Kisah seputar qiyamul lail para sholihin

  • Kisah para Sholihin Terkait Qiyamul Lail

Diantara amalan yang disukai dan menjadi kebiasaan para auliya’ (wali) dan para sholihin pada malam hari adalah bangun malam, karena mereka mendapatkan anugerah yang lebih pada malam hari dibanding pada siang hari. Mereka merasakan kenikmatan yang sangat yang tiada tara di hati mereka dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT pada malam hari. Dan kelezatan, kenikmatan, kebersamaan dengan Allah SWT, kenikmatan bermunajat dan berdiskusi dengan Allah SWT sehingga sebagian sholihin berkata, “Kalau misalnya penghuni syurga itu merasakan kenikmatan seperti yang kami rasakan pada waktu qiyamullail, sungguh mereka mendapatkan kenikmatan yang luar biasa di dalam syurga.”

  • Berkata sebagian dari ulama’: “Seseorang yang biasa melaksanakan qiyamullail, merasakan kelezatan melebihi dari kelezatan orang yang lalai dari Allah SWT dengan musik, perempuan dan lainnya.”
  • Dan berkata Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya: “Semenjak 40 tahun yang lalu aku tidak pernah merasa sumpek dan sedih kecuali karena terbitnya fajar shodiq.”
  • Maka kenikmatan-kenikmatan yang disebutkan oleh para sholihin tidak akan didapatkan kecuali setelah berusaha dan berjuang untuk menghadirkan hatinya dan mengkontinyukan diri untuk melaksanakannya, sebagaimana yang disebutkan oleh Utbah Al-Ghulam, “Aku berjuang untuk melaksanakan sholat malam selama 20 tahun, lalu kemudian aku merasakan kenikmatannya selama 20 tahun berikutnya.”
  • Sa’id bin Musayyib yang dikatakan sebagai sayyidut taabi’in (pemimpinnya para tabi’in), beliau melaksanakan sholat Fajr 50 tahun lamanya dengan wudhu sholat Isya’ yang menandakan bahwasanya dia tidak tidur pada malam hari, tapi dia memaksimalkan waktu malam hari dengan sholat malam.
  • Dikisahkan terdapat seorang yangsholih yang biasa bangun malam sehingga suatu malam dia melaksanakan qiyamullail melebihi dari biasanya dan kakinya bengkak karenanya, maka pada malam berikutnya dia memukul kakinya seraya diaberkata, “Wahai nafsuku yang selalu memerintahkan kepada kejelekan! Kamu itu tidak diciptakan kecuali untuk beribadah.” Lalu dia bangkit melaksanakan qiyamullail seperti biasanya sampai subuh dan dia tidak memperdulikan kakinya yang bengkak itu.
  • Dikisahkan bahwasanya Sirry As-Saqoty jika telah tiba waktu malam, maka dia melaksanakan sholat. Dan dalam setiap sholatnya dia menangis, tapi menahannya dan tidak menampakkannya. Dan tatkala sudah suntuk malam dimana para manusia di sekitarnya sudah tidur, maka dia tidak dapat lagi menahan tangisannya sehingga tampak suara tangisan didalam sholatnya.
  • Berkata Muhammad bin Munkadir: “Aku berjuang, berusaha dan bermujahadah selama 20 tahun untuk menundukkan hawa nafsuku guna melaksanakan ibadah dan bangun malam, sehingga jadilah hawa nafsuku sekarang adat istiadatnya adalah ibadah.”
  • Berkata Sufyan Ats-Tsauri : “Aku pernah suatu waktu diharomkan oleh Allah SWT untuk bangun malam selama 5 bulan hanya karena satu dosa yang aku lakukan.”.
  • Diantara manaqib Al-Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr setelah sholat Isya’ selalu melaksanakan sholat 2 rokaat yang tidak selesai kecuali dengan terbitnya fajar shodiq. Pada rokaat pertama, beliau mengkhatamkan Al-Qur’an dan pada rokaat kedua beliau membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 90.000 kali.
  •        Begitulah para sholihin didalam menghidupkan malam-malam mereka. Karena mereka tahu bahwasanya malam adalah makhluk baru yang baru Allah SWT ciptakan untuk mereka dan tidak akan kembali selama-lamanya sampai hari kiamat nanti untuk mempertanggung jawabkannya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*