dan juga merupakan akidah bagi para salaf kita mulai Nabi sampai kepada hari ini.
Al-Imam Muhajir Ilallah (As-Sayyid Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Tholib dan Fatimah bintu Rasul ) yang merupakan kakek moyang daripada para habaib, tatkala tampak berbagai macam fitnah dan bid’ah yang bermunculan dan juga adanya perseteruan hawa nafsu dan perbedaan pendapat di Irak, maka dia mempunyai inisiatif untuk membawa keluarganya dan keturunannya untuk menyelamatkan diri dengan berhijrah. Beliau berpindah dari kota Madinah ke kota-kota yang lainnya sampai kemudian beliau memilih tempat hijrahnya adalah Hadromaut dan tinggal di sana sampai meninggal dunia. Maka Allah SWT memberkahi keturunannya sehingga sangat terkenal dari golongan tersebut keluarga Nabi yang mulia dengan ilmu dan ibadah, serta terkenal juga dengan kewaliannya. Dengan begitu, Al-Imam Ahmad Al-Muhajir telah menyelamatkan keturunannya yang mana mereka dari kalangan ahlu bait An-Nabi (keturunan Nabi ) dari terperosok kedalam bid’ah-bid’ah dan mengikuti hawa nafsu yang sangat menyesatkan dengan cara berhijrah dari kota Baghdad ke kota Hadromaut. Semoga Allah SWT membalasnya dengan sebaik-baik balasan dengan apa yang telah dilakukannya, bagaikan pembalasan seorang ayah terhadap anak-anaknya. Dan semoga Allah SWT mengangkat derajatnya dan mengumpulkannya bersama para kakek beliau yang sangat mulia di tempat yang sangat tinggi, yaitu ‘Illiyyiin, dan semoga kita semua termasuk yang dikategorikan dengan mereka dalam kebaikan, keselamatan dengan tidak merubah keyakinan dan jauh daripada fitnah. Karena sesunggguhnya Allah SWT adalah Dzat yang Maha pengasih dan Maha penyayang.
Maturidiyah dalam hal ini sama dengan Asy’ariyyah hanya saja ada sedikit perbeda’an yang tidak mendasar. Maka kesimpulannya, hendaknya setiap muslim membentengi akidahnya dan menjaganya dengan berpegang teguh terhadap akidah Ahlussunnah wal jama’ah. Dan yang demikian itu tidak mungkin mereka akan dapat menjaga dan membentenginya kecuali dengan cara mempelajarinya dahulu melalui menghadiri majelis-majelis para ulama yang berakidah Ahlussunnah wal jama’ah atau belajar secara khusus dalam pesantren-pesantren atau madrasah diniyah. Dengan begitu, akan kokoh akidahnya dan dapat membentenginya dari akidah-akidah yang sesat yang banyak tersebar di zaman ini. Akidah Ahlussunnah wal jama’ah adalah akidahnya Imam Ghozali, sebagaimana disebutkannya di dalam fashl (bab) pertama kitab Qowa’idul Aqo’id dari kitab Ihya’ Ulumuddin. Maka barangsiapa yang ingin mengetahui akidah Ahlussunnah wal jama’ah yang sebenarnya, maka bacalah fashl awal dari kitab Qowa’idul Aqo’id Ihya’ Ulumuddin. Dan jika ingin lebih luas lagi dalam mempelajarinya, maka hendaknya lihatlah kitab Ar-Risalah Al-Qudsiyyah pada fashl yang ketiga.
Termasuk daripada ajaran kakek moyang kita para salafunasshalih adalah hendaknya tidak mendalami ilmu pedebatan dan kita selalu menghindarinya. Karena biasanya perdebatan itu diadakan atau masuk ke dalam dunia perdebatan bukan untuk mencari kebenaran, akan tetapi untuk memenangkan suatu pendapat berdasarkan kepada hawa nafsu. Itu bukan merupakan kebiasaan daripada orang yang berakidah Ahlussunnah wal jama’ah. Yang harus dilakukan adalah berpegang teguh dengan kitab dan sunnah, melazimi isi ajarannya, berusaha untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita secara dzohir maupun batin, berusaha merenungi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi , berusaha untuk bertafakkur dan berusaha mencari tahu akan kebesaran Allah SWT dalam ciptaannya baik di langit maupun di bumi untuk menjadi ibroh dan pelajaran, serta berusaha untuk memperbaiki akhlak kita terkait dengan akhlak dhohir maupun akhlak batin dengan berbagai macam riyadhoh, berusaha untuk membersihkan hati kita dengan melazimi dzikir-dzikir tertentu dan juga tafakkur serta berpaling dari segala hal yang menyibukkan kita daripada urusan dunia. Itulah kesimpulan daripada akidah Ahlussunnah wal jama’ah. Dimana jika kita berjalan dengan jalan tersebut, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dan kita akan beruntung dengan sesuatu yang tidak terduga.
Sedangkan jalan ahli tasawwuf dimana mereka selalu bermujahadah untuk membersihkan jiwa dan hati mereka, dengan meninggalkan suatu kebiasaan yang biasa dilakukan oleh manusia. Diantaranya adalah dengan bangun malam semalam suntuk, selalu berpuasa sepanjang hari dan mujahadah-mujahadah lainnya yang sangat memberatkan. Itu semua tidak dilakukan oleh mereka kecuali untuk membersihkan hati dan ingin merasakan nikmatnya ma’rifah bersama Allah SWT yang memang hal demikian itu merupakan inti dari kehendak para ‘arif billah yang dekat kepada Allah SWT dan cita-cita para muhaqqiqin. Semoga Allah SWT meridhoi mereka semua dan kita mengumpulkan kita bersama mereka. Aamiin Ya Robbal ‘alamin…

( dikutip dari buku karya Al Habib Segaf Baharun “Syari’at Islam Solusi Kehidupan Dunia”)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives