Dahsyatnya shadaqoh

        Shodaqah adalah apa yang diberikan secara sukarela karena Allah untuk memperoleh imbalan jasa dari Allah bilamana orang yang mengerjakan tersebut sangat berkeinginan untuk mendapatkan kenyamanan dengan kebenaran dalam perbuatannya.  dan sangat banyak sekali kisah-kisah para sahabat dan para sholihin berkaitan dengan shodaqah, dan berikut ini uraian tentang shodaqoh yang berupa kisah-kisah karna Kisah merupakan sebuah sebab yang dapat memotivasi dan dapat memberi peringatan, serta dapat memberikan tambahan keyakinan. Dan dari kisah-kisah tersebut juga dapat diambil pelajaran dan hikmah yang akan memotivasi kita dan menambah keyakinan kita untuk bersedekah. Karena para para sholihin yang telah mendahului kita telah mempunyai pengalaman dalam hidupnya yang sangat berarti, yang dengan pengalaman itulah kita dapat memastikan mereka meninggal dunia dalam keadaan khusnul khotimah, mereka telah mendapat kebahagiaan karena amaliahnya. Sesuai dengan apa yang disampaikan Allah SWT di dalam Al-Qur’annya:

هَل جَزَاءُ ٱلإِحسَـٰنِ إِلَّا ٱلإِحسَـٰنُ الرحمن: ٦٠
Dan tidak ada balasan bagi kebaikannya kecuali kebahagiaan dan kebaikan berikutnya. (Q.S. Ar-Rahman: 60)

Sehingga dengan kita mengingat apa yang telah mereka lakukan terkait dengan sedekah, maka akan timbul keinginan dan hasrat serta dorongan untuk melakukan seperti yang mereka lakukan dan mendapatkan kemuliaan seperti yang mereka dapatkan,yaitu sebagai berikut:

Sahabat Abdullah bin Mas’ud pernah bercerita: “Dahulu kala ada seorang rahib yang telah beribadah kepada Allah SWT di dalam tempat ibadahnya selama 60 tahun. Sehingga suatu waktu datanglah seorang wanita ke tempatnya,maka dia tergiur dengan kecantikannya sehingga dia berzina dengannya sampai 6 malam berturut-turut. Karena sebab itu dia diusir dan dia lari dari tempat ibadahnya tersebut. Dan suatu waktu dia masuk ke masjid dan tinggal didalamnya selama 3 hari 3 malam. Dia tidak makan selama itu, tiba-tiba datang seseorang yang memberikannya roti. Maka roti itu dia potong menjadi 2 bagian, satu potong diberikan kepada orang yang berada di sebelah kanannya dan satu potong lainnya diberikan kepada orang yang berada di sebelah kirinya. Setelah itu ternyata dia meninggal dunia dan ditimbanglah amalnya, yaitu 60 tahun kebaikan di atas timbangan kebaikan dan 6 malam yang mana dia berzina dengan wanita itu diletakkan di atas timbangan kejelekan. Ternyata timbangan amal jeleknya melebihi amal kebaikannya, padahal dilakukannya selama 60 tahun. Lalu kemudian diletakkanlah 1 roti yang pernah disedekahkan dan dipotong dua itu, ternyata roti itu menjadikan timbangan amal perbuatan baiknya melebihi daripada timbangan amal buruknya sehingga dia dimasukkan ke dalam syurga karenanya.”
Kesimpulannya bahwasanya rahib tersebut telah beribadah selama 60 tahun. Dan karena dia telah berzina, maka Allah SWT menghapuskan semua amal kebaikannya. Dan tatkala dia bertemu dengan seorang miskin dan bersedekah kepadanya dengan 1 potong roti yang dibagi 2, maka Allah SWT mengampuni dosanya dan mengembalikan amal kebaikannya selama 60 tahun tersebut.
2. Suatu sore sayyidah Aisyah dalam keadaan berpuasa dan beliau tidak mempunyai sesuatu yang layak untuk dijadikan makanan untuk berbuka kecuali 2 helai roti. Lalu datang seorang peminta yang meminta kebaikannya, lalu dia berikan 1 roti. Lalu datang lagi berikutnya seseorang,maka beliau memerintahkan budaknya untuk memberikan yang satunya lagi kepadanya. Akan tetapi budaktersebut menolak untuk memberikannya, maka sayyidah Aisyah sendiri yang memberikannya. Maka kemudian budak tersebut berkata kepada tuannya, “Wahai tuanku… engkau tidak memiliki sesuatu untuk berbuka.” Maka ketika mendekati Maghrib ada seseorang yang mengetuk pintu, maka beliau berkata, “Siapa disana?” Lalu dia menjawab, “Aku adalah keluarga dari bani Fulan.” Maka dibuka pintunya. Ternyata dia adalah budak yang diutus oleh tuannya untuk membawa bingkisan yang didalamnya terdapat kambing panggang dan roti. Maka sayyidah Aisyah berkata kepada budak perempuannya, “Coba lihatlah wahai budak perempuanku… betapa banyak di sana roti yang lebih baik daripada roti yang engkau buat untukku. Demi Allah SWT… mereka yang telah memberikannya kepadaku, sebelum ini belum pernah memberikan sesuatu untukku, baru kali ini.”
Kesimpulannya hal ini diajarkan oleh sayyidah Aisyah kepada budaknya bahwasanya jika kita bersedekah, maka pasti Allah SWT akan membalasnya.

