Rahasia menggapai cinta Allah subhanahu wata’ala

Nabi  tidak meninggalkan dunia yang fana ini dan meninggalkan umatnya kecuali setelah benar-benar selesai dan sempurna di dalam mengarahkan umatnya menuju kebaikan dan menjauhkan mereka dari segala keburukan sehingga Nabi bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى المَحَجَّةِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا، لا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلا هَالِكٌ. رواه ابن ماجة

Aku tinggalkan kalian dalam keadaan agama ini terang benderang. Malamnya bagaikan pada siang hari. Sangatjelas, tidak ada keraguan, bagaikan batu yang putih bersih tanpa ada noda. Maka tidak ada yang melenceng dari jalan ini kecuali dia akan tersesat karenanya. (H.R. Ibn Majah)

Termasuk yang diajarkan oleh Nabi terkait dengan kiat-kiat untuk memantik cinta Allah SWT adalah sebagai berikut :

  1. Dengan mempelajari dan berusaha mengetahui akan nikmat-nikmat Allah SWT yang Allah SWT anugerahkan kepada kita yang pasti tidak akan dapat dihitung dan terbilang, sebagaimana Allah SWT berfirman:

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآ‌ۗ  النحل: ١٨

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. (Q.S. An-Nahl: 18)

Dan hati manusia selalu terdorong untuk mencintai seseorang yang banyak pemberiannya dan banyak anugerahnya kepadanya. Maka tatkala kita berusaha untuk mempelajari dan mengetahui kenikmatan-kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita, maka suatu waktu nanti kita akan tahu semua kenikmatan yang datang langsung dari Allah SWT maupun melalui manusia ternyata semua datangnya dari Allah SWT, sehingga dengan begitu kita akan mencintainya dan Allah SWT mencintai kita.

  1. Berusaha mengetahui keagungan Allah SWT dengan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya maupun apa saja terkait dengan-Nya. Karena siapa saja yang mengetahui keagungan Allah SWT, kekuasaan, kemuliaan, kemurahan, dan keperkasaan-Nya dan lain sebagainya, maka tentunya dia akan mencintai-Nya sebagaimana dikatakan dalam pepatah “Tak kenal maka tak sayang“. Tatkala kita sudah mengenal-Nya, maka kita akan menyayangi-Nya. Dan jika kita sudah mengetahui-Nya, pasti kita akan mencintai-Nya. Dan tatkala kita sudah mencintai-Nya, pasti kita akan taat kepada-Nya. Dan barang siapa yang taat kepada-Nya, maka pasti Allah SWT akan memuliakannya. Dan barang siapa yang Allah SWT muliakan, maka pasti Allah SWT akan meletakkannya di dalam syurga-Nya.
  2. Dengan bertafakkur tentang keagungan-keagungan ciptaan Allah SWT dan kehebatan-Nya, baik di langit maupun di bumi. Termasuk di dalam Al-Qur’an dimana Allah SWT banyak menyebutkan tentang tanda-tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan akan keagungan dan kekuasaan-Nya, kesempurnaan dan kemuliaan-Nya, kesombongan dan kasih sayang-Nya, rahmat dan siksa-Nya dan lain sebagainya. Maka setiap kali seseorang kuat pengetahuannya dengan tafakkur, maka akan tambah kuat juga cintanya kepada Allah, sehingga dengan begitu dia akan mendapatkan kelezatan luar biasa dalam ibadah sholat maupun ibadah lainnya.
  3. Bermuamalah dengan Allah SWT dengan jujur dan ikhlas dan melawan hawa nafsunya. Karena jika kita melandasi ibadah dengan kesungguhan dan keikhlasan serta melawan dan mengekang hawa nafsu untuk melaksanakannya, maka niscaya Allah akan memberikan karunia berupa cinta kepada-Nya dan Allah SWT mencintainya.
  4. Dengan memperbanyak berdzikir kepada Allah Dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an yang diiringi dengan merenung dan bertafakkur didalam bacaan ayat yang kita baca, baik yang terkait dengan sifat-sifat-Nya, nama-nama-Nya, kekuasaan-Nya, nabi-nabi-Nya, maupun terkait dengan dunia dan akhirat karena yang demikian itu dapat menambah rasa cinta seorang hamba kepada Allah SWT.,  karena sebagaimana dalam pepatah “Barang siapa yang cinta kepada sesuatu, maka pasti dia akan banyak menyebutnya“. Begitu pula tatkala kita banyak berdzikir kepada Allah SWT, maka kita akan tambah cinta kepada-Nya dan Allah SWT akan mencintai  kita. Apalagi di dalam berdzikir kepada Allah SWTdapat menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Bahkan diantara tanda-tanda bahwasanya Allah SWT mencintai seseorang adalah jika dia selalu berdzikir dengan hati maupun lisannya.
  1. Banyak menela’ah ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi terkait dengan keistimewaan-keistimewaan mereka yang mencintai Allah SWT daripada anugerah-anugerah yang mereka dapatkan berupa melihat wajah Allah kelak di dalam syurga dan diundang pada hari tertentu untuk bertemu dengan-Nya pada hari yang disebut hari yaumul mazid,berjumpa dengan para Nabi dan para Rasul, karena dengan demikian akan terdorong dan termotivasi dirinya untuk berusaha meraih dan menggapai cinta Allah SWT.
  2. Mengikhlaskan niat didalam semua ibadah hanya karena Allah SWT.
  3. Selalu kontinyu melaksanakan sholat lima waktu di masjid-masjid.
  4. Menginfakkan dan mengorbankan hartanya untuk mencari ridho-Nya.
  5. Selalu menghadiri majelis ilmu dan majelis dzikir.
  6. Selalu berbuat baik kepada makhluk dan memberikan nasehat kepada mereka.
  7. Sabar dan menerima segala ketentuan Allah SWT walaupun hal itu sangat menyakitkan dan pahit dirasakan.
  8. Banyak membaca Al-Qur’an dengan menghayati makna dan merenunginya.
  9. Berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai macam pekerjaan sunnah setelah kita melaksanakan pekerjaan yang diwajibkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم   

                   إِنَّ الله تَعَالَى قال:  لَا يَزَالُ عَبدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلحَتَّى أُحِبَّهُ.رواه البخاري

Dan masih saja hamba-Ku itu berusaha mendekat kepada-Ku dengan pekerjaan yang sunnah sehingga Aku mencintainya. (H.R. Bukhori)

  1. Selalu berdzikir di setiap saat baik dengan lisan, hati maupun tindakan, karena cinta Allah SWT kepada seseorang tergantung dengan kadar dzikirnya kepada Allah SWT.
  2. Mengutamakan cinta-Nya daripada apa yang kita cintai dan kita inginkan sehingga kita lebih mendahulukan kewajiban-kewajiban-Nya dan perintah-perintah-Nya daripada kita mendahulukan pelampiasan hawa nafsu kita. Yang demikian itu dapat memantik cinta Allah SWT kepada kita.
  3. Berusaha untuk memantau hati supaya mengerti dan memahami arti dan makna dari nama-nama serta sifat-sifat-Nya. Dengan demikian akan memantik cinta-Nya kepada kita.
  4. Selalu menyaksikan kebaikan-Nya, anugerah-Nya serta kenikmatan-Nya, baik yang dzohir maupun yang batin dengan merenungi dan memikirkan serta mempelajarinya.
  5. Berusaha merendahkan diri di depan-Nya dengan berkeluh kesah di tengah malam pada saat semua orang sedang tidur.
  6. Menyendiri dengan-Nya pada sepertiga malam yang akhir ketika Allah SWT menurunkan rahmat-Nya lebih banyak pada waktu itu dengan membaca Al-Qur’an, sholat Tahajjud, beristighfar, bertaubat dan lain sebagainya.
  7. Banyak duduk dengan para sholeh yang cinta kepada Allah SWT yang mendahulukan cinta-Nya daripada cinta kepada manusia, dan berusaha untuk selalu mendengar perkataan mereka terkait dengan mahabbah Allah SWT.
  8. Menjauhi segala sebab yang dapat mencegah antara seorang hamba dengan Allah , baik itu dengan menghilangkan sifat-sifat yang dilarang oleh Allah SWT dan diharamkan oleh Nabi-Nya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*