Website Resmi Habib Segaf Baharun

Makanan Haram : Penghalang Terkabulnya Doa | Habib Segaf Baharun, M.HI.

Makanan dan pakaian merupakan sesuatu yang pokok dan barometer ibadah kita diterima atau tidak, dan kita termasuk yang berhak mendapat syurga atau neraka. Sehingga jika direnungkan, kebanyakan perintah yang diperintahkan untuk bersifatkan wara’ didalamnya justru terkait dengan makanan, minuman serta pakaian, karena  berdasarkan hadits-hadits berikut ini:

(عن كعب بن عجرة رضي الله عنه قال: قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِن حَرَامٍ فَالنَّارُ أَولَى بِهِ. (رواه الترمذي

Setiap daging yang tumbuh dari makanan atau minuman yang haram, maka api neraka lebih berhak untuk mendapatkannya. (H.R. Turmudzi)

(عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال صلّى الله عليه وسلم: مَن اشتَرَى ثَوباً بِعَشرَةِ دَرَاهِم وَفِي ثَمَنِهِ دِرهَم حَرَام لَم يَقبَل الله صَلَاتَهُ مَا دَامَ عَلَيهِ مِنهُ شَيءٌ. (رواه أحمد

Barang siapa yang membeli baju dengan harga 10 dirham dan dalam harga tersebut terdapat 1 dirham yang haram, maka Allah SWT tidak akan menerima sholatnya selama baju itu melekat di badannya. (H.R. Ahmad)

Maka setiap orang yang beribadah yang makanannya haram, begitu pula pakaiannya berasal dari perkara yang diharamkan, sedikit sekali akan diterima ibadahnya. Bahkan setiap orang yang makanan atau pakaiannya berasal dari sesuatu yang diharamkan, maka sulit untuk mendapat taufik dari Allah SWT untuk melaksanakan keibadahan. Dan jika melakukan ibadah, maka akan tercampur dengan sifat-sifat yang meniadakan dan menggugurkan pahalanya seperti adanya ujub, riya’ dan lain sebagainya.

Kesimpulannya setiap orang yang makanannya haram, maka amal ibadahnya akan ditolak oleh Allah SWT, karena sesungguhnya Allah Maha baik dan tidak menerima kecuali hanya yang baik. Sedangkan perinciannya adalah bahwasanya setiap tindakan dari suatu amal tidak akan tergambarkan kecuali dengan gerakan anggota badan, sedangkan anggota badan tidak mungkin tergerak kecuali dengan energi yang dihasilkan dari asupan makanan. Dan jika makanannya berasal dari sesuatu yang haram, maka gerakan-gerakan yang dihasilkannya akan tumbuh dari sesuatu yang tidak baik, dan akan menjadi tidak baik pula hasilnya. Bahkan sahabat Abdullah bin Umar  berkata: “Seandainya kalian melaksanakan sholat sehingga kalian bagaikan tiang yang kokoh (karena lamanya melaksanakan sholat dan berbagai macam ibadah), dan berpuasa sampai kalian menjadi layaknya busur panah (dari saking sedikitnya makan), Allah SWT tidak akan menerima kedua amal ibadah tersebut kecuali dengan melakukan wara’ terkait dengan yang diharamkan.”
       Coba kita renungkan dari 2 hadits di atas tadi. Jika seseorang membeli baju dengan harga 10 dirham dimana 1 dirham dari harga tersebut berasal dari haram, maka sholatnya tidak akan diterima selama pakaian itu melekat pada badannya. Kalau ini terkait dengan sesuatu yang melekat dengan badannya, bagaimana kiranya dengan sesuatu yang masuk ke dalam badannya yang akan menjadi darah dan dagingnya? Bagaimana cara memisahkannya dan bagaimana akan diterima ibadahnya?  berkata: “Seandainya kalian melaksanakan sholat sehingga kalian bagaikan tiang yang kokoh (karena lamanya melaksanakan sholat dan berbagai macam ibadah), dan berpuasa sampai kalian menjadi layaknya busur panah (dari saking sedikitnya makan), Allah SWT tidak akan menerima kedua amal ibadah tersebut kecuali dengan melakukan wara’ terkait dengan yang diharamkan.”

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives