Website Resmi Habib Segaf Baharun

Sebab-Sebab Terjadinya Penyakit Hati

marahKetahuilah bahwasanya tidak ada suatu akibat kecuali karena ada suatu sebab, dan kehidupan ini merupakan sebab dan akibat. Sehingga seseorang tidak menjadi seseorang yang sakit hatinya kecuali karena dia pula yang menyebabkannya. Sedangkan sebab-sebab seseorang mendapatkan penyakit hati dalam hatinya adalah perkara-perkara yang tersebut berikut ini:
1. Karena kebodohannya dalam ilmu agama.
Diantara visi dan misi Nabi dalam risalahnya adalah membawa umatnya dan menggiring mereka ke arah kebahagiaan, kesejahteraan, kesentosaan dan keamanan. Yang demikian itu dengan tuntunan-tuntunan serta syariat yang diajarkannya serta disebarkannya. Maka tatkala seseroang bodoh dan tidak mengenal akan syariatnya, maka sulit baginya untuk mendapati hatinya dalam keadaan bersih, tapi terus akan terjerumus ke dalam penyakit-penyakit hati. Bahkan bisa jadi dia tidak akan merasa bahwasanya dia berada di dalam kesalahan.
2. Karena merebaknya fitnah.
Fitnah yang dimaksudkan disini adalah suatu hal yang melalaikan dan menjerumuskan seseorang kedalam perbuatan dosa, hina dan dina. Tatkala seseorang berada di dalam lingkungan yang jauh daripada keilmuan dan pengaruh orang-orang yang sholih, maka mau tidak mau dia akan terjerumus kedalam penyakit hati yang sulit untuk dihindarinya.
3. Karena Dalam diri manusia ada syahwat dan kecondongannya untuk melakukan kemaksiatan.
Maka dua sebab inilah yang banyak menyebabkan seseorang terjerumus dan terjerembab kedalam dosa demi dosa termasuk penyakit hati.
4. Karena lalai dari berdzikir kepada Allah SWT.
Tatkala seseorang lalai daripada berdzikir kepada Allah SWT, maka hati akan sangat mudah terkontaminasi dengan dosa. Sehingga pantas jika didalam Al-Qur’an disebutkan:
قال الله تعالى : أَلَا بِذِكرِ ٱللَّهِ تَطمَئِنُّ ٱلقُلُوبُ (الرعد: ٢٨)
Ketahuilah… hanya dengan dzikir kepada Allah SWT, hati akan merasa tenang dan tentram. (Q.S. Ar-Ra’d: 28)
5. Karena kecondongan hawa nafsu yang selalu menjerumuskan.
Tatkala seorang manusia tercipta, yang pertama akan tumbuh pada dirinya dari hawa nafsu adalah nafsu ammaroh yaitu nafsu yang selalu memerintahkan dengan kejelekan. Jika dilawan, diterapi, dan dididik, maka akan naik satu tingkatan menjadi An-Nafsu Al-Lawwamah, yaitu celaan hawa nafsu ketika dia terjerumus ke dalam kesalahan dan dosa. Jika terus dididik kembali, maka akan menjadi naik ke tingkatan selanjutnya, An-Nafsu Al-Muthma’innah yaitu nafsu seseorang yang merasa tenang ketika melakukan kebaikan dan merasa galau ketika melakukan kemaksiatan. Dan jika terus ditempa dan dibina akan naik pada tingkatan An-Nafsu Ar-Rodhiyah, yaitu nafsu yang rela ketika berbuat kebaikan dan tidak rela dirinya ketika terjerumus ke dalam kesalahan dan kemaksiatan. Dan jika terus dibina dan ditempa, maka akan naik ke dalam tingkatan yang paling tinggi An-Nafsu Al-Mardhiyyah, yaitu nafsu seseorang yang hanya rela melakukan kebaikan dan sama seklai tidak menoleh dan berpaling kepada kemaksiatan, bahkan terlintaspun tidak. Begitulah tahapan tingkatan nafsu seseorang. Dan semua itu tidak akan terjadi dan terlaksana kecuali dengan usaha dan upayanya dalam membina dan menerapi serta menghilangkan dan melawan penyakit-penyakit hati.
6. Karena lingkungan yang tidak baik serta teman-teman yang bukan dari golongan orang-orang sholih.
Sehingga pantas jika Nabi Muhammad bersabda:
المَرءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ. (رواه أحمد)
Sesungguhnya seseorang itu tergantung kepada akhlak teman-temannya. (H.R. Ahmad)
Artinya jika teman-temannya baik, maka dia juga akan menjadi baik pula. Dan jika teman-temannya tidak baik, maka dia akan menjadi seseorang yang tidak baik, begitu pula hatinya.
7. Karena makanan yang haram.
Diantara penyebab penyakit hati pada diri seseorang sehingga hatinya terkontaminasi dengan penyakit-penyakit hati adalah makanan dan minuman yang dikonsumsinya bersumber daripada hal-hal yang harom, karena pengaruhnya sangat besar didalam kebersihan maupun kekotoran hati seseorang. Sebagaimana perkataan seorang sahabat:
يقول سهل بن سعد رحمه الله: مَن آكَلَ الحَرَامَ عَصَت جَوَارِحُهُ شَاءَ أَم أَبَى، وَمَن أَكَلَ الحَلَالَ أَطَاعَت جَوَارِحُهُ وَوَفَّقَت لِلخَيرَاتِ
Sahal bin Sa’ad berkata: Barangsiapa yang makanannya harom, mau tidak mau, sengaja atau tidak sengaja maka anggota badannya akan digunakan untuk kemaksiatan. Dan barangsiapa yang makanannya halal, maka mau tidak mau, sengaja atau tidak sengaja, anggota badannya akan digunakan untuk ibadah.
8. Karena melepaskan pandangan dan memanjakannya kepada suatu pandangan yang harom.
Sehingga yang demikian itu termasuk hal yang menyebabkan seseorang banyak memiliki penyakit-penyakit hati.
9. Karena melakukan ghibah.
Ghibah dalam artian menyebutkan seseorang terkait dengan sifat maupun perbuatan dan perkataan dimana jika orang itu mendengarnya atau orang lain memberitahukannya, maka dia akan marah karenanya. Dan ghibah termasuk sebab seseorang mudah untuk mendapatkan penyakit hati.
10. Karena namimah (mengadu domba).
Yaitu membawa suatu kabar tentang orang lain kepada seseorang dengan maksud dan tujuan permusuhan diantara keduanya (mengadu domba). Pelakunya akan mudah sekali terjerumus ke dalam penyakit hati.
11. Karena menyibukkan diri dengan cinta kepada dunia dan menjadikan dunia merupakan sebuah orientasi kehidupan.
Maka 11 sebab-sebab inilah yang menyebabkan manusia mempunyai penyakit hati dan mudah terkontaminasi dengannya. Semoga kita semuanya terhindar daripada penyakit-penyakit tersebut. Aamiiin Ya Mujiibassaa’iliin…

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives