Hati yang bersih harus dimiliki oleh seorang muslim

Pentingnya Membersihkan Hati Bagi Seorang Muslim

Sebagaimana telah disebutkan dalam hadits di atas tadi bahwasanya membersihkan hati berarti membersihkan jiwa dan badan kita, maka hatilah yang merupakan mobilitor daripada badan. Sehingga jika mobilitornya sudah baik, maka bawahannya maupun anggota badan yang digerakkan olehnya akan baik pula.

Oleh karena itu mari kita lihat beberapa poin tentang pentingnya kita membersihkan hati:

  1. Karena Allah SWT yang memerintahkan kita untuk membersihkannya, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:قال الله تعالى : هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلأُمِّيِّـنَ رَسُولاً مِّنهُم يَتلُواْ عَلَيهِم ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِم وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلكِتَـٰبَ وَٱلحِكمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِى ضَلَـٰلٍ۬ مُّبِينٍ۬(الجمعة: ٢)

    Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (AsSunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (Q.S. Al-Jumu’ah: 2)

    Termasuk maksud daripada ayat itu adalah diantara misi daripada kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad
    adalah untuk mentazkiyah, untuk mendidik karakter mereka, yang tidak lain karakter itu terkait dengan hati atau istilah terkininya adalah ilmu ruhiologi. Dan Allah SWT juga berfirman:قال الله تعالى : وَثِيَابَكَ فَطَهِّر (المدثر: ٤)

    Dan bersihkanlah pakaianmu.(Q.S. Al-Muddatssir: 4)

    Maka jumhur ulama’ tafsir mentafsirkan ثيابك disini adalah hati.

    1. Karena hati merupakan mobilitor manusia sehingga seluruh anggota badanya tergantung kepada hatinya, baik tidaknya manusia tergantung kepada hatinya. Begitu pula bahagia dan sengsaranya manusia tergantung pada hatinya. Hati yang berkehendak dan yang merencanakan, sedangkan anggota badan yang melaksanakan rencana dan keinginan dari hati seseorang.

    Sahabat Abu Huroiroh berkata: Hati itu bagaikan raja, sedangkan anggota badan manusia adalah bawahannya. Maka jika raja itu baik, baik pula para tentara dan bawahannya. Begitu pula tatkala hati buruk, maka akan buruk pula semua anggota badannya.

    Mengobati hati serta memperbaikinya termasuk yang banyak dilalaikan oleh manusia. Dimana tatkala seorang manusia terkena penyakit pada badannya dari mulai yang ringan hingga yang berat, maka cepat-cepat mereka datang ke dokter untuk mengobatinya. Padahal sakit anggota badan tidak akan terbawa sampai akhirat. Sementara jika mereka terkena penyakit hati, mereka meremehkannya dan mengabaikannya padahal penyakit hati akan membawa seorang manusia kepada kesengsaraan di dunia hingga di akhirat kelak. berkata: Hati itu bagaikan raja, sedangkan anggota badan manusia adalah bawahannya. Maka jika raja itu baik, baik pula para tentara dan bawahannya. Begitu pula tatkala hati buruk, maka akan buruk pula semua anggota badannya.

    1. Kebanyakan perseteruan dan permusuhan yang terjadi diantara manusia disebabkan karena penyakit yang ada pada hatinya, baik itu iri, dengki, sombong, dan lain sebagainya. Dengan ini, patut kita memperhatikannya dan berusaha untuk membersihkannya supaya menjauhkannya dari perseteruan dan permusuhan.
    2. Bersihnya hati serta keselamatannya dari penyakit hati merupakan sebab utama seorang manusia meraih kehidupan yang bahagia di dunia hingga di akhirat. Sehingga tatkala seseorang tidak ada iri, dengki, maupun penyakit yang lainnya, maka dia akan mendapatkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Sehingga pantas jika Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an:

    قال الله تعالى : يَومَ لَا يَنفَعُ مَالٌوَلَا بَنُونَ (٨٨) إِلَّا مَن أَتَى ٱللَّهَ بِقَلبٍ سَلِيمٍ (الشعراء: 88- ٨٩)

    Pada suatu hariharta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah SWT dengan hati yang bersih. (Q.S. As-Syu’ara: 88-89)

    1. Karena hati merupakan tempat tumpuan dan tempat bertumpunya rahmat, dimana Allah SWT memandang hamba-hamba-Nya melaluinya. Sehingga jika kita ingin mendapatkan pandangan Allah SWT yang pasti dengan rahmat-Nya, maka hendaknya kita harus membersihkan hati kita. Yang mana tatkala Allah SWT telah memandang hati yang bersih itu dengan rahmat-Nya, maka pasti dia akan meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat dan akan mendapatkan tanggapan dan tunduknya manusia terhadapnya.
    2. Karena lintasan hati dan pekerjaan hati lainnya dari mulai keyakinannya, pengakuannya, maupun lintasan dan gerakannya yang terkait dengan rasa takut dan rasa berharap kepada Allah SWT, cinta dan tawakkal serta khosyah dan lain sebagainya, termasuk daripada paling agungnya rukun iman menurut madzhab Ahlussunnah wal jamaah. Dan tatkala yang semacam itu tidak didapatkan, maka akan berkurang juga keimanan seseorang. Sehingga pantas dan layak kalau misalnya kita memperhatikan kebersihan hati.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*