                                                                                       ###
Seorang fakir mengetuk pintu salah satu rumah ulama pada suatu malam, maka orang alim tersebut bertanya kepada istrinya, “Adakah makanan atau apapun yang layak untuk diberikan kepada pengemis tersebut?” Maka istrinya berkata, “Kami tidak mempunyai sesuatu apapun kecuali 10 butir telur.” Maka si alim berkata kepada istrinya, “Berikanlah semuanya!” Maka diberikan semuanya kecuali satu butir telur yang disiapkan untuk anak-anaknya. Dan suatu saat kemudian ada suara ketukan lainnya, ternyata diaseseorang yang membawa bingkisan yang di dalamnya terdapat 90 dinar. Maka kemudian si alim berkata kepada istriya, “Berapa yang engkau berikan kepada si pengemis tadi?” Maka dia menjawab, “9 telur.” Maka si alim berkata, “Inilah balasannya, 90 dinar. Sedangkan kebaikan itu dilipatgandakan sebanyak 10. Seandainya engkau berikan seluruhnya, maka engkau akan mendapatkan 100 dinar.”

                                                                                   ###

Suatu waktu Abu Abdillah -pengarang kitab Mustadrak- wajahnya terkena luka sampai setahun lamanya. Maka dia datang kepada orang-orang yang baik untuk meminta do’a karenanya. Disamping itu dia bersedekah kepada kaum muslimin dengan meletakkan air minum di depan rumahnya dan selalu mengisi tempat air itu. Sehingga setiap orang yang melewatinya menggunakan kesempatan untuk minum darinya. Tidak berlalu seminggu kemudian kecuali sudah sembuh luka yang ada di wajahnya dan kembali wajahnya seperti sebelumnya. Padahal sebelumnya dia telah meminta do’a kepada orang-orang sholeh selama 1 tahun, tapi dia tidak mendapatkan kesembuhan. Akan tetapi hanya dengan bersedekah 1 minggu dia mendapat kesembuhan.

                                                                         ###

Abdullah bin Mubarak pemasukannya setiap hari adalah 1.000 dinar, tapi sepanjang tahun dia tidak terkena kewajiban zakat karena setiap hari pula dia menginfakkan hartanya dengan sedekah. Beliau pernah meng-hajikan Nabi sebanyak 1.000 kali haji. Dan diantara manaqibnya beliau satu tahun berjihad fi sabililah dan tahun berikutnya beliau melaksanakan ibadah haji untuk Rasulullah . Suatu waktu pada tahun beliau melaksanakan ibadah haji, beliau keluar bersama orang-orang yang melaksanakan haji yang disewanya untuk melaksanakan haji bagi Nabi . Sesampainya di suatu jalan, beliau melihat seorang wanita sedang mengais-ngais sesuatu di tempat sampah. Tatkala beliau melihatnya, ternyata sesuatu yang dia kais adalah sebuah bangkai yang telah mati tanpa disembelih. Maka sebagai seorang alim, dia mengingkarinya dengan mendatangi wanita tersebut seraya berkata, “Apakah engkau seorang muslimah?” Dia menjawab, “Iya… aku seorang muslimah.” Beliau berkata lagi, “Mengapa engkau mengambil bangkai ini? Tidakkah kau tahu bahwasanya bangkai ini haram untuk dikonsumsi?” Maka dia menjawab, “Iya… bagimu bangkai ini haram untuk dikonsumsi. Tapi bagiku… seorang syarifah… seorang janda yang hampir 2 hari ini tidak makan adalah sesuatu yang boleh kami makan.” Maka beliau terenyuh dan sedih mendengar jawaban wanita itu, sehingga kemudian beliau berikan semua bekal yang dibawanya yang semula untuk bekal haji kepada wanita tua tersebut seraya berkata, “Ambillah ini untuk menafkahi keluargamu.” Kemudian beliau menyuruh kepada kawan-kawannya untuk melanjutkan perjalanan menuju masjidil harom, sedangkan beliau kembali ke Baghdad. Tatkala sudah kembali semuanya -sebagaimana yang disunnahkan didalam agama- untuk meminta do’a kepada orang yang baru pulang haji, karena do’anya selama 40 hari dikabulkan. Tapi herannya setiap kali datang untuk meminta do’a kepada mereka, mereka pun juga meminta do’a kepadanya. Sehingga dia berkata kepada mereka, “Aku tidak berangkat melaksanakan ibadah haji, kenapa engkau juga minta do’a kepadaku?” Maka dia menjawab, “Bagaimana engkau katakan demikian, padahal engkau yang membantuku menaikkanku ke atas kudaku.” Yang lainnya pun menyahut, “Engkau yang memberiku minum.” Semua orang yang meminta do’a kepadanya memberikan bukti-bukti bahwasanya Sayyidina Abdullah bin Mubarak melaksanakan ibadah haji, sehingga apa yang dialaminya dari mereka membuatnya bingung. Dan pada malam harinya ketika dia sedang tidur, dia bermimpi Nabi berkata kepadanya, “Apakah kamu heran dengan apa yang kamu alami dengan orang-orang yang baru pulang haji itu?” Beliau menjawab, “Iya ya Rasulullah… Aku tidak haji, tapi mereka mengatakan aku melaksanakan haji.” Maka Nabi berkata kepadanya, “Ingatkah engkau kepada seorang syarifah, cucuku yang engkau berikan sedekah kepadanya?” “Iya wahai Rasulullah…” “Karenanya Allah menciptakan seorang malaikat yang akan menghajikan kamu mulai dari tahun ini sampai hari kiamat.”
Marilah kita ambil ibroh dari kisah ini. Yang mana berkat sedekah, Allah SWT melipat gandakan dan memberikan pahala yang banyak. Sehingga Allah taqdirkan untuk Sayyidina Abdullah bin Mubarok, ibadah haji yang ditulis untuknya setiap tahun sampai hari kiamat.

                                                                                  ###

Datang seseorang kepada Abdullah bin Mubarok dan dia meminta do’a terkait dengan luka yang dialaminya di lututnya yang sudah dideritanya semenjak 7 tahun dan dia telah mengobatinya dengan berbagai macam obat dan datang kepada berbagai macam dokter, tapi tidak mendapat kesembuhan. Maka Sayyidina Abdullah bin Mubarak berkata kepadanya, “Pergiilah engkau dan galilah sumur di tempat yang jarang ada air. Aku berharap dengan pekerjaanmu itu engkau mendapatkan kesembuhan.” Maka orang tersebut cepat-cepat melaksanakannya dan dalam waktu yang singkat dia mendapatkan kesembuhan dari lukanya tersebut.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